Selly Sagita: Kuasai Produk, Kelola Waktu, dan Berani Memulai Jadi Kunci Sukses Perempuan Berdaya

foto=Founder Borobudur Silver, Selly Sagita, dalam talkshow “Heritage In Her Power: Peran Perempuan Berdaya

NASIONALTERKINI.COM. Yogyakarta. Perjalanan membangun sebuah usaha besar tidak selalu diawali dengan mimpi menjadi pengusaha. Hal itulah yang disampaikan Founder Borobudur Silver, Selly Sagita, dalam talkshow “Heritage In Her Power: Peran Perempuan Berdaya” yang digelar Srikandi KADIN DIY pada rangkaian INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (16/7/2026).

Di hadapan para peserta, Selly membagikan kisah perjalanan hidupnya yang dimulai dari seorang dosen hingga akhirnya memilih menekuni dunia usaha kerajinan perak. Ia mengaku tidak pernah membayangkan akan menjadi pemilik perusahaan. Namun, satu prinsip yang selalu dipegangnya adalah menguasai setiap bidang yang ditekuni.

“Kalau memegang sesuatu, saya harus benar-benar belajar sampai paham. Produk yang kita jual harus kita kuasai. Kalau kita menguasainya, kita akan lebih percaya diri dalam mengembangkannya,” ujar Selly.

Selly bercerita bahwa dirinya bukan asli Yogyakarta. Ia datang ke Kota Gudeg sejak usia 13 tahun untuk belajar, kemudian menikah dan sempat berkarier sebagai dosen. Meski telah dipersiapkan melanjutkan pendidikan dengan beasiswa, ia memilih mengundurkan diri karena ingin memiliki ruang lebih luas untuk berkarya dan berwirausaha.

Keputusan itu menjadi titik balik hidupnya. Berawal dari sering melihat wisatawan asing menuju Kotagede, ia melihat peluang besar pada industri kerajinan perak. Dengan modal pinjaman dari kakaknya sekitar Rp40 juta pada tahun 1989, Selly membuka toko perak sederhana yang kini berkembang menjadi Borobudur Silver.

“Saya memulai dari empat etalase sederhana. Modalnya berasal dari pinjaman keluarga. Yang terpenting adalah berani memulai dan terus belajar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Selly juga menekankan pentingnya kebanggaan terhadap identitas bangsa. Menurutnya, setiap generasi harus menguasai bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, sekaligus melestarikan bahasa daerah dan mempelajari bahasa asing agar mampu bersaing di tingkat global.

Selain membahas perjalanan bisnis, Selly menyoroti perubahan zaman yang dipengaruhi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia mengajak para pelaku usaha, khususnya perempuan, untuk tidak takut memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung produktivitas.

“AI bukan untuk ditakuti. Justru kita harus belajar menggunakannya agar bisa mengikuti perkembangan zaman dan membantu pekerjaan menjadi lebih efektif,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengenai peran perempuan sebagai ibu, istri, sekaligus pengusaha, Selly mengakui tantangan yang dihadapi perempuan tidaklah ringan. Menurutnya, perempuan kerap dihadapkan pada berbagai tuntutan sosial dan keluarga.

“Perempuan memiliki banyak peran. Kuncinya adalah menentukan prioritas dan mampu mengelola waktu dengan baik. Dalam 24 jam yang kita miliki, harus ada pembagian yang seimbang antara keluarga, pekerjaan, dan kehidupan sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan seorang perempuan bukan hanya diukur dari pencapaian karier, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keseimbangan dalam berbagai peran yang dijalani.

Talkshow “Heritage In Her Power: Peran Perempuan Berdaya” menjadi salah satu agenda utama dalam INACRAFT Festival 2026, yang menghadirkan inspirasi bagi perempuan untuk terus berkarya, berinovasi, serta berkontribusi dalam pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif Indonesia. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian INACRAFT Runway Festival. Tutup:Selly(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *