
NASIONALTERKINI.COM. BANDUNG Barat. Membangun usaha tidak berhenti setelah berhasil mendapatkan pelanggan. Tantangan berikutnya yang tak kalah penting adalah menjaga kepercayaan dan hubungan agar pelanggan tetap setia menggunakan produk maupun jasa yang ditawarkan.
Pesan itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka Pembekalan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Lanjutan Angkatan IV sekaligus Kick Off Bantuan Pemerintah bagi 1.000 TKM Lanjutan dan 8.731 TKM Pemula di BBPKK Bandung Barat, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat:04/09/2026

Menurut Yassierli, kemampuan mempertahankan pelanggan menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan sebuah usaha.
“Kalau pelanggan itu sudah kita pegang dengan baik, maka minimal pelanggan yang sudah ada tetap kita pertahankan, kemudian fokus menambah pelanggan yang baru. Di situlah usaha bisa tumbuh terus,” ujar Yassierli.
Ia menilai, ketika usaha mulai berkembang, pelaku usaha tidak boleh hanya berorientasi pada pencarian pasar baru. Menjaga komunikasi, mempertahankan kualitas produk, serta membangun kepercayaan pelanggan harus menjadi perhatian jangka panjang.
Yassierli kemudian mencontohkan praktik layanan kesehatan yang tetap menjalin komunikasi dengan pasien setelah menjalani pengobatan. Pasien dihubungi untuk mengetahui perkembangan kondisinya sekaligus memastikan pengobatan dijalankan sesuai anjuran.
Menurutnya, pola tersebut merupakan bentuk pengelolaan hubungan dengan pelanggan atau Customer Relationship Management yang dapat diterapkan dalam berbagai jenis usaha.
“Intinya pelaku usaha perlu membangun komunikasi secara berkelanjutan, menjaga kualitas produk, serta memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan juga memulai penyaluran Bantuan Pemerintah TKM Lanjutan Tahun 2026. Sebanyak 1.000 peserta TKM Lanjutan masing-masing menerima bantuan Rp15 juta untuk pengembangan usaha.
Sementara itu, sebanyak 8.731 peserta TKM Pemula memperoleh bantuan sebesar Rp5 juta.
Yassierli mengingatkan seluruh penerima bantuan agar memanfaatkan dana tersebut secara bertanggung jawab karena bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Tentunya bantuan ini adalah uang rakyat, APBN. Pesan saya yang pertama adalah mohon itu dijaga,” katanya.
Ia menambahkan, besarnya bantuan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan sebuah usaha. Modal yang terbatas pun, menurutnya, dapat berkembang apabila dikelola dengan strategi yang tepat, disiplin, dan orientasi yang jelas.
Program Tenaga Kerja Mandiri sendiri, kata Yassierli, telah berjalan selama enam tahun dan melahirkan banyak pelaku usaha baru yang berhasil mengembangkan bisnisnya.
Selain memperoleh bantuan permodalan, para peserta juga mendapatkan pembekalan untuk memperkuat kapasitas usaha. Materi yang diberikan mencakup pematangan ide bisnis, pengembangan kemasan produk, strategi pemasaran digital, hingga menjaga standar kualitas produk.
Menaker berharap seluruh pengetahuan yang diperoleh peserta tidak hanya berhenti di ruang pembekalan, tetapi benar-benar diterapkan dalam perjalanan membangun usaha.
“Tidak ada kesuksesan tanpa usaha yang serius dan ketekunan. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan sukses, tetapi kalau kita tekun, kita yakin kesuksesan itu bisa kita raih,” pungkas Yassierli.(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
