Loman Park Hotel Yogyakarta Hadirkan Iftar Buffet “Pawon Ramadhan” dengan Lebih dari 100 Menu Istimewanya

Loman Park Hotel Yogyakarta Hadirkan Iftar Buffet “Pawon Ramadhan” dengan Lebih dari 100 Menu Istimewanya

NASIONALTERKINI, Menyambut bulan suci Ramadan, Loman Park Hotel Yogyakarta kembali menghadirkan Iftar Buffet bertajuk Pawon Ramadhan. Menyajikan lebih dari 100 pilihan menu khas Nusantara, Asia, Timur Tengah, hingga Barat, acara ini menjadi destinasi favorit untuk berbuka puasa di bulan Ramadhan

Sejak awal Ramadan, Pawon Ramadhan mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Keluarga, komunitas, hingga influencer dan media memilih Loman Park Hotel Yogyakarta sebagai tempat berbuka puasa. Sebagai bentuk apresiasi, hotel ini menawarkan potongan harga hingga Rp75.000 per orang bagi tamu yang melakukan reservasi pada tanggal tertentu.

“Kami sangat bersyukur atas antusiasme dan kepercayaan yang diberikan para tamu. Pawon Ramadhan telah menjadi pilihan utama berbuka puasa bagi ribuan orang. Kami berkomitmen menghadirkan sajian halal berkualitas dan suasana berbuka yang tak terlupakan,” ujar Handono General Manager Loman Park Hotel Yogyakarta.Senin 17/03/2025

Keistimewaan Iftar Buffet Pawon Ramadhan Pawon Ramadhan menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya:Lebih dari 100 pilihan menu istimewa, seperti Taji Corner: Kolak, Biji Salak, Bubur Sumsum, Wedang Sakoleng.Savouries: Live Cooking Bakwan Goreng, Cireng, Tahu Isi Goreng,Dessert Corner: Chocolate Fountain, Gelato, Assorted French Pastries,Middle East & Arabic Corner: Beef Shawarma, Nasi Mandi, Roti Paratha.Asian Corner: Takoyaki, Chinese Roasted Duck, Kambing Guling, Shabu Shabu.Western Corner: Pasta Station, Fish Steak, Mexican Nachos

✅ Live music setiap hari yang menemani momen berbuka puasa.
✅ Suasana khas Jawa yang hangat dan nyaman, menciptakan pengalaman bersantap yang autentik.

Sebagai bagian dari strategi promosi, Loman Park Hotel Yogyakarta mengundang lebih dari 20 influencer dan media untuk merasakan langsung pengalaman berbuka puasa di Pawon Ramadhan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan ulasan positif serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas layanan dan hidangan yang disajikan.

Loman Park Hotel Yogyakarta adalah hotel bintang 4 yang berlokasi di Jalan Gejayan Allandi, Kompleks Colombo. Dengan konsep interior modern yang berpadu dengan sentuhan budaya Jawa, hotel ini menawarkan pengalaman menginap dan bersantap yang halal, nyaman, dan tak terlupakan.

Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, kunjungi www.lomanpanel.com atau ikuti akun Instagram resmi @LomanParkHotelYogyakarta.Pungkas Handono(Tyo)

101 Style Yogyakarta Malioboro Hadirkan Promo Spesial Lebaran dan Iftar dengan Sentuhan Kuliner Tempo Dulu

101 Style Yogyakarta Malioboro Hadirkan Promo Spesial Lebaran dan Iftar dengan Sentuhan Kuliner Tempo Dulu

NASIONALTERKINI.YOGYAKARTA – Menyambut Ramadan dan Lebaran 2025, 101 Style Yogyakarta Malioboro menghadirkan berbagai promo menarik, termasuk paket kamar spesial, hidangan berbuka puasa dengan menu klasik khas Yogyakarta, serta undian berhadiah bagi para tamu.

Atik Damarjati, General Manager 101 Style Yogyakarta Malioboro, mengungkapkan bahwa hotel bintang empat yang berlokasi di Jl. Gajah Mada No.30, Pakualaman, Yogyakarta, menawarkan paket kamar Ramadan dengan harga Rp 649.000 per malam, termasuk sahur atau sarapan hingga 27 Maret 2025.

“Kami juga menyiapkan promo spesial Lebaran mulai dari Rp 950.000 per malam untuk kamar seluas 26 meter persegi, sudah termasuk sarapan untuk dua orang,” ujar Atik. Promo Lebaran ini berlaku mulai 29 Maret hingga 7 April 2025, sebelum tarif kamar kembali ke harga normal.ujarnya :Jum’at;14/03/2025

Selain fasilitas 106 kamar, hotel ini juga menawarkan empat ruang meeting yang dapat menampung 20 hingga 150 orang, area parkir luas, serta musala di lantai 2 dan 8 untuk kenyamanan tamu.

Berbuka Puasa dengan Menu Nostalgia

Untuk pengalaman berbuka puasa yang lebih berkesan, Amerta Restaurant di hotel ini menghadirkan konsep “Menu Iftar ala Kerajaan”, menyajikan hidangan klasik dari Puro Pakualaman hingga Keraton Yogyakarta

.

“Kami mengangkat menu-menu tempo dulu yang khas dari wilayah Pakualaman hingga Keraton Yogyakarta. Selain hidangan Nusantara, kami juga menghadirkan menu Western sebagai pilihan,” jelas Sutrisno, Chef 101 Style Yogyakarta Malioboro.

Beberapa menu istimewa yang akan tersedia di buffet All You Can Eat Iftar antara lain:

Pindang Serani

Gudeg Kobis

Sambal Goreng Pare

Oseng Kikil Lombok Ijo

Oseng Teri Daun Pepaya

Telur Gobal Gabul

Balado Terong

Gulai Kentang

Paket berbuka puasa ini tersedia dengan harga Rp 148.000 net per orang, dengan promo beli 8 gratis 1. Tak hanya itu, setiap pembelian akan menyisihkan 5% untuk donasi kepada kaum dhuafa.

Undian Berhadiah: Dari Voucher Menginap hingga Logam Mulia

Sebagai tambahan, hotel ini juga mengadakan undian mingguan bagi tamu yang melakukan reservasi lebih awal. Hadiahnya beragam, mulai dari voucher menginap hingga logam mulia. Pemenang akan diumumkan melalui akun Instagram resmi 101 Style Yogyakarta Malioboro.

“Melalui promo ini, kami ingin memberikan pengalaman menginap yang nyaman serta hidangan berbuka puasa yang autentik bagi para tamu,” tutup Atik.(Tyo)

SMKN 3 Yogyakarta Berpartisipasi dalam Semarak Menabuh Gamelan Serentak HUT ke-270 DIY

SMKN 3 Yogyakarta Berpartisipasi dalam Semarak Menabuh Gamelan Serentak HUT ke-270 DIY

NASIONALTERKINI.Yogyakarta,Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-270 Daerah Istimewa Yogyakarta, SMKN 3 Yogyakarta turut serta dalam acara “Menabuh Gamelan Serentak,” yang melibatkan 135 sekolah di seluruh DIY. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Zoom dan berlangsung serentak di masing-masing sekolah peserta.

Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widodo, menyampaikan bahwa partisipasi sekolah dalam acara ini merupakan bagian dari komitmen dalam melestarikan budaya Jawa, khususnya seni karawitan.saat di temui:Kamis ;13/03/2025 di SMKN 3 Yogyakarta

“Kami memiliki gamelan di sekolah dan ekstrakurikuler karawitan dengan peminat yang cukup banyak. Kebetulan, kami juga memiliki guru yang merupakan seniman serta alumni yang kini aktif di bidang ini untuk membimbing para siswa,” ujar Widodo.

Kegiatan ini melibatkan siswa kelas 10 dan 11 dari berbagai jurusan, sementara siswa kelas 12 tidak ikut serta karena tengah menjalani ujian. Tidak hanya tim karawitan, SMKN 3 Yogyakarta juga mengerahkan tim media dari jurusan Broadcast Pertelevisian untuk melakukan live streaming acara, menjadikannya pengalaman kolaboratif antara seni dan teknologi.

Widodo menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar anjuran dari pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter siswa agar semakin mencintai budaya sendiri.

“Dengan mencintai budaya Jawa, terutama gamelan yang memiliki unsur harmoni dari berbagai instrumen, siswa akan lebih memahami nilai-nilai kehidupan yang beradab dan dapat menerapkannya dalam keseharian mereka,” jelasnya.

Rangkaian Kegiatan Ramadan Ceria

Selain berpartisipasi dalam perayaan HUT ke-270 DIY, SMKN 3 Yogyakarta juga menyelenggarakan program “Ramadan Ceria”, yang bertujuan untuk membangun karakter siswa yang berakhlak mulia, berdaya saing, dan cinta damai.

Kegiatan ini meliputi:

07.00 – 07.30 WIB | Registrasi dan Penyerahan Zakat

07.30 – 08.00 WIB | Sholat Dhuha, Kultum, dan Tadarus

08.00 – 08.30 WIB | Pembukaan

08.30 – 09.30 WIB | Materi I: Sholat dan Puasa

09.30 – 10.00 WIB | Diskusi dan Tanya Jawab

10.00 – 11.00 WIB | Materi II: Haji dan Umroh

11.00 – 12.00 WIB | Demonstrasi dan Tanya Jawab

12.00 – 12.45 WIB | Sholat Dzuhur Berjamaah

12.45 – 13.00 WIB | Penutupan dengan tema “Membangun Karakter Berakhlak Mulia, Berdaya Saing, dan Cinta Damai.”

Dengan kombinasi antara kegiatan budaya dan pendidikan agama selama Ramadan, SMKN 3 Yogyakarta berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang holistik bagi para siswa.

“Semoga melalui kegiatan ini, siswa dapat semakin mencintai budaya dan agama mereka, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Widodo.(Tyo)

Lebih Dekat dengan Iffah M. Dewi Fashion Desainer di Balik Sogan Batik Rejodani dan Anggota IFC Chapter Jogja

Lebih Dekat dengan Iffah M. Dewi Fashion Desainer di Balik Sogan Batik Rejodani dan Anggota IFC Chapter Jogja

NASIONALTERKINI Wajahnya anggun dan bersahaja, mencerminkan karakter di balik setiap rancangannya. Iffah M. Dewi, fashion designer sekaligus founder Sogan Batik Rejodani, bukanlah nama baru di dunia mode. Karyanya telah melenggang di berbagai panggung, dari Jogja Fashion Week hingga peragaan busana di Jakarta. Setiap desainnya tidak hanya indah secara visual, tetapi juga sarat makna, sejalan dengan filosofinya: “Exploring history and world heritage.”

Batik, bagi Iffah, bukan sekadar kain, melainkan medium bercerita—merangkai kisah sejarah dan warisan dunia dalam setiap motifnya. Sebagai produsen batik dan modest wear, Sogan Batik Rejodani berkomitmen menghadirkan busana yang lebih dari sekadar pakaian, melainkan juga warisan budaya yang hidup. Berlokasi di Palagan Tentara Pelajar Km 10, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, brand ini meramu sentuhan kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisionalnya.

“Sekar Langit” Mewarnai MUFFEST+ 2025

Dalam ajang Muslim Fashion Festival+ 2025 (MUFFEST+ 2025) yang digelar pada 20-23 Februari 2025 di JCC Senayan, Sogan Batik Rejodani kembali mencuri perhatian dengan koleksi terbarunya, “Sekar Langit.” Sebagai bagian dari Road to IN2MOTIONFEST, acara ini menghadirkan lebih dari 130 fashion designer dan brand lokal yang mengusung inovasi dalam modest fashion.

Terinspirasi dari perjalanan suci Isra’ Mi’raj, “Sekar Langit” menggambarkan momen spiritual nan agung—ketika langit seolah berbunga menyambut kehadiran Rasulullah SAW. Filosofi ini dituangkan dalam motif batik tulis khas seperti kawung dan truntum, yang melambangkan ketenangan dan keikhlasan. Tak hanya itu, motif eksklusif “Sekar Langit” juga dihadirkan, mengisahkan perjalanan Sang Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha.

Menggunakan kain katun premium dengan kombinasi batik tulis dan cap, koleksi ini semakin istimewa dengan sentuhan bunga handmade dari bahan daur ulang. Detail unik ini tidak hanya memperindah tampilan, tetapi juga menegaskan komitmen Sogan Batik Rejodani terhadap keberlanjutan.

“Sekar Langit kami rancang khusus untuk menyambut Ramadhan dan Idul Fitri, namun tetap nyaman dipakai sehari-hari setelahnya. Kami ingin koleksi ini menemani setiap langkah Sahabat Sogan dalam kebersamaan yang penuh syukur,” ungkap Iffah M. Dewi saat dihubungi, Senin (10/03/2025).

Melalui koleksi ini, Sogan Batik Rejodani mengajak pecinta fashion untuk tidak hanya mengenakan pakaian, tetapi juga merasakan kisah di baliknya. Karena ketika hati bertaut pada-Nya, keajaiban pun terjadi—seperti Isra’ Mi’raj, saat cahaya langit terbuka dan duka di hati Sang Nabi SAW mekar berbunga.Sogan Batik Rejodani – Batik yang Bercerita, Warisan yang Hidup.Pungkas;Iffah(Tyo)

Mahasiswa Penerima Beasiswa Santri Berprestasi Ikuti Khataman Al Qur’an dan Monitoring Akademik

Mahasiswa Penerima Beasiswa Santri Berprestasi Ikuti Khataman Al Qur’an dan Monitoring Akademik

NASIONALTERKINI. Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial (IKS) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Monitoring Prestasi Akademik & Khataman Qur’an bagi mahasiswa penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama RI. Acara ini berlangsung :Minggu 09/03/2025 di Padukuhan Jetak, Sendangtirto, Berbah, Sleman, dan diikuti oleh mahasiswa PBSB angkatan 2021–2024.Jam:16.00WIB

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa yang berasal dari berbagai pondok pesantren mitra, di antaranya Pondok Pesantren Inggris Inovasi Bangsa (Banguntapan, Bantul), Pondok Pesantren Baitul Hikmah Krapyak, dan Pondok Pesantren Al-Hadi Krapyak.

Menurut Siti Solechah, dosen Prodi IKS, acara ini bertujuan mempererat silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan mahasiswa dalam mengisi bulan Ramadan 1446 H. “Kegiatan ini merupakan yang pertama kali kami selenggarakan dan diikuti oleh 70 mahasiswa dari empat angkatan. Selain khataman Qur’an, juga diadakan buka bersama dan salat tarawih,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Prodi IKS M.Izzul Haq, Sekretaris Prodi IKS Khotibul Umam, serta dosen IKS lainnya, termasuk Abidah Muflihati. Selain aspek keagamaan, kegiatan ini juga menjadi momen untuk melakukan monitoring akademik mahasiswa guna memastikan perkembangan prestasi mereka.

“Kami ingin memotivasi mahasiswa agar bisa mencapai prestasi akademik yang baik dan lulus tepat waktu. Jika ada kendala dalam pembelajaran, mereka bisa mendapatkan bimbingan dan solusi,” tambah Siti Solechah.

Mahasiswa PBSB yang mengikuti program ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua dan Gorontalo. Mereka juga menjalani pendidikan di pondok pesantren dengan kurikulum berbasis kitab kuning, bahasa Inggris, wawasan kebangsaan, serta tahfidz.

“Mahasiswa PBSB minimal harus menghafal satu juz Al-Qur’an saat masuk, dan banyak yang sudah mencapai 30 juz. Setelah lulus, mereka diwajibkan mengabdi di pondok pesantren selama minimal dua tahun,” jelas Siti Solechah.

Antusiasme mahasiswa dalam acara ini sangat tinggi, terbukti dengan kehadiran hampir seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai wadah pembinaan akademik dan spiritual bagi mahasiswa penerima beasiswa.Pungkas;Siti Solechhah(Tyo)

Amaranta Prambanan Yogyakarta Hadirkan Paket Spesial Berbuka Puasa Ramadan 2025

Amaranta Prambanan Yogyakarta Hadirkan Paket Spesial Berbuka Puasa Ramadan 2025

NASIONALTERKINI.Yogyakarta.Menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, Amaranta Prambanan Yogyakarta menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang istimewa dengan tema “Berkah Ramadan”. Paket spesial ini menawarkan sajian khas Nusantara dalam suasana yang nyaman serta pemandangan spektakuler, menjadikan momen berbuka puasa lebih berkesan.

Chef Diloxy Haryand mengungkapkan bahwa menu andalan yang disajikan meliputi Tonggang Tengkieng, Kambing Qing, dan Gulai Kambing, yang siap memanjakan lidah para tamu. Selain itu, tersedia juga berbagai pilihan stall makanan serta buffet Nusantara yang menggugah selera di The Tree Restaurant.

Untuk harga, Amaranta Prambanan Yogyakarta menawarkan paket berbuka puasa seharga Rp178.000 net/pax setelah diskon, dengan harga asli Rp158.000 net/pax. Anak-anak di bawah usia 5 tahun dapat menikmati hidangan secara gratis, sementara anak usia 5-11 tahun hanya dikenakan setengah harga dari harga dewasa. Program berbuka puasa ini tersedia setiap Rabu hingga Minggu, mulai pukul 17.00 hingga 20.00 WIB selama bulan Ramadan.Sabtu:08/03/2025 di Amaranta Prambanan Yogyakarta Jam;17.00wib

Untuk menambah kehangatan suasana, setiap hari Sabtu akan ada live music yang menemani para tamu menikmati hidangan dalam atmosfer yang lebih intim dan berkesan.

Menurut Gentur Alief, Food & Beverage Manager Amaranta Prambanan, pengalaman berbuka puasa ini dirancang untuk memberikan sesuatu yang berbeda bagi para tamu. “Kami ingin menghadirkan hidangan autentik berkualitas dalam suasana yang nyaman dan hangat, mencerminkan semangat kebersamaan Ramadan,” ujarnya.

Sementara itu, Fedha L. Agusta, General Manager Amaranta Prambanan Yogyakarta, menambahkan bahwa tempat ini cocok bagi keluarga, rekan kerja, maupun perusahaan yang ingin berkumpul dan menikmati kebersamaan Ramadan dalam suasana yang mewah. “Dalam semangat berbagi, kami juga menghadirkan berbagai program donasi dan kegiatan sosial selama Ramadan, termasuk inisiatif donasi Rp5.000 dari setiap transaksi, yang akan disalurkan kepada panti asuhan serta masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pengalaman berbuka puasa yang istimewa di Amaranta Prambanan Yogyakarta. Reservasi dapat dilakukan segera untuk memastikan tempat dan menikmati momen tak terlupakan bersama orang-orang tercinta anda;Pungkas;Fedha(Tyo)

Redaksi=terkininasional@gmail.com

Jiffina 2025: Menjembatani Kreativitas dan Pasar Global dengan Produk Berkelanjutan

Jiffina 2025: Menjembatani Kreativitas dan Pasar Global dengan Produk Berkelanjutan

NASIONALTERKINI.Yogyakarta kembali menjadi pusat perhatian industri furnitur dan kerajinan melalui Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2025, yang digelar pada 8-11 Maret 2025 di Jogja Expo Center (JEC). Pameran ini tidak hanya menjadi ajang transaksi bisnis, tetapi juga wadah inspirasi bagi pelaku industri kreatif untuk menciptakan produk yang tidak hanya berkualitas secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.Dalam pembukaan acara pada Sabtu 08/02/2025.di Jogja Expo Center Yogyakarta Jam;16.00Wib

Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, mewakili Gubernur DIY, menyampaikan bahwa konsep Jiffina 2025 sejalan dengan falsafah Jawa, Hamemayu Hayuning Bawana, yang berarti merawat, memperindah, dan melestarikan keindahan dunia. Hal ini selaras dengan tema “It’s Now & Forever: The Exo Lifestyle Products Improving the Global Market”, yang menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar tren, melainkan komitmen jangka panjang yang harus diwujudkan bersama.

“Dunia saat ini membutuhkan lebih dari sekadar produk berkualitas. Kita harus menciptakan keseimbangan antara seni, ekonomi, dan ekologi. Oleh karena itu, Jiffina bukan hanya tempat transaksi bisnis, tetapi juga ruang berbagi inspirasi untuk menghadirkan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berkelanjutan,” ujar Beny.

Jiffina: Jembatan UMKM ke Pasar Internasional

Direktur Utama PT Jiffina Internasional Perkasa (JIP), Yuli Sugianto, menuturkan bahwa sejak pertama kali diadakan pada 2016, Jiffina telah menjadi ajang unggulan yang mempertemukan produsen lokal dengan pembeli dari berbagai negara. Pada penyelenggaraan ke-9 ini, Jiffina tetap berkomitmen membantu UMKM Indonesia agar dapat menembus pasar internasional dengan biaya yang terjangkau.

“Kami ingin memberikan kesempatan bagi UMKM untuk tampil di pameran internasional dengan biaya yang sangat murah. Ini adalah komitmen kami untuk terus mendukung industri kreatif nasional,” kata Yuli.

“Dengan penyelenggaraan Jiffina yang terus berlanjut setiap tahun, Yogyakarta semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pemasaran produk furnitur dan kerajinan, baik untuk pasar domestik maupun internasional,

Jiffina 2025 bukan sekadar pameran, tetapi momentum penting bagi industri kreatif Indonesia untuk memperluas jaringan, memperkenalkan inovasi, dan peran Yogyakarta sebagai pusat industri furnitur dan kerajinan berkelanjutan di kancah global.Pungkas Yuli(Tyo)

PT Garuda Mitra Sejati Gelar Buka Puasa Bersama 100 Awak Media

PT Garuda Mitra Sejati Gelar Buka Puasa Bersama 100 Awak Media

NASIONALTERKINI,Menyambut bulan suci Ramadan, PT Garuda Mitra Sejati (PT GMS) menggelar acara buka puasa bersama dengan 100 awak media dari berbagai platform, termasuk media cetak, elektronik, online, serta influencer media sosial. Acara ini menjadi agenda tahunan sebagai bentuk apresiasi PT GMS terhadap media yang terus mendukung perkembangan unit bisnisnya, seperti Jogja City Mall, The Rich Jogja Hotel, Sleman City Hall, dan Top Malioboro Hotel.Kamis:06/02/2025 di The Rich Jogja Hotel Yogyakarta

“Kami sangat menghargai peran rekan-rekan media yang telah menjadi mitra penting dalam menyampaikan informasi kepada publik. Di bulan penuh berkah ini, kami berharap sinergi ini terus terjalin dan semakin kuat. PT GMS berkomitmen untuk terus berkolaborasi demi menghadirkan informasi yang akurat, terpercaya, dan bernilai bagi masyarakat,” ujar Bunardi, Wakil Direktur Utama PT Garuda Mitra Sejati.

Tak hanya menjalin kebersamaan dengan media, PT GMS juga menghadirkan berbagai promo menarik selama Ramadan di setiap unit bisnisnya.The Rich Jogja Hotel – NgabuburitTherich: Galerich Kampoeng Ramadhan,Buka Puasa Spesial: Nikmati kambing guling dengan harga Rp 128.000 per orang.

Paket Ramadhan Hemat (PAK RAHMAT): Menginap mulai Rp 650.000 per malam, sudah termasuk sahur/breakfast untuk dua orang, akses kolam renang dan gym, serta satu voucher iftar gratis.Jogja City Mall (JCM) – Fabulous Kareem

JCM menghadirkan sederet event spesial Ramadan, di antaranya:

JCM Free Fire Competition (9 Maret)JCM Masak Besar & Buka Bersama Anak Yatim (13 Maret)JCM Mobile Legends Competition (16 Maret)

Festival Anak Shaleh (22, 23, 26, 27 Maret)Late Night Sale hingga 70% (22 Maret)JISCOMM Pasar Ramadhan (24 Maret–6 April)

Hadroh Performance (25 & 29 Maret)Sebagai destinasi Ramadan favorit, JCM siap menghadirkan hiburan sekaligus kesempatan berbagi kebahagiaan bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya.

Top Malioboro Hotel – Harmoni Nusantara

“Bus Toya” All You Can Eat Iftar Buffet: Sajian kuliner khas Nusantara dengan live cooking dan live music, hanya Rp 70.000 nett per orang.

“RooMadahn Kareem”: Paket menginap mulai Rp 275.000 per malam, sudah termasuk sahur dan iftar.

Sleman City Hall (SCH) – Sacred Serenity of Ramadan.SCH menyajikan beragam acara spesial Ramadan, seperti:Lomba Dai Cilik (8 Maret SCH Hadroh Festival (9 Maret)

Escape Room: Minakami Village (15 Maret 2025–14 Maret 2026)SCH Ngabuburit (21 Maret)

Shopping Surprise & Late Night Sale hingga 80% (22 Maret)Pekan Kuliner Lebaran (28 Maret–6 April)

Petualangan Samudra (28 Maret–4 Mei)Ketuprize (10–27 Maret) – Program belanja berhadiah sembako dan voucher.Ramadan Lebih Berkesan Bersama PT GMS

Melalui berbagai program spesial ini, PT Garuda Mitra Sejati ingin memastikan bahwa Ramadan 2025 lebih meriah dan penuh manfaat bagi pelanggan setianya. Dari promo menginap, sajian buka puasa spesial, hingga event menarik di pusat perbelanjaan, PT GMS terus berinovasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi masyarakat.Pungkas Bunardi(Tyo)

Kolaborasi Pariwisata, Hotel, dan UMKM Bareng-Bareng Bikin Jogja Makin Hits

Kolaborasi Pariwisata, Hotel, dan UMKM Bareng-Bareng Bikin Jogja Makin Hits

NASIONALTERKINI, Jogja makin mantap jadi destinasi favorit! Kali ini, Dinas Pariwisata DIY, industri perhotelan, dan pelaku UMKM sepakat buat ngedukung pariwisata dengan cara yang lebih fresh dan kekinian. Mereka ngobrol bareng dalam sebuah talkshow yang ngebahas strategi biar wisata di Jogja makin kece dan nggak kalah saing :Jum’at 07/03/2025 di Wyndham Garden Jln Magelang Km 14 Yogyakarta

Salah satu yang paling semangat adalah Anita Verawat, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY. Menurutnya, kalau pemerintah, hotel, dan UMKM bisa jalan bareng, hasilnya bakal keren banget! “Kita nggak cuma jual budaya, tapi juga bikin Jogja makin inovatif dan seru buat wisatawan,” katanya.

Sementara itu, Mini Gunawan, mentor UMKM dan konsultan bisnis, kasih insight soal pentingnya dukungan ke pelaku usaha kecil. “Biar UMKM bisa naik kelas, kita harus bantu mereka bikin produk yang lebih menarik dan punya daya saing tinggi,” ujarnya.

Dari dunia perhotelan, Rio Mahendra, General Manager Ramada by Wyndham & Wyndham Garden Yogyakarta, juga setuju kalau kerja sama ini bakal bikin pengalaman wisata di Jogja makin nyaman. “Hotel yang nyaman plus wisata yang seru? Fix, wisatawan bakal betah dan makin banyak yang datang!” katanya dengan semangat.

Semua narasumber sepakat: kalau pengusaha, pemerintah, dan industri hotel kompak, Jogja nggak cuma makin rame wisatawan, tapi juga makin banyak peluang buat ekonomi lokal berkembang.

“Dinas Pariwisata DIY siap ngegas bareng semua stakeholder buat bikin Jogja makin top sebagai destinasi kelas dunia!” tegas Anita.

Talkshow ini jadi momen penting buat menyusun strategi promosi yang nggak sekadar ngejual tempat wisata, tapi juga ningkatin kualitas pengalaman wisatawan. Dengan inovasi dan semangat kolaborasi yang terus jalan, Jogja siap bersaing di level nasional maupun internasional;Pungkas :Anita(Tyo)

Dari Kejayaan hingga Keruntuhan: Kisah Ottoman dalam Perjalanan Agus Budi Rachman

Dari Kejayaan hingga Keruntuhan: Kisah Ottoman dalam Perjalanan Agus Budi Rachman

NASIONALTERKINI.Sejarah itu hidup, bukan sekadar deretan tahun dan nama di buku. Dan bagi Agus Budi Rachman, pencinta sejarah yang baru saja pulang dari perjalanannya keliling Eropa, Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman Empire) bukan sekadar kerajaan masa lalu—tapi cerminan peradaban yang mengalami siklus besar: lahir, berkembang, berjaya, dan akhirnya runtuh.

Dari mimpi kosmopolitan hingga bayang-bayang kehancuran, begini perjalanan epik Ottoman selama 624 tahun (1299–1922).

Fajar: Mimpi yang Menjadi Kenyataan

Bayangkan Anatolia di abad ke-14: wilayah terpecah belah, kerajaan-kerajaan kecil saling bersaing. Dari sini, Osman I—pemimpin suku kecil—memulai perjalanan ambisiusnya. Cucu keturunannya, Mehmed II, membawa mimpi ini ke puncaknya dengan menaklukkan Konstantinopel (1453). Kota yang selama seribu tahun dianggap tak terkalahkan akhirnya jatuh, dan berubah menjadi Istanbul—jantung baru dunia Islam.Ujarnya saat di temui di Yogyakarta;Rabu;05/03/2025

Hagia Sophia, simbol kejayaan Bizantium, diubah menjadi masjid, mencerminkan bagaimana Ottoman memadukan budaya Timur dan Barat. Sultan bukan sekadar pemimpin politik, tapi juga “bayangan Tuhan di bumi”, menyatukan agama dan kekuasaan dalam satu entitas. Ini bukan sekadar ekspansi wilayah, tapi kelahiran identitas baru.

Puncak: Era Keemasan di Bawah Suleiman Agung

Jika ada satu nama yang mewakili kejayaan Ottoman, itu adalah Suleiman Agung (1520–1566). Di eranya, Istanbul menjadi pusat dunia: arsitektur megah seperti Masjid Süleymaniye berdiri, hukum direformasi, seni dan sains berkembang.paparnya

Salah satu sistem brilian yang membuat kerajaan ini kuat adalah devşirme—program rekrutmen anak-anak Kristen untuk dilatih menjadi Janissari (elite militer) dan pejabat tinggi. Hasilnya? Administrasi yang kuat, pasukan yang tangguh, dan kekaisaran yang terus meluas.

Namun, seperti istana yang terlalu besar, Utsmaniyah mulai kesulitan mengurus semua ini. Wilayah yang terlalu luas, birokrasi yang makin kompleks, dan ketergantungan pada sistem lama menjadi titik lemah yang diam-diam menanti waktu untuk runtuh.

Senja: Perlahan Menuju Kemunduran

Kekalahan Ottoman di Wina (1683) menjadi sinyal awal kemunduran. Satu demi satu, wilayahnya mulai lepas. Sultan-sultan berikutnya tak sekuat pendahulunya, korupsi merajalela, inovasi terhambat.

Untuk mengejar ketertinggalan dari Eropa yang sudah memasuki era revolusi industri, Ottoman mencoba melakukan Reformasi Tanzimat (1839)—modernisasi di bidang pendidikan, hukum, dan militer. Namun, reformasi ini justru ditolak oleh banyak pihak yang merasa tradisi sedang dikorbankan. Ottoman terjebak dalam dilema: ingin berubah, tapi tubuhnya sudah terlalu rapuh.

Kegelapan: Perang dan Akhir Sebuah Imperium

Perang Dunia I (1914–1918) menjadi pukulan terakhir. Berpihak pada Jerman yang kalah, Ottoman dipaksa menerima kenyataan pahit: wilayahnya dipecah oleh Sekutu.Jelasnya

Lalu datanglah Mustafa Kemal Atatürk, seorang jenderal muda dengan visi baru. Tahun 1922, ia membubarkan kekhalifahan dan mendirikan Republik Turki yang sekuler. Kesultanan yang pernah menguasai tiga benua runtuh, bukan dengan ledakan, tapi dalam keputusasaan.

Refleksi: Pelajaran dari Sejarah

Utsmaniyah mengajarkan kita dua hal penting:

  1. Adaptasi atau mati. Mereka gagal karena terlalu lama bertahan pada sistem lama, sementara dunia terus berubah.
  2. Identitas vs. perubahan. Reformasi Tanzimat dianggap sebagai “pengkhianatan” oleh beberapa kalangan, padahal mungkin itu satu-satunya jalan penyelamat”Di era globalisasi ini, pertanyaannya tetap sama: Bagaimana menjaga identitas tanpa menolak kemajuan

Sejarah Utsmaniyah bukan hanya masa lalu. Ia adalah peringatan bahwa setiap kejayaan menyimpan benih keruntuhannya sendiri. Namun, seperti roda sejarah yang terus berputar, setelah malam yang gelap, fajar akan datang lagi.Pungkas:Agus(Tyo)