Syawalan Bareng BPD HIPMI DIY: Memperkuat Iman, Amal, dan Etika dalam Dunia Usaha

NASIONALTERKINI.Sleman-Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan membangun kolaborasi pasca-Ramadan, Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BPD HIPMI DIY) menggelar acara Syawalan Bareng di Masjid Suciati Saliman, Sleman, Jumat (26/4). Kegiatan ini menjadi wadah refleksi dan penyegaran spiritual bagi para pengusaha muda untuk menguatkan landasan iman, amal, serta etika dalam berwirausaha.

Acara dimulai dengan pembacaan Ikrar Syawalan yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum BPD HIPMI DIY, Ekawati Rahayu Putri. Dalam ikrar tersebut, seluruh anggota menyatakan komitmennya untuk menjunjung tinggi nilai kejujuran, integritas, inovasi, dan kontribusi aktif dalam membangun kesejahteraan masyarakat Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya. Momen ini menjadi penegasan bahwa dalam dunia bisnis yang kompetitif, nilai-nilai moral tetap menjadi pilar utama.Sabtu;26/04/2025

Dalam sambutannya, Ekawati menekankan pentingnya Syawalan sebagai momentum memperkokoh ukhuwah Islamiyah di antara anggota, mempererat hubungan profesional, serta mendorong lahirnya kolaborasi yang produktif di berbagai sektor usaha. Ia juga mengajak seluruh anggota HIPMI DIY untuk terus berperan aktif menciptakan pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya mengedepankan profit semata, tetapi juga berlandaskan pada prinsip-prinsip etis dan keberlanjutan.Ujarnya

Puncak acara diisi dengan tausiyah dari KH. Abdullah Gymnastiar, atau yang akrab disapa Aa Gym, seorang ulama dan motivator bisnis yang dikenal luas di Indonesia. Dalam kajiannya yang bertema “Kurang Iman, Kurang Amal, Kurang Berkah dalam Bisnis”, Aa Gym menekankan bahwa kesuksesan dalam berwirausaha tidak hanya bergantung pada kecakapan duniawi seperti strategi pemasaran atau inovasi produk, tetapi lebih dalam lagi, bertumpu pada kekuatan iman, keikhlasan dalam beramal, dan kejujuran dalam bertransaksi.

“Bisnis yang hanya mengandalkan kecerdasan tanpa diiringi iman dan amal akan rapuh. Keberkahan usaha tidak akan hadir tanpa kejujuran dan ketulusan,” pesan Aa Gym dalam tausiyahnya yang penuh makna. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan besar dunia usaha saat ini bukan hanya kompetisi pasar, melainkan menjaga hati dari keserakahan dan memastikan setiap langkah bisnis tetap dalam koridor yang diridhai Allah SWT.

Acara Syawalan ini dihadiri oleh ratusan anggota HIPMI DIY dari berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, teknologi, hingga industri kreatif. Selain menjadi ajang silaturahmi, momen ini juga menjadi kesempatan untuk berbagi inspirasi, memperkuat jaringan bisnis, serta meneguhkan tekad bersama untuk membangun bisnis yang membawa manfaat luas bagi masyarakat.Papar:Ekawati

Dengan semangat baru di bulan Syawal, BPD HIPMI DIY berkomitmen untuk melangkah lebih maju, tidak hanya dalam mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam menghidupkan nilai-nilai keimanan dan sosial dalam setiap aktivitas usaha. Iman, amal, dan karya nyata menjadi fondasi utama yang terus dijaga demi mewujudkan ekosistem bisnis yang berkelanjutan dan membawa berkah bagi bangsa dan negara:Pungkas:Ekawati(Tyo)

Kartini Fest 2025: Meriahkan Hari Kartini dengan Lomba Fashion Show

NASIONALTERKI.Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025, SMA Negeri 1 Depok menggelar Kartini Fest, di ruang GKT 101 Kampus STIE YKPN Yogyakarta. Acara yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 12.30 WIB ini menghadirkan beragam kegiatan menarik, mulai dari lomba fashion show, kelas parenting, hingga pemeriksaan kesehatan gratis untuk umum.

Mengusung konsep baru, Kartini Fest tahun ini tidak hanya ditujukan untuk siswa-siswi, tetapi juga melibatkan orang tua, pengurus OSIS, serta masyarakat luas. Kepala SMA Negeri 1 Depok Basuki Jaka Purnama, mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini 2025 dikemas lebih kolaboratif dan edukatif, melampaui tradisi upacara bendera dan lomba keputrian yang biasanya digelar di sekolah

“Ini merupakan inovasi yang lahir dari ide anak-anak OSIS. Mereka ingin peringatan Hari Kartini lebih bermakna, tidak hanya sekadar lomba, tetapi juga memberi ruang edukasi bagi orang tua dan masyarakat,” ujar Jaka saat ditemui di sela-sela acara di Kampus STIE YKPN, Sabtu 26/04/2025

Karena keterbatasan kapasitas aula sekolah, penyelenggaraan acara ini bekerja sama dengan STIE YKPN, yang menyediakan ruang yang lebih representatif.

Sejumlah pembicara inspiratif dihadirkan, di antaranya Erick Hadesaputra Saon, motivator sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Anikom dan Direktur BP, serta Maya Syla Swagerina, Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Sleman. Keduanya berbagi wawasan tentang pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anak generasi Z di era digital.

“Kami ingin orang tua mendapatkan pengetahuan baru tentang pola asuh yang sesuai dengan karakteristik generasi sekarang. Sekolah mendidik saat jam belajar, tetapi di luar itu, keluarga dan masyarakatlah yang berperan besar,” lanjut Jaka.

Selain edukasi parenting, Kartini Fest juga menampilkan lomba fashion show bertema Kartini, diikuti anak-anak muda dan para ibu yang mengenakan busana kebaya, baik modern maupun tradisional. Linda Susanti, pemilik brand Griya Ageman Jogja sekaligus salah satu juri lomba, mengungkapkan antusiasmenya.

“Kami ingin mengajarkan kecintaan pada budaya melalui kebaya, tidak hanya kepada generasi muda, tetapi juga kepada para ibu. Tahun ini menjadi langkah awal, dan kami akan terus belajar untuk membuat penyelenggaraan tahun depan lebih baik,” ujar Linda.

Berbagai fasilitas disediakan untuk peserta, termasuk sertifikat digital, trofi untuk para pemenang, snack, doorprize menarik seperti handphone dan sepeda gunung, serta voucher spa dan scaling gigi.

Acara ini berhasil menarik sekitar 150 peserta dari berbagai kalangan, membuktikan besarnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan yang menggabungkan budaya, pendidikan, dan kesehatan. Melihat respons yang positif, SMA Negeri 1 Depok berencana menjadikan Kartini Fest sebagai agenda tahunan dengan konsep yang semakin inovatif ke depan.Pungkas:Linda(Tyo)

“Kartini Tanpa Batas” Karya Siswa SMU Bambanglipuro dan Desainer Fariz Ashar

NASIONALTERKINI. Dalam semangat memperingati Hari Kartini, Galeria Mall Yogyakarta menjadi saksi pergelaran busana bertajuk “Kartini Tanpa Batas”, sebuah kolaborasi unik antara D’bamboo dan desainer Fariz Ashar. Acara ini menyoroti kekuatan perempuan modern melalui mode yang berakar pada pelestarian budaya dan kepedulian terhadap lingkungan.

Yang menarik, panggung runway kali ini turut menampilkan karya istimewa dari Sheila Morissa dan Fauzan Nur Husna, dua siswa SMU Bambanglipuro Bantul yang membawa semangat inovasi dalam busana berbasis limbah bambu. Mereka menghadirkan koleksi yang memadukan batik cap alam berbahan dasar bambu dengan lurik tradisional, seluruhnya diwarnai secara alami menggunakan kulit nangka.

“Di daerah kami, limbah bambu sering kali hanya dibakar atau dibuang ke sungai. Kami ingin mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Sheila:Jum’at:25/04/2025 di Galeria Mal Yogyakarta

. Tak hanya kain, detail aksesori seperti kancing, kalung, dan hiasan kepala juga dibuat dari potongan bambu bekas, menciptakan tampilan yang menyatu antara estetika dan keberlanjutan.

Proses pembuatan koleksi ini memakan waktu tiga hari, mulai dari pengecapan, pewarnaan, hingga pengelorotan. Nuansa pastel mendominasi tampilan mereka, mencerminkan kelembutan namun tetap kuat dalam pesan. “Ini pengalaman pertama kami ikut fashion show. Rasanya luar biasa bisa tampil dan berkolaborasi dengan desainer seperti Kak Fariz,” tambah Fauzan dengan bangga.

Fariz sendiri menyebut kolaborasi ini sebagai representasi nyata dari semangat Kartini masa kini. “Kartini Tanpa Batas bukan sekadar fashion show. Ini adalah pernyataan bahwa perempuan bisa mengekspresikan diri mereka secara bebas dan kreatif, tanpa batas, dalam peran apa pun,” jelas Fariz

Dengan memadukan tekstil lokal seperti batik, lurik, tenun, dan linen, serta pendekatan desain multifungsi, koleksi ini tidak hanya menampilkan gaya, tapi juga menyuarakan isu keberlanjutan dan pemberdayaan. Mode tak lagi sekadar tren, tapi menjadi alat perjuangan—seperti halnya Kartini dalam zamannya.Pungkas:Fariz(Tyo)

Sleman Siap Gelar Fun Run Perdana Bersama Bupati

Sleman, 27 April 2025 — Ribuan warga Sleman diperkirakan akan memadati area acara Fun Run Sleman 2025 yang akan digelar pada Sabtu pagi pukul 07.00 WIB. Acara lari santai ini menjadi momen spesial karena untuk pertama kalinya diselenggarakan di bawah kepemimpinan Bupati Sleman yang baru.

Menurut Koordinator Acara, Pak Pocay, kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat agar hidup sehat dan aktif, sekaligus mempererat kebersamaan warga Sleman. “Kami ingin kegiatan seperti ini bisa digelar secara rutin—baik, enam bulan, atau setahun sekali. Semuanya tergantung momen dan kebijakan dari pemimpin daerah,” ujarnya.Saat di temui :Jum”at 25/04/2025 di tempat pendaftaran di Sleman City Hall Sleman Yogyakarta

Fun Run ini menargetkan 1.000 peserta, dengan melibatkan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk anggota Yonif yang turut serta menyukseskan acara. Tidak hanya itu, berbagai hadiah menarik juga telah disiapkan untuk para peserta, termasuk doorprize utama berupa motor listrik, televisi, dan beragam hadiah menarik lainnya.

Menambah semarak acara, aktor kenamaan Marcel Chandrawinata dijadwalkan hadir sebagai bintang tamu, bersama Bupati Sleman yang baru dilantik. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempromosikan pariwisata dan gaya hidup sehat di Kabupaten Sleman.

“Semoga semangat ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk menggelar acara serupa,” tutup Pak Pocay.(Tyo)

Lemari Lila dan Sekar Kawung Usung Kebaya Berkelanjutan di “Kartini Tanpa Batas” Galeria Mal Yogyakarta

NASIONALTERKI.Menyatukan warisan tradisi dengan inovasi kontemporer, Lemari Lila dan Sekar Kawung memperkenalkan koleksi kebaya berkelanjutan dalam peragaan busana bertajuk “Kartini Tanpa Batas” di Galeria Mall Yogyakarta.Jum’at:25/04/2025

Dalam kolaborasi ini, kedua brand menghadirkan pendekatan baru terhadap kebaya, dengan mengutamakan kebebasan ekspresi tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya. Koleksi ini menggunakan material utama berupa kapas cokelat alami Bronesia, yang dibudidayakan secara organik di Tuban dan diolah menjadi kain tenun di Tuban serta Klaten. Diproduksi tanpa rekayasa genetika dan pewarna kimia, bahan ini menjadi representasi dari gerakan mode ramah lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi serat lokal yang masih jarang dieksplorasi.

Menghidupkan kembali keindahan Tenun Gedog Tuban, koleksi ini memamerkan tekstur khas dan motif lembut hasil karya para perempuan pengrajin. Inovasi juga lahir dari kolaborasi dengan penenun ATBM Klaten, yang menciptakan kain tenun lebih ringan, sejuk, dan sesuai untuk iklim tropis Indonesia

.

Tak hanya menawarkan estetika, koleksi ini membawa pesan kuat tentang keberlanjutan dan penghormatan terhadap wastra Nusantara. Setiap helai kain menjadi sebuah pernyataan tentang identitas budaya dan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Dari sisi desain, Lemari Lila dan Sekar Kawung menghadirkan interpretasi kebaya dengan siluet lentur dan fleksibel, mendorong pemakainya untuk mengekspresikan diri melampaui batas usia dan norma konvensional. Paduan kebaya dengan sneakers, outerwear modern, hingga aksesori eksperimental menghadirkan wajah baru kebaya yang lebih dinamis, inklusif, dan relevan dengan gaya hidup masa kini

Partisipasi Lemari Lila dan Sekar Kawung di “Kartini Tanpa Batas” menegaskan bahwa kebaya dan kain tradisional Indonesia tak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga hadir sebagai simbol masa depan yang berlandaskan keberlanjutan dan keberagaman
Lemari Lila: 0813-2594-2526
Gekiori by Sekar Kawung: 0859-5634-1505(Tyo)

Emmy Thee:Tampil Dalam Acara”Kartini Tanpa Batas”di Galeria Mal Jogja

Emmy Thee’ Tampil Show “Kartini Tanpa Batas di Galeria Mal – Yogyakarta

NASIONALTERKINI.Memperingati Hari Kartini dalam balutan Brand fashion “Emmy Thee”justru membuktikan sebaliknya: kebaya bisa tampil elegan, bebas, dan sopan ikutin trend haya masa kini

Dalam gelaran bertajuk “Kartini Tanpa Batas”, Emmy Thee menghadirkan koleksi kebaya yang tak sekadar simbol budaya, melainkan sebuah pernyataan sikap: bahwa perempuan masa kini adalah penerus semangat Kartini—berani, mandiri, dan tak takut beda.

“Kenapa sih kita masih pakai kebaya di Hari Kartini?” tanya Emmy, sang desainer, membuka pertunjukan dengan renungan yang membumi. “Karena manusia butuh simbol. Seperti bunga di Hari Kasih Sayang, kebaya adalah simbol perjuangan Kartini yang bisa kita rasakan dan tangkap dengan indera.”Jum’at:25/04/2025 di Galeria Mall Lantai:1 Yogyakarta

Koleksi yang ditampilkan mencakup 4 kebaya kutuberu dan 1 kebaya janggan, semuanya di-mix and match dengan rok zero waste yang tak kalah unik—ada yang dibuat dari celana jeans bekas, hingga potongan kain produksi yang dijahit ulang menjadi patchwork penuh cerita. Bahan tenun motif kontemporer dikombinasikan dengan teknik sashiko dan sulaman tangan berbentuk bunga, menghadirkan estetika yang edgy namun tetap lembut.

Dengan warna dominan hitam dan navy, keseluruhan tampilan mencerminkan sosok perempuan modern yang berani menabrak pakem, namun tetap menghormati akar tradisi. Kebaya, dalam tangan Emmy Thee, bukan sekadar pakaian—melainkan perlawanan halus terhadap stereotip dan ajakan untuk mengekspresikan jati diri.

Hari Kartini tahun ini bukan tentang kebaya sebagai kostum seremonial. Bersama Emmy Thee, kebaya berubah menjadi suara yang lantang: perempuan bebas berekspresi, perempuan tanpa batas.Temukan lebih banyak karya inspiratif dari Emmy Thee di Instagram: @emmythee.official(Tyo)

Dorong Literasi Lewat Kunjungan Edukatif Wisata Pustaka Masyarakati

SLEMAN – Dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menggelar program Wisata Pustaka Masyarakat pada Rabu, 23 April 2025. Kegiatan ini mengajak peserta mengunjungi Museum Ullen Sentalu dan Museum Gunung Merapi sebagai sarana edukasi literasi budaya dan kebencanaan.Jum’at:25/04/2025 di Sleman Yogyakarta

Kegiatan perdana ini melibatkan 30 peserta dari Perpustakaan Pustakaloka Kalurahan Condongcatur, termasuk perwakilan PKK, PAUD, Wira Widya Muda, pengelola perpustakaan, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan serupa dijadwalkan kembali pada Rabu, 30 April 2025, dengan peserta dari TBM Sanggar Bocah Jetis, Caturharjo.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman, Abu Bakar, mengatakan kegiatan ini sebagai langkah awal mengembangkan model literasi yang lebih kontekstual. “Melalui kunjungan edukatif ini, kami ingin menanamkan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, tapi memahami budaya, sejarah, dan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa program ini diharapkan menjadi inspirasi pengembangan literasi berbasis pengalaman di masa depan.

Dewi Nurlaila, peserta dari PKK Condongcatur, mengapresiasi kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan dan memperkaya wawasan. “Kami tidak hanya diajak mengenal budaya Jawa di Ullen Sentalu, tapi juga belajar pentingnya mitigasi bencana di Museum Gunung Merapi,” ujarnya.

Kegiatan ini dimulai dengan titik kumpul di Pustaka Loka Condongcatur dan pemberangkatan menggunakan bus yang difasilitasi oleh dinas. Kunjungan ini menegaskan peran perpustakaan sebagai pusat pengetahuan lintas disiplin yang dinamis dan terbuka bagi masyarakat.Pungkas;Dewi(Tyo/An)

Kalurahan Condongcatur Salurkan BLT-DD Bulan Keempat kepada 70 KOM

NASIONALTERKINI– Pemerintah Kalurahan Condongcatur kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk bulan keempat Tahun 2025 kepada 70 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Pada Kamis 24/04/2025.Penyaluran dilakukan di teras ruang Kamituwa Kalurahan Condongcatur Yogyakarta

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, menyampaikan bahwa 70 KPM tersebut merupakan warga yang telah ditetapkan dalam Peraturan Lurah Condongcatur Nomor 01 Tahun 2025 tentang Keluarga Penerima Manfaat BLT-DD Tahun 2025.

“Sebelumnya, para penerima telah melalui proses Musyawarah Kalurahan untuk validasi data, yang dilaksanakan oleh BPKal Condongcatur pada 23 Desember 2024,” jelas Reno.

Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, A.Md., selaku penanggung jawab kegiatan, menjelaskan bahwa penyaluran ini sesuai dengan surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman Nomor 412/351 tertanggal 17 April 2025, perihal jadwal penyaluran BLT-DD bulan keempat.

“Hari ini sesuai jadwal, kami menyalurkan BLT-DD kepada 70 KPM. Besaran bantuan setiap bulannya adalah Rp300.000 per KPM,” ujarnya.

Al Thouvik menambahkan bahwa para penerima diwajibkan membawa undangan, fotokopi Kartu Keluarga (KK), dan KTP saat pengambilan bantuan. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan berjalan dengan lancar.

Program BLT-DD tahun 2025 bertujuan memberikan dukungan finansial langsung kepada masyarakat desa yang membutuhkan, khususnya yang terdampak kondisi ekonomi yang sulit. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi, meningkatkan daya beli, serta mendorong pertumbuhan UMKM di tingkat lokal.;Pungkas:Reno(Dewi)

Wyndham Garden Yogyakarta Luncurkan Program Triple Play

NASIONAlTERKINI – General Manager Wyndham Garden Yogyakarta, Rio Mahendra, memperkenalkan beragam program baru hotel yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pasar masa kini, termasuk paket pernikahan dan konsep menginap inovatif bernama “Triple Play”.

Salah satu program unggulan adalah paket wedding dengan kisaran harga mulai dari Rp50 juta hingga Rp130 juta untuk kapasitas hingga 500 tamu. Paket ini sudah termasuk hidangan, dekorasi, serta jasa wedding organizer yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.Ujar:Rio Mahendra di hadapan awak media:Kamis;24/04/2025 di Yogyakarta

“Program ini kami luncurkan seiring dengan partisipasi kami di pameran pernikahan ‘Mantan Expo’ yang akan berlangsung di Lippo Plaza pada 1 hingga 4 Mei 2025,” ungkap Rio.

Selain paket wedding, Wyndham Garden juga memperkenalkan Paket, Paket ini mencakup menginap, aktivitas wellness seperti spa atau yoga, serta sajian makan siang dan malam untuk empat orang. Harga dibanderol mulai dari Rp2 juta hingga Rp2,9 juta.

“Melalui konsep ‘Triple Play’, kami ingin memberikan lebih dari sekadar tempat menginap. Ini adalah paket menginap yang lengkap dengan aktivitas relaksasi, eksplorasi, dan family time. Kami merespons kebutuhan tamu yang tidak hanya ingin tidur, tapi juga menikmati waktu santai yang berkualitas,” ujar Rio.

Konsep ini muncul dari survei dan masukan tamu selama tiga bulan terakhir. Banyak dari mereka menginginkan pengalaman menginap yang lebih personal dan fleksibel, termasuk layanan check-in dan check-out yang lebih longgar, serta aktivitas seperti trip ke Borobudur atau program wellness di hotel.

Rio juga menambahkan bahwa Wyndham Garden akan menjadi tuan rumah bagi sejumlah acara wisuda dari berbagai universitas di Yogyakarta pada bulan depan. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menjadikan hotel sebagai pilihan utama untuk momen-momen penting keluarga.

“Kami sadar bahwa dalam industri perhotelan saat ini, kreativitas adalah kunci. Maka kami hadirkan program-program yang tak hanya menarik, tapi juga relevan dan terjangkau,” tutup;Rio(Tyo/An)

Gong Perdamaian di Taman Pintar Yogyakarta

NASIONALTERKINI.Yogyakarta, kota yang sejak lama dijuluki sebagai kota budaya dan pendidikan, tak pernah kehabisan cara untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan dengan cara yang halus namun membekas. Di antara ragam wahana edukatif dan atmosfer ceria khas Taman Pintar, berdirilah satu monumen yang diam namun bersuara, statis namun menggetarkan kesadaran: Gong Perdamaian Nusantara. Monumen ini bukan sekadar elemen dekoratif taman; ia adalah pesan simbolik yang berdiri kokoh di tengah pusaran arus zaman yang sering kali melupakan nilai dasar kemanusiaan dan keindonesiaan.

Diresmikan pada 20 Mei 2008, bertepatan dengan peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional, gong ini mengandung makna yang jauh lebih dalam daripada yang tampak. Dengan tanah dari 33 provinsi sebagai fondasinya, Gong Perdamaian tidak hanya merepresentasikan keberagaman Indonesia secara fisik, tetapi juga menyatukan memori, identitas, dan harapan dari seluruh penjuru Nusantara ke dalam satu resonansi: damai dalam keberagaman, satu dalam perbedaan.

Agus Budi Rahman, selaku pengelola Taman Pintar Yogyakarta, menjelaskan bahwa Gong Perdamaian ini bukan sekadar hiasan, melainkan sarana edukatif dan reflektif yang ditujukan untuk membentuk karakter kebangsaan sejak dini. “Kami berharap anak-anak dan para pengunjung bisa memahami bahwa keberagaman bukanlah ancaman, tapi justru kekuatan. Gong ini adalah simbol dari semangat itu,” ujarnya.Kamis;24/04/2025 di Taman Pintar Yogyakarta

Gong Perdamaian yang diresmikan Sri Sultan Hamengku Buwono X, seakan ingin mengirimkan pesan: bahwa dari Bumi Mataram, dari Jogja yang dikenal sebagai poros budaya dan kearifan lokal, suara damai harus terus dipukul dan digaungkan, agar menggema ke seluruh penjuru negeri. Gong ini adalah pengingat bahwa nasionalisme bukan hanya milik masa lalu yang heroik, tetapi juga tugas kontemporer yang menuntut keberanian, kesadaran, dan keikhlasan.

Namun kini, dua dekade setelah Reformasi, kita harus bertanya dengan jujur: Apakah nilai-nilai yang disimbolkan oleh gong itu masih hidup di tengah kita? Ketika politik identitas makin tajam, perbedaan menjadi alat konflik, dan toleransi sering kalah oleh fanatisme, Gong Perdamaian hadir sebagai kritik diam terhadap arah peradaban yang kita pilih. Ia tidak bicara, tetapi diamnya adalah seruan paling lantang: sudahkah kita sungguh-sungguh membangun bangsa ini dengan fondasi damai, atau hanya menumpuk retorika di atas tanah yang rapuh?

Keberadaan tapak kaki dan tangan para presiden Republik Indonesia di lokasi yang sama memperkuat makna situs ini sebagai ruang historis dan kontemplatif. Ia bukan hanya mengabadikan jejak kekuasaan, tetapi menjadi panggung narasi kepemimpinan bangsa: bahwa setiap langkah pemimpin harus meninggalkan jejak kebijaksanaan, bukan sekadar popularitas sesaat. Dalam konteks ini, Taman Pintar mengajukan tantangan: mampukah generasi hari ini dan pemimpin masa depan membunyikan kembali gong dengan makna yang otentik, bukan semata seremoni?

“Gong ini adalah pengingat dan sekaligus penguji. Apakah kita masih mampu menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa? Apakah kita masih memiliki keberanian untuk membela nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman?” tambah Agus.

Taman Pintar Yogyakarta pun menjelma menjadi lebih dari sekadar taman edukatif. Ia adalah ruang publik yang menggabungkan pendidikan, sejarah, budaya, dan nasionalisme dalam bentuk yang menyenangkan namun mendalam. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang tidak menggurui, tetapi mengajak berpikir. Di tengah krisis identitas global, tempat ini menawarkan ruang jeda: untuk merenung, merefleksikan kembali makna menjadi manusia Indonesia.Papar:Agus

Maka dari itu, Gong Perdamaian Nusantara bukan hanya milik Yogyakarta. Ia adalah milik bangsa. Ia adalah narasi tentang harapan yang tak boleh padam. Bahwa di tengah segala perbedaan, kita tetap bisa memilih untuk bersuara bersama, dalam nada yang harmonis.Ungkapnya

Karena bangsa ini tidak akan runtuh oleh kerasnya pukulan musuh, tetapi oleh lemahnya resonansi nilai yang tak lagi diperdengarkan. Dan mungkin, gong ini sedang menunggu satu hal: keberanian kita untuk memukulnya, bukan dengan tangan, tapi dengan nurani yang sadar dan jiwa yang terbuka.Pungkas:Agus(Tyo/An)