550 Peserta Ramaikan Fashion Show Kebaya, Tradisi Bertemu Kreativitas di Sleman

foto:pemenang lomba Fashion Show Kebaya Memperebutkan Piala Bupati Sleman.

NASIONALTERKINI.COM SLEMAN. Kebaya tampil dalam beragam interpretasi di panggung Lomba Fashion Show Kebaya Memperebutkan Piala Bupati Sleman. Digelar dalam rangka memperingati 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), ajang ini mempertemukan semangat pelestarian busana tradisional dengan kreativitas generasi muda dan masyarakat Sleman.
Kegiatan berlangsung di Joglo Taman Budaya Lohjinawi, Sinduharjo, Ngaglik,Sleman Rabu:09/09/2026

Sebanyak 550 peserta ambil bagian dalam perhelatan yang tidak hanya menjadi kompetisi fesyen, tetapi juga ruang untuk menunjukkan bahwa kebaya tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

Peserta terbagi dalam dua kategori. Kategori remaja mengusung tema Kebaya Funky untuk peserta usia 14–24 tahun, sementara kategori dewasa menampilkan Kebaya Pakem Gagrak Jogja bagi peserta berusia 24 tahun ke atas.

Kehadiran dua kategori tersebut memperlihatkan bagaimana kebaya dapat bergerak dari pakem tradisional hingga eksplorasi gaya yang lebih dinamis tanpa kehilangan identitas budayanya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan peringatan 14 Tahun Keistimewaan DIY tidak semestinya hanya dimaknai sebagai penanda perjalanan waktu. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat untuk terus merawat warisan budaya sebagai bagian dari jati diri masyarakat Yogyakarta.

“Peringatan Keistimewaan DIY tahun ini mengangkat tema Mulyaning Manah, Mukti ing Bumi, Wibawaning Jagad, yang sejalan dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana. Ini mengingatkan kita bahwa kemajuan zaman dan modernisasi tidak boleh membuat kita kehilangan jati diri maupun tercerabut dari akar nilai budaya,” ujar Danang.

Menurutnya, fashion show kebaya menjadi salah satu cara menarik untuk mempertemukan tradisi dan kreativitas. Kebaya tidak hanya diposisikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber inspirasi yang dapat terus dikembangkan sesuai perkembangan zaman.

“Melalui peragaan busana ini, kita tunjukkan bahwa kebudayaan adalah sumber inspirasi yang hidup. Terima kasih kepada para seniman, penggiat budaya, dan anak-anak muda yang terus nguri-nguri budaya. Mari kita jadikan momen ini untuk memperkuat tekad pembangunan Yogyakarta,” katanya.

Antutias para peserta yang tampil membawa karakter dan masing-masing peserta:Pungkas:Danang(Aan)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *