Sensasi Bukber Wagyu 3 Ton di Artotel Suites Bianti – Yogyakarta

Sensasi Bukber Wagyu 3 Ton di Artotel Suites Bianti – Yogyakarta

NASIONALTERKINI.ogyakarta,Pilihan tepat buka puasa di bulan Ramadan tahun ini semakin spesial di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta dengan hadirnya promo berbuka puasa “Waktunya Indonesia Berbuka: Bukber Wagyu 3 Ton”. Bertempat di TERA All Day Dining, hotel bintang lima di Jl. Urip Sumoharjo No. 37 ini menghadirkan pengalaman kuliner luar biasa dengan berbagai sajian berbahan dasar daging

Berbuka puasa di ARTOTEL Suites Bianti bukan sekadar menikmati hidangan, melainkan merasakan perjalanan rasa yang memanjakan lidah. Berbagai menu berbahan wagyu diolah dengan teknik khusus untuk menghasilkan tekstur lembut dan cita rasa yang kaya.

Tamu dapat mencicipi Wagyu Panggang yang juicy, Wagyu Asap dengan aroma khas, serta Beef Black Pepper Wagyu yang menggoda selera. Tak ketinggalan, ada juga menu unik seperti Clock Wagyu, Rendang Wagyu, hingga Tahu Isi Wagyu, yang menghadirkan perpaduan harmonis antara kemewahan wagyu dan kekayaan rasa khas Nusantara.

Selain wagyu, berbagai hidangan lain seperti olahan mie, ikan, dan ayam juga tersedia, memastikan setiap tamu menemukan menu favorit mereka dalam suasana berbuka yang nyaman dan berkesan.Ujar;Chef Jojo :Selasa:04/03/2025 di Artotel Suites Bianti Yogyakarta

Selanjudnya Chef Jojo menyampaikan wagyu yang digunakan berasal dari Australia, dipilih dengan standar kualitas terbaik.

“Kami mengolah wagyu dengan teknik khusus untuk menghasilkan tekstur lembut yang meleleh di mulut. Setiap gigitan menghadirkan pengalaman rasa yang luar biasa,” ungkap Chef Jojo.

Sementara itu, Yusnie Azhari, Director of Sales and Marketing ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menghadirkan wagyu dengan sentuhan cita rasa Nusantara.

“Kami ingin masyarakat Yogyakarta merasakan wagyu dalam pengalaman yang berbeda—mewah, tetapi tetap akrab dengan selera lokal. Ini bukan sekadar hidangan berbuka, melainkan sebuah perjalanan kuliner yang istimewa,” jelas Yusnie.

Harga, Keuntungan, dan Kesempatan Berhadiah

Promo Bukber Wagyu 3 Ton ditawarkan dengan harga Rp 250.000 per orang, termasuk akses ke seluruh menu buffet yang menggugah selera. Tak hanya itu, tamu juga berkesempatan mendapatkan berbagai voucher menarik yang diundi setiap minggu selama Ramadan.

Bagi yang ingin berbuka dalam suasana lebih privat dan eksklusif, ARTOTEL Suites Bianti juga menyediakan paket khusus untuk perusahaan, komunitas, dan keluarga besar.

Kemewahan ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta

Sebagai hotel bintang lima, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menghadirkan lebih dari sekadar pengalaman kuliner. Dengan 141 kamar yang terbagi dalam berbagai tipe, mulai dari Artsy Studio hingga Presidential Suites, hotel ini memadukan desain modern dengan sentuhan artistik yang khas.

Fasilitas lain yang melengkapi kenyamanan tamu meliputi ruang pertemuan, restoran, bar, lounge, kolam renang, pusat kebugaran, spa, serta galeri seni PACE, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta seni.

Bukber di ARTOTEL, Selalu Ingin Kembali

Salah satu tamu setia, Vitta, membagikan pengalamannya berbuka puasa di ARTOTEL Suites Bianti.

“Saya sudah tiga kali berbuka di sini, dan setiap tahun pasti kembali. Menunya selalu istimewa, suasananya nyaman, dan pelayanannya luar biasa. Ramadan belum lengkap kalau belum bukber di ARTOTEL!” ungkapnya.

Sementara ‘Lanny Amborowati, fashion designer asal Jogja yang turut berbuka di ARTOTEL, juga mengungkapkan kepuasannya.

“Pilihan menunya sangat beragam. Saya suka daging asapnya—benar-benar bikin lidah bergoyang Dan bakso uratnya juga luar biasa lezat!” katanya dengan antusias.

Dengan promo Bukber Wagyu 3 Ton, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta siap menjadi destinasi utama berbuka puasa bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. Perpaduan kemewahan hotel bintang lima, kelezatan kuliner premium, dan pengalaman berbuka yang tak terlupakan menjadikan tempat ini pilihan sempurna untuk menikmati momen spesial bersama keluarga, teman, atau kolega.

Jadi, sudah siap merasakan sensasi goyang lidah Segera reservasi karena menunya lezat-lezat :Pungkas;Lanny(Tyo)

Bukber Mewah di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Wagyu 3 Ton untuk Ramadan

Bukber Mewah di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Wagyu 3 Ton untuk Ramadan

NASIONALTERKINI.Yogyakarta, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menghadirkan pengalaman berbuka puasa istimewa dengan promo “Waktunya Indonesia Berbuka: Bukber Wagyu 3 Ton”. Bertempat di TERA All Day Dining, hotel bintang lima yang berlokasi di Jl. Urip Sumoharjo No. 37 ini menyajikan hidangan berbahan dasar wagyu premium yang menggoda selera.

Para tamu akan dimanjakan dengan berbagai olahan wagyu, seperti Wagyu Panggang, Wagyu Asap, Beef Black Pepper Wagyu, serta menu khas seperti Clock Wagyu, Rendang Wagyu, dan Tahu Isi Wagyu. Bagi yang menginginkan variasi lain, tersedia pula pilihan mie, hidangan ikan, dan ayam yang tak kalah lezat.

Kelezatan Wagyu Premium

Executive Chef ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Chef Jojo, menjelaskan bahwa daging wagyu yang digunakan berasal dari Australia dengan kualitas terbaik. “Kami mengolah wagyu dengan teknik khusus untuk menghasilkan tekstur lembut dan sensasi goyang lidah,” ujarnya.Selasa:04/03/2025

Sementara itu, Yusnie Azhari, Director of Sales and Marketing ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, mengungkapkan bahwa program ini bertujuan memperkenalkan wagyu dengan sentuhan cita rasa Nusantara. “Kami ingin masyarakat Yogyakarta merasakan wagyu dalam pengalaman yang berbeda, tetap kaya dengan cita rasa lokal,” katanya.

Harga dan Keuntungan Tambahan

Paket Bukber Wagyu 3 Ton ditawarkan seharga Rp 250.000 per orang, dengan kesempatan memenangkan berbagai voucher menarik yang diundi setiap minggu selama Ramadhan

Sebagai hotel bintang lima di pusat Yogyakarta, ARTOTEL Suites Bianti memiliki 141 kamar dengan berbagai tipe, dari Artsy Studio hingga Presidential Suites. Fasilitasnya mencakup ruang pertemuan, restoran, bar, lounge, kolam renang, pusat kebugaran, spa, serta galeri seni PACE.

Dengan promo Bukber Wagyu 3 Ton, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta siap menjadi destinasi utama berbuka puasa, menghadirkan perpaduan antara kemewahan, kelezatan kuliner, dan pengalaman yang tak terlupakan bagi masyarakat Yogyakarta.Pungkas:Yusnie(Tyo)

Lia Mustafa Tampil di Australia, Bawa Sarung ke Panggung Dunia

Lia Mustafa Tampil di Australia, Bawa Sarung ke Panggung Dunia

NASIONALTERKINI. Hari Sarung Nasional yang diperingati setiap 3 Maret menjadi ajang penting untuk merayakan dan melestarikan sarung sebagai warisan budaya Nusantara. Tahun ini, desainer kenamaan Lia Mustafa membawa semangat itu ke level internasional dengan tampil di KJRI Melbourne, Australia, dalam acara eksklusif bertajuk “Sarong Tutorial” pada 03/02/ 2025, pukul 15.30 – 17.00 waktu setempat.

Dalam pernyataannya, Lia Mustafa mengatakan bahwa sarung bukan sekadar kain, melainkan simbol identitas dan keberagaman budaya Indonesia yang harus terus dikenalkan ke dunia.

“Sarung memiliki filosofi mendalam dan mencerminkan keindahan serta kearifan lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Saya ingin menunjukkan bahwa sarung bisa tetap relevan dan modis di era modern,” ujar Lia.

Sarung: Tradisi yang Tetap Stylish

Perayaan Hari Sarung Nasional bukan hanya seremoni, tetapi juga gerakan untuk menghidupkan kembali kecintaan terhadap kain tradisional ini. Sejumlah kegiatan digelar untuk memperkenalkan sarung ke generasi muda dan pasar global, seperti:

✅ Pameran Sarung – Menampilkan koleksi sarung dari berbagai daerah dengan motif khas.
✅ Lomba Desain Sarung – Mengajak desainer muda menciptakan inovasi dalam gaya modern.
✅ Workshop Tenun – Edukasi tentang teknik tradisional pembuatan sarung.
✅ Parade Sarung – Membuktikan bahwa sarung bisa dikenakan dalam berbagai kesempatan, dari kasual hingga formal.

Lewat partisipasinya di Melbourne, Lia Mustafa berharap semakin banyak masyarakat internasional yang mengenal keindahan dan fleksibilitas sarung.

“Sarung itu timeless. Dengan sentuhan kreatif, kita bisa menjadikannya bagian dari gaya hidup sehari-hari yang elegan dan stylish,” tambahnya.

Dengan keterlibatan desainer Indonesia di panggung dunia, Hari Sarung Nasional tak sekadar perayaan lokal, tapi juga momentum memperkenalkan budaya Indonesia ke level global.

Saatnya kenakan sarung dengan bangga dan tunjukkan kepada dunia bahwa warisan budaya Indonesia selalu relevan:Pungkas;Lia Mustafa(Tyo)

Lia Mustafa Bawa Batik Mataraman ke Australia: Diplomasi Fesyen dari Yogyakarta ke Melbourne

Lia Mustafa Bawa Batik Mataraman ke Australia: Diplomasi Fesyen dari Yogyakarta ke Melbourne

NASIONALTERKINI.Tiga desainer terkemuka Indonesia berangkat ke Melbourne dalam program pertukaran fesyen yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Australia. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan batik dan wastra Nusantara, sekaligus mempererat hubungan industri mode kedua negara melalui Melbourne Fashion Festival.

Lia Mustafa: Batik Mataraman Sebagai Identitas dan Inovasi

Desainer asal Yogyakarta, Lia Mustafa, menyoroti pentingnya batik sebagai bagian dari diplomasi budaya. Ia akan memperkenalkan Batik Mataraman, salah satu kekayaan wastra Yogyakarta yang memiliki filosofi mendalam dan berkembang dari tradisi keraton ke masyarakat luas.

“Saya ingin menunjukkan bahwa batik tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga memiliki makna dan nilai historis yang kuat. Batik Mataraman memiliki karakter khas dengan pengaruh budaya Jawa, Madura, dan pesisir yang berpadu dalam motifnya,” ujar Lia Mustafa.saat di hubungin lewat Pon:Jum’at 28/02/2025

Dalam forum di Melbourne, Lia akan berbagi pengalaman tentang bagaimana Batik Mataraman dapat dikembangkan secara kreatif tanpa meninggalkan esensi budayanya. Ia juga akan menampilkan koleksi yang mengombinasikan batik klasik dengan sentuhan modern, menjadikannya relevan bagi pasar internasional.

Diplomasi Fesyen: Batik Jogja Mendunia

Program ini merupakan bagian dari kunjungan balasan setelah tiga desainer Australia sebelumnya mengikuti Emerging Designers Bootcamp dalam Jogja Fashion Week 2024. Pertukaran ini menandai 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Australia, serta memperkuat kerja sama di bidang ekonomi kreatif.

Selain memamerkan karya, para desainer juga akan berinteraksi dengan pelaku industri mode dan mendalami pendekatan keberlanjutan dalam fesyen di Australia. “Batik harus terus berkembang dan beradaptasi, termasuk dalam aspek keberlanjutan. Kita harus mulai memikirkan bagaimana produksi batik bisa lebih ramah lingkungan,” tambah Lia.

Dengan partisipasi dalam program ini, Lia Mustafa berharap batik semakin dikenal di kancah global, sekaligus membuka peluang bagi desainer muda Indonesia untuk menembus pasar internasional.Pungkas;Lia(Tyo)

Desainer Indonesia Hadir di Melbourne: Batik Jogja dan Wastra Nusantara Mendunia

Desainer Indonesia Hadir di Melbourne: Batik Jogja dan Wastra Nusantara Mendunia

NASIONALTERKINI.Melbourne siap menyambut tiga desainer terkemuka Indonesia dalam program pertukaran fesyen yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Australia. Program ini bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya batik serta mempererat hubungan industri mode kedua negara melalui Melbourne Fashion Festival.

“Mereka akan berangkat ke Melbourne pada hari Minggu ini untuk berbagi wawasan tentang pentingnya budaya batik dan fesyen dengan audiens Australia,

Kolaborasi ini merupakan bagian dari hubungan diplomasi fesyen yang telah terjalin erat antara Indonesia dan Australia. Program pertukaran ini juga menjadi kunjungan balik dari Emerging Designers Bootcamp dalam Jogja Fashion Week 2024, yang sebelumnya menghadirkan tiga desainer Australia ke Indonesia sebagai bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.Ujar Lia Mustafa saat di hubungin lewat telpon :Jum’at 28/02/2025

Dalam program ini, tiga desainer Indonesia—Auguste Soesastro, Lia Mustafa, dan Nonita Respati—akan memamerkan koleksi terbaru mereka serta berinteraksi dengan para pelaku industri mode dan kreatif Australia. Selain itu, mereka akan mendalami aspek keberlanjutan dalam industri fesyen dari perspektif Australia.

Lia Mustafa: Batik Jogja sebagai Jembatan Budaya

Desainer asal Yogyakarta, Lia Mustafa, menyoroti hubungan erat antara Yogyakarta dan negara bagian Victoria yang berstatus sister city. Ia berharap pertukaran ini dapat menjadi wadah pembelajaran bagi desainer kedua negara.

“Saya ingin berbagi tentang filosofi batik Yogyakarta, bagaimana awalnya batik Mataraman hanya digunakan di keraton, lalu berkembang ke masyarakat luas, serta bagaimana batik Yogyakarta bisa dikombinasikan dengan batik dari daerah lain,” ungkap Lia.

Lia menekankan bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan cerminan identitas budaya yang terus berkembang. “Batik itu dinamis, boleh dikombinasikan, boleh dieksplorasi, asal tetap menghormati ni

Sementara itu, Nonita Respati berbagi pengalaman dalam menciptakan motif batik kontemporer serta strategi inovasi untuk menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.

“Sejak 2010, saya mulai mengembangkan motif batik sendiri dengan pendekatan kontemporer. Selain ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda, saya juga mencari cara agar produksi batik tetap ekonomis dan bisa diakses oleh berbagai kalangan,” jelas Nonita.

Melalui program ini, para desainer tidak hanya membawa batik ke panggung global, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Australia. Kehadiran mereka di Melbourne diharapkan semakin memperkenalkan batik dan wastra Nusantara sebagai bagian dari industri fesyen berkelanjutan di kancah internasional.Pungkas:Lia(Tyo)

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Parade Senja di Akmil Magelang, Simbol Kebersamaan Para Pemimpin Bangsa

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Parade Senja di Akmil Magelang, Simbol Kebersamaan Para Pemimpin Bangsa

NASIONALTERKINI Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Parade Senja dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (27/2). Upacara ini merupakan bagian dari Magelang Retreat, sebuah agenda pembekalan bagi para kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih tahun 2025, yang bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Upacara yang berlangsung pada pukul 18.10 WIB ini diawali dengan Salam Kebangsaan dan Penghormatan Kebesaran, yang menandai dimulainya prosesi. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Presiden Prabowo menerima laporan dari Komandan Upacara sebelum melaksanakan pemeriksaan pasukan

.

Simbol Kesinambungan Kepemimpinan Nasional

Momen pemeriksaan pasukan menjadi perhatian utama, karena Presiden Prabowo menaiki kendaraan taktis Maung didampingi oleh dua mantan Presiden RI, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Kehadiran tiga Presiden dalam satu kendaraan ini mencerminkan kesinambungan kepemimpinan nasional serta semangat persatuan dan gotong royong dalam menjaga stabilitas bangsa.

Selain itu, di belakang kendaraan Maung pertama, kendaraan Maung kedua membawa para pimpinan lembaga tinggi negara, yaitu Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPR Puan Maharani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin. Sementara itu, Maung ketiga diisi oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Susunan para pemimpin dalam kendaraan taktis ini tidak hanya menunjukkan soliditas antar-lembaga pemerintahan, tetapi juga mengirim pesan kuat bahwa kerja sama lintas sektor merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

Prosesi Penuh Makna dan Penghormatan kepada Pahlawan

Setelah pemeriksaan pasukan, Presiden Prabowo memimpin mengheningkan cipta, mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi kemerdekaan dan kejayaan bangsa.

“Mengenang arwah dan jasa para pahlawan kita, mengheningkan cipta mulai,” ucap Presiden dengan suara lantang, disambut oleh suasana hening yang menyelimuti Akademi Militer Magelang.

Puncak upacara berlangsung ketika Bendera Sang Merah Putih diturunkan dengan khidmat. Para peserta upacara berdiri tegak, memberi penghormatan dalam suasana yang penuh nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia.

Setelah prosesi penurunan bendera, Komandan Upacara kembali melaporkan kepada Presiden Prabowo, yang kemudian dilanjutkan dengan Penghormatan Kebesaran. Upacara ditutup dengan kembalinya Presiden Prabowo ke Mimbar Kehormatan, menandai berakhirnya prosesi yang berlangsung dengan tertib dan penuh nilai kebangsaan.

Momentum Refleksi dan Penguatan Sinergi Nasional

Tidak sekadar menjadi seremoni rutin, Upacara Parade Senja ini juga menjadi ajang refleksi bagi para kepala daerah yang hadir. Dalam forum Magelang Retreat, mereka mendapatkan pembekalan mengenai berbagai tantangan bangsa yang harus dihadapi secara kolektif, mulai dari stabilitas keamanan, pembangunan daerah, hingga kesejahteraan rakyat.

Melalui kebersamaan para pemimpin nasional dan daerah dalam satu rangkaian acara, diharapkan akan semakin menguatkan rasa kebangsaan, mempererat koordinasi pemerintahan, serta memastikan bahwa seluruh pemangku kepentingan memiliki visi yang selaras untuk membangun Indonesia yang lebih maju.

Dengan semangat persatuan dan gotong royong, para pemimpin yang hadir dalam acara ini berkomitmen untuk terus menjaga keutuhan, kedaulatan, dan kesejahteraan bangsa, demi Indonesia yang semakin kuat di masa depan.(Tyo)

IWO Indonesia Sleman Gelar Bakti Sosial Peringati Hari Pers Nasional

IWO Indonesia Sleman Gelar Bakti Sosial Peringati Hari Pers Nasional

NASIONALTERKINI. Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional dan HUT ke-7 Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IWO Indonesia Kabupaten Sleman menggelar bakti sosial berupa donor darah, pemeriksaan kesehatan, dan pemeriksaan mata gratis. Acara ini berlangsung di Kantor Sekretariat DPD IWO Indonesia Sleman, Kamis 27/02/2025 Yogyakarta;Jam:09.00wib

Ketua DPD IWO Indonesia Sleman, Yupiter Ome, menyampaikan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk PMI Sleman, Yonif 403/Wirasada Pratista, serta masyarakat Padukuhan Manggung. Selain itu, kegiatan ini didukung oleh Kimia Farma, Optik Akur, Forhanas, FKKI, Bank Sleman, Bank BPD Sleman, Bank Sleman Syariah, PDAM Tirta Sembada, Jaechindo Indah, dan Kiwari. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesbangpol juga memberikan perhatian khusus serta memfasilitasi akomodasi acara.

“Kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial tetapi juga untuk membantu PMI dalam memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan. Kami ingin meningkatkan solidaritas sosial anggota IWO Indonesia Sleman terhadap lingkungan dan kemanusiaan, terutama menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Yupiter

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Sleman, Indra Darmawan, turut hadir dan membuka secara resmi acara ini. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi langkah IWO Indonesia Sleman dalam menyelenggarakan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan selamat HUT ke-7 untuk IWO Indonesia. Terima kasih atas kontribusi dan peran IWO dalam mendukung pembangunan di Sleman. Media memiliki pengaruh besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam menjaga kondusivitas selama pemilu di DIY, khususnya di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.

Salah satu peserta donor darah, Albert Yusuf Langke,yang juga merupakan Pengawas IWO Indonesia Sleman, menekankan pentingnya keterlibatan media dalam aksi sosial.

“Jurnalis bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial. Donor darah adalah salah satu bentuk kepedulian nyata yang dapat membantu sesama,” ujarnya.

Bakti sosial ini menjadi bukti nyata komitmen IWO Indonesia Sleman dalam mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan, sekaligus mempererat hubungan antara media, masyarakat, dan pemerintah.Pungkas:Yupiter(Tyo)

Jogja Fashion Week 2025: Mengusung Tema Berkelanjutan untuk Masa Depan Fashion

Jogja Fashion Week 2025: Mengusung Tema Berkelanjutan untuk Masa Depan Fashion

NASIONALTERKINI Jogja Fashion Week (JFW) 2025 resmi diluncurkan pada Rabu (26/2/2025) di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta. Dengan mengusung tema Threads of Tomorrow, ajang ini menegaskan komitmennya terhadap mode berkelanjutan dan inovatif.

JFW 2025 diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Daerah Istimewa Yogyakarta, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menampilkan tren fashion global. Acara utama akan berlangsung pada 7–10 Agustus 2025 di Jogja Expo Center (JEC), menghadirkan pameran fashion, edukasi, serta fashion show yang menjadi platform interaksi dan transaksi bagi pelaku industri mode.

Jogja Fashion Week: 20 Tahun Mewarnai Industri Fashion

Kepala Disperindag DIY, Yuna Pancawa, menegaskan bahwa tahun ini menjadi tonggak penting bagi JFW yang memasuki edisi ke-20.

“Dua dekade perjalanan Jogja Fashion Week adalah pencapaian besar. JFW telah menjadi ajang fashion terkemuka di Indonesia, memberikan pengalaman dan pembelajaran bagi industri mode. Kami terus berupaya agar acara ini tidak hanya menjadi peragaan busana, tetapi juga wadah bagi pelaku bisnis fashion untuk berkembang secara berkelanjutan,” ujar Yuna.

JFW 2025 akan menghadirkan lebih dari 130 tenant pameran terkurasi, menampilkan produk fashion dan aksesori premium. Dalam rangkaian fashion show, lebih dari 96 desainer profesional, 12 desainer muda, dan 12 desainer anak-anak akan memamerkan lebih dari 1.000 karya mode dalam 10 sesi peragaan. Setiap harinya, tamu spesial atau guest designer akan menambah daya tarik di panggung mode JFW.

Tak hanya itu, berbagai acara pendukung seperti seminar, talkshow, shop talk, presentasi produk, Young Fashion Designer Competition, business matching, dan Tour de Expo turut memeriahkan ajang ini.

Kolaborasi dan Daya Saing di Industri Fashion

Sejalan dengan visi mode berkelanjutan, JFW 2025 juga menggelar audisi model dan program aktivasi yang melibatkan berbagai mitra. Menurut Yuna, kunci keberlanjutan industri fashion tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga pada kreativitas dan daya saing para pelaku usaha.

“Pemerintah berperan sebagai fasilitator dalam mendukung ekosistem bisnis. Namun, keberhasilan industri fashion tetap bergantung pada inovasi, adaptasi, dan kolaborasi para desainer serta pengusaha fashion. JFW menjadi panggung kolaborasi yang membuka peluang pasar lebih luas bagi insan mode Indonesia,” tambahnya.

Paris sebagai Kiblat Mode Dunia

Sementara itu, Ruth Joanna Samana, Atase Perdagangan KBRI Periode 2021–2025, menyoroti pentingnya fashion week dalam membentuk industri mode global.

“Paris telah menjadi kiblat fashion dunia selama ratusan tahun, dengan Paris Fashion Week sebagai salah satu ajang paling berpengaruh. Banyak desainer internasional memulai debutnya di sana sebelum akhirnya diakui secara global. Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah dunia, dan Jogja Fashion Week bisa menjadi batu loncatan bagi para desainer lokal menuju pasar internasional,” ungkap Ruth.

Ia juga menambahkan bahwa fashion bukan sekadar estetika, tetapi juga sarana untuk menunjukkan identitas budaya dan inovasi. “Indonesia memiliki warisan kain tradisional yang luar biasa. Jika dikemas dengan baik, produk fashion kita bisa bersaing dengan koleksi kelas dunia,” Pungkas:Rufh(Tyo)
.

Membangun Masa Depan Kunjungan Siswa SMK ke Doni Tata Sport Plaza

Membangun Masa Depan Kunjungan Siswa SMK ke Doni Tata Sport Plaza

NASIONALTERKINI.Sebanyak 127 siswa dari SMKN 1 Sekampung, Lampung Timur, bersama peserta dari berbagai daerah di Indonesia, berkesempatan mengunjungi Doni Tata Sport Plaza (DTSP) di Jalan Magelang KM 14, Sleman, Yogyakarta. Kunjungan industri ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang ingin mendalami dunia balap motor dan mekanik profesional.

Membangun Ekosistem Balap Profesional

Doni Tata, mantan pembalap nasional sekaligus pemilik Doni Tata Sport Plaza, menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem balap motor yang lebih profesional di Indonesia. Melalui DTS5 Training Facility, ia menyiapkan calon pembalap dan mekanik berbakat yang akan bersaing di ajang nasional maupun internasional.

“Kami ingin melahirkan generasi pembalap dan mekanik andal, bukan hanya untuk balapan, tetapi juga di bidang manajemen tim, suspensi, elektronik, dan mesin,” ujar Donni. Ia menambahkan, beberapa anak didiknya kini tengah dipersiapkan untuk berlaga di Mandalika Racing Series bersama Yamaha Sanderella.

Jembatan Siswa SMK Menuju Dunia Profesional

Program kunjungan industri ini telah menjadi agenda rutin di DTSP, diikuti oleh sekolah-sekolah dari berbagai wilayah di Indonesia. Bagi siswa Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), program ini menjadi jembatan menuju dunia kerja yang lebih luas.

“Kami berharap setelah lulus, mereka punya bekal untuk menjadi mekanik balap, manajer tim, atau bahkan membuka bengkel sendiri,” jelas Doni.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajarkan cara membongkar dan memasang mesin Yamaha Vixion, termasuk pengukuran diameter piston menggunakan dial gauge dan sigmat. Irfan atau akrab disapa Bang Ipul, yang bertanggung jawab atas pengembangan kurikulum sekolah balap di DTSP, menegaskan pentingnya teknik dasar yang benar.

“Saya ingin memastikan anak-anak ini paham cara memegang kunci dengan benar. Kalau salah, bisa merusak baut atau komponen mesin,” jelas Bang Ipul. “Materi seperti pembongkaran head silinder, blok silinder, hingga perhitungan kompresi mesin menjadi dasar yang harus dikuasai.”

Menghapus Stigma Negatif Balap Motor

Selain keterampilan teknis, Donni juga ingin mengubah stigma negatif tentang balap motor.

“Banyak yang masih menganggap balap motor identik dengan aksi kebut-kebutan di jalanan. Kami ingin menunjukkan bahwa ada jalur profesional yang bisa ditempuh, melalui kompetisi resmi yang terorganisir,” tegasnya.

Hal ini diamini oleh Trisvo, Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Sekampung, yang mengapresiasi kunjungan ini sebagai langkah membangun jiwa kewirausahaan siswa.

“Kegiatan ini memberikan wawasan baru bagi siswa kami, bahwa industri balap bukan sekadar hobi, tetapi juga bisa menjadi profesi yang menjanjikan,” paparnya.

Meningkatkan Motivasi dan Semangat Belajar

Sementara itu, Sofyan Sembiring, salah satu pendamping dari SMKN 1 Sekampung, menilai pengalaman ini sangat berharga bagi para siswa.

“Kunjungan ini tidak hanya memberi mereka ilmu teknis, tetapi juga motivasi untuk belajar lebih giat. Melihat langsung bagaimana mekanik profesional bekerja, mereka jadi lebih bersemangat dalam menentukan masa depan,” ungkapnya.

Langkah Menuju Sekolah Balap Bertaraf Internasional

Ke depan, Doni Tata menjadikan Doni Tata Sport Plaza sebagai pusat pelatihan olahraga otomotif bertaraf internasional. Dengan dukungan berbagai pihak, ia berharap fasilitas ini bisa menjadi standar baru dalam industri otomotif Indonesia.

“Kami ingin DTSP menjadi wadah bagi generasi muda yang ingin berprestasi di dunia balap. Semoga dari sini lahir pembalap dan mekanik kelas dunia,” pungkas Doni.(Tyo)

Komunitas Pencinta Cerutu Jogja dan Solo Gelar Long Cigar Competition di Wyndham Garden

Komunitas Pencinta Cerutu Jogja dan Solo Gelar Long Cigar Competition di Wyndham Garden

NASIONALTERKINI.Yogyakarta – Komunitas pecinta cerutu dari Jogja dan Solo berkumpul dalam ajang Long Cigar Competition yang berlangsung meriah pada Minggu (23/2/2025) di Wyndham Garden, Jalan Magelang Km 14, Yogyakarta. Acara dimulai pukul 17.00 WIB dengan pertunjukan tari tradisional yang menambah kesan elegan dan eksklusif.

General Manager Wyndham Garden, Rio Mahendra, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan mempererat komunikasi komunitas pecinta cerutu sekaligus memperkenalkan restoran terbaru mereka, di Merapi Lounge Kami menggelar tiga kompetisi serta kuis interaktif untuk para peserta. Ke depan, kami juga ingin berkolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk coffee roastery di Jogja, guna menghadirkan konsep perpaduan kopi dan cerutu,” ujar Rio.

Acara ini turut didukung oleh Taru Martani, salah satu produsen cerutu tertua di Indonesia. Benny Prasetyo, Founder & Publisher Cigar Universe, mengungkapkan bahwa komunitas cerutu Jogja berpotensi besar dalam menaikkan tren cerutu di Indonesia. “Saya mengajak teman-teman dari Solo dan menggandeng Taru Martani sebagai sponsor. Mereka membawa beberapa produk unggulan yang dapat dinikmati oleh para peserta,” kata Benny.

Tidak hanya seputar cerutu, acara ini juga menampilkan seni budaya melalui tarian khas lereng Merapi yang dibawakan oleh Sanggar LDK Erawati. “Tarian ini menggambarkan perempuan zaman dahulu yang berhias dan bersanggul, serta modifikasi tarian tradisional agar lebih menarik dan relevan untuk ditampilkan,” ujar Laura Erawati, pimpinan sanggar.

Direktur Utama PT Taru Martani, Widayat Joko, menyambut baik penyelenggaraan acara ini dan berharap dapat menjadi agenda rutin. “Acara ini menarik karena mengumpulkan para penikmat cerutu dalam satu forum. Kami siap mendukung agar acara ini bisa diadakan secara berkala, setidaknya dua kali dalam setahun, dan mungkin dengan format yang lebih besar di masa mendatang,” katanya.

Selain kompetisi dan pertunjukan seni, acara ini juga menjadi ajang bagi para pecinta cerutu,Dengan antusiasme yang tinggi, komunitas cerutu di Jogja semakin berkembang dan siap menjadi pusat tren cerutu di Indonesia.Pungkas;Widayat(Tyo)