Pengembangan Nyamplung Dorong Bioenergi, Carbon Removal, dan Ekonomi Hijau Indonesia

NASIONALTERKINI.COM. Selaras dengan Semangat INACRAFT Yogyakarta 2026: Memayu Hayuning Bawono – Merawat Cerita, Mewariskan Budaya Potensi pohon nyamplung (Calophyllum inophyllum) sebagai sumber energi terbarukan, penyerap karbon, sekaligus bahan baku berbagai produk ramah lingkungan terus diperkenalkan kepada masyarakat melalui ajang INACRAFT Yogyakarta 2026. Kehadiran nyamplung menjadi salah satu bentuk inovasi berbasis sumber daya alam Indonesia yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam pameran tersebut, PT Pandu Wijaya Negara memperoleh ruang kolaborasi dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk memperkenalkan pengembangan nyamplung sebagai bagian dari gerakan Inovasi Hijau Indonesia.

Kolaborasi ini menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan tanaman lokal Indonesia yang memiliki nilai ekonomi, ekologis, dan sosial. Selain membuka peluang sinergi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga riset, akademisi, dan masyarakat, pengembangan nyamplung juga diharapkan menjadi solusi nyata dalam mendukung target penurunan emisi karbon Indonesia.

Direktur PT Pandu Wijaya Negara, Edi Supriyanto, menyampaikan apresiasi kepada KADIN DIY atas kesempatan yang diberikan dalam memperluas edukasi sekaligus membangun jejaring pengembangan nyamplung.
«”Kami berterima kasih kepada KADIN DIY yang telah memberikan ruang kolaborasi untuk memperkenalkan potensi nyamplung. Harapannya semakin banyak pihak yang mengenal, mendukung, dan bersama-sama mengembangkan nyamplung di Indonesia,” ujar Edi.»Kamis:16/07/2026 saat di temui di dtand pameran Innacraft KADIN DIY

PT Pandu Wijaya Negara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan bisnis karbon serta memiliki izin sebagai produsen dan pengedar bibit tanaman hutan, khususnya bibit nyamplung tersertifikasi. Pengembangan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penyediaan sumber benih provenan unggul, produksi bibit bersertifikat, pembangunan persemaian, hingga pengembangan tegakan nyamplung berkelanjutan.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung berbagai agenda pembangunan hijau, meliputi Carbon Removal melalui peningkatan cadangan karbon dengan penanaman pohon dan restorasi lanskap, Bioenergi Terbarukan melalui pemanfaatan biji nyamplung sebagai bahan baku energi rendah karbon, Ekonomi Sirkular melalui optimalisasi biomassa dan berbagai produk turunannya, serta Restorasi Lingkungan melalui rehabilitasi lahan kritis, kawasan pesisir, daerah aliran sungai (DAS), reklamasi lahan, dan pemulihan ekosistem.

Sementara itu, dokter spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) sekaligus pegiat lingkungan, dr. Sofyan Suri Susilo, Sp.THT-KL, menjelaskan bahwa pengembangan nyamplung merupakan salah satu solusi berbasis alam (Nature-Based Solutions) yang mampu menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, nyamplung memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar, menghasilkan biji sebagai bahan baku bioenergi, serta dapat tumbuh di berbagai kondisi lahan, termasuk kawasan pesisir dan lahan kritis yang membutuhkan rehabilitasi.
«”Kita membutuhkan lebih banyak pohon yang mampu menyerap emisi karbon sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Nyamplung memiliki potensi besar untuk mendukung transisi energi, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai produk turunannya,” ujar dr. Sofyan.»
Ia menambahkan bahwa pengembangan nyamplung bukan hanya berbicara mengenai penanaman pohon, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi hijau yang melibatkan masyarakat, dunia usaha, pemerintah, akademisi, hingga investor dalam satu rantai nilai yang berkelanjutan.
Melalui momentum INACRAFT Yogyakarta 2026 yang mengusung tema “Memayu Hayuning Bawono – Merawat Cerita, Mewariskan Budaya”, pengembangan nyamplung diharapkan menjadi inspirasi bahwa kekayaan hayati Indonesia tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap ketahanan energi, pengurangan emisi karbon, pemulihan lingkungan, serta pembangunan ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.
Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pengembangan bibit nyamplung tersertifikasi, program carbon removal, agroforestri nyamplung, serta berbagai inovasi ekonomi hijau dapat mengakses www.carbontrading.co.id.
Mengusung semangat “Nyamplung: Merawat Alam, Menyerap Karbon, Mewariskan Masa Depan”, PT Pandu Wijaya Negara bersama para pegiat lingkungan terus mendorong Inovasi Hijau Indonesia melalui pendekatan “Restoring Nature • Removing Carbon • Creating Green Future” sebagai komitmen menghadirkan solusi berbasis alam bagi generasi sekarang dan mendatang.Pungkas:Sofyan(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
