SMKN 3 Yogyakarta Perkuat Kesiapan Siswa Memasuki Dunia Kerja

kegiatan Sosialisasi Kebekerjaan PT Dalligent Solusi Indonesia yang digelar di SMKN 3 Yogyakarta

NASIONALTERKINI.COM.SMKN 3 Yogyakarta memperkuat kesiapan siswa menghadapi dunia kerja dengan memperluas pemahaman mereka mengenai kebutuhan industri, perkembangan teknologi, hingga proses rekrutmen tenaga kerja.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Kebekerjaan PT Dalligent Solusi Indonesia yang digelar di SMKN 3 Yogyakarta, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB

Ini menjadi bagian dari program kerja Hubungan Masyarakat (Humas) sekolah dalam meningkatkan kompetensi serta kesiapan lulusan menghadapi dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., mengatakan penyiapan lulusan untuk memasuki dunia kerja menjadi salah satu sasaran utama pendidikan di SMK. Selain bekerja, lulusan juga memiliki pilihan untuk berwirausaha maupun melanjutkan pendidikan.

“Target utama kami adalah menyiapkan anak-anak agar siap bekerja. Setelah itu, mereka bisa memilih berwirausaha atau melanjutkan pendidikan,” kata Widada.

Menurut dia, kesiapan memasuki dunia kerja tidak cukup hanya dibangun melalui pembelajaran di kelas. Sekolah perlu menghadirkan berbagai program yang mempertemukan siswa dengan dunia industri secara langsung.

Melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, sekolah membentuk unit yang berfokus pada pengembangan karier siswa. Sekolah juga bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) untuk membantu siswa memperoleh informasi dan akses menuju dunia kerja.

Program untuk memfasilitasi siswa menuju pekerjaan kami jalankan melalui unit kerja Waka Humas yang menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk industri sebagai mitra sekolah dan penyedia lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Widada menjelaskan, sosialisasi industri menjadi sarana bagi siswa untuk memahami lebih jauh karakter dunia kerja. Materi yang diberikan mencakup profil perusahaan, bidang usaha, jenis pekerjaan, kompetensi yang dibutuhkan, serta mekanisme seleksi tenaga kerja.

Siswa juga diperkenalkan dengan teknik menghadapi wawancara kerja. Menurut Widada, kemampuan berkomunikasi dan sikap saat wawancara menjadi bagian penting dalam proses seleksi setelah persyaratan administratif terpenuhi.

“Industri biasanya tidak hanya melihat kemampuan teknis. Sikap, karakter, semangat, kesehatan fisik, mental, dan daya juang juga menjadi perhatian,” katanya.

Karena itu, sekolah terus memperkuat pendidikan karakter agar siswa memiliki sikap dan mental yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Pengetahuan mengenai teknik wawancara juga diharapkan dapat menjadi bekal siswa ketika mengikuti proses rekrutmen, baik di PT Dalligent Solusi Indonesia maupun perusahaan lainnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 3 Yogyakarta Bidang Humas Arpeni Rahmawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan kegiatan sosialisasi kebekerjaan merupakan agenda rutin sekolah untuk memperluas wawasan siswa mengenai perkembangan dunia industri.

Kami berupaya memberikan pengetahuan tentang dunia kerja dari berbagai perusahaan dan industri. Beberapa hari lalu kami mengundang perusahaan dari Jepang, dan hari ini kami berkesempatan menghadirkan PT Dalligent Solusi Indonesia,” kata Arpeni.

Menurut dia, kehadiran PT Dalligent Solusi Indonesia memberikan perspektif baru kepada siswa, khususnya terkait perkembangan pekerjaan yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Selama ini, kata dia, siswa lebih banyak mengenal AI untuk membuat gambar, poster, atau membantu mencari jawaban. Padahal, perkembangan teknologi tersebut juga melahirkan bidang pekerjaan baru yang berkaitan dengan pengumpulan dan pengolahan data hingga menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan oleh industri.

Salah satu contoh yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah pemanfaatan data hasil perekaman perjalanan suatu rute. Data tersebut kemudian dapat diolah menggunakan teknologi AI dan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan perusahaan, termasuk sektor logistik dan transportasi.

Ini menjadi hal baru yang sangat bermanfaat bagi anak-anak. Wawasan mereka tentang dunia kerja menjadi lebih luas karena perkembangan teknologi di luar sekolah bergerak sangat cepat,” ujarnya.

Arpeni berharap kerja sama dengan PT Dalligent Solusi Indonesia tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Sekolah membuka peluang untuk menjalin kerja sama yang lebih luas, termasuk pengembangan kurikulum, program magang, hingga rekrutmen lulusan.

Kami berharap pengetahuan dari industri bisa masuk ke dalam pembelajaran sehingga kurikulum sekolah semakin mengikuti perkembangan terbaru. Kami juga berharap ada kesempatan magang bagi siswa dan ke depan ada perekrutan lulusan SMKN 3 Yogyakarta,” katanya.

Buka Peluang Magang

Widada menambahkan, sekolah juga memberikan ruang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman kerja tambahan di luar program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang menjadi bagian dari kurikulum.

Menurut dia, apabila setelah menyelesaikan PKL terdapat industri yang membutuhkan siswa untuk mendapatkan pengalaman kerja lebih lanjut, sekolah dapat memfasilitasinya dengan tetap memastikan proses pembelajaran berjalan.

PKL merupakan program yang sudah diatur dalam kurikulum. Namun, ketika setelah PKL ada industri yang membutuhkan siswa untuk mendapatkan pengalaman lebih lanjut, kami tidak menutup kemungkinan. Polanya kami atur agar pembelajaran tetap berjalan,” jelasnya.

Kesempatan tersebut dinilai dapat memberikan pengalaman lebih luas kepada siswa. Dalam program magang tertentu, siswa juga berpeluang mendapatkan uang saku dari perusahaan.

Widada mencontohkan kebutuhan industri perhotelan terhadap tenaga teknis, seperti bidang kelistrikan, pendingin ruangan, eskalator, dan perangkat pendukung operasional lainnya.

Kami menyiapkan anak-anak yang memang benar-benar siap untuk mendapatkan pengalaman kerja tambahan. Yang penting, sekolah tetap mengatur agar mata pelajaran yang ditinggalkan dapat diikuti kembali,” katanya.

Melalui kolaborasi dengan dunia industri, SMKN 3 Yogyakarta berharap lulusan tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keahlian, tetapi juga memahami karakter dunia kerja, memiliki pengalaman, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Bagi sekolah, keterhubungan antara pembelajaran dan kebutuhan industri menjadi bagian penting untuk memastikan lulusan SMK memiliki daya saing ketika memasuki pasar kerja.Pungkas:Widada(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *