
foto:acara jumpa perss prambanan Jazz Festival 2026 siap kembali digelar pada 3-5 Juli 2026
NASIONALTERKINI.COM. SLEMAN. Prambanan Jazz Festival 2026 siap kembali digelar pada 3-5 Juli 2026 di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Menjelang pelaksanaan festival, panitia menggelar konferensi pers pada Kamis (2/7/2026) pukul 15.30 WIB di Taman Agastya, area barat daya Kompleks Taman Wisata Candi Prambanan.

Founder Rajawali Indonesia, Anas Syahrul Alimi, mengatakan Prambanan Jazz bukan sekadar festival musik, tetapi ruang perayaan berbagai bentuk seni, budaya, dan kreativitas yang berpadu dengan kemegahan warisan budaya dunia.
Menurut Anas, salah satu daya tarik utama tahun ini adalah kehadiran musisi internasional yang memiliki rekam jejak kolaborasi dengan sejumlah musisi dunia. Ia mengaku proses menghadirkan artis tersebut telah diupayakan sejak 2019 hingga akhirnya berhasil terealisasi pada tahun ini.
“Prambanan Jazz bukan hanya tentang musik. Kami ingin menghadirkan festival tempat semua hal bisa dirayakan. Musik, seni rupa, budaya, hingga kreativitas bertemu dalam satu ruang yang sama,” ujarnya.
Tahun ini, Prambanan Jazz juga menghadirkan sentuhan artistik melalui karya perupa ternama Eko Nugroho yang dipercaya sebagai direktur artistik festival. Anas menilai karya Eko menjadi respons kontemporer terhadap kemegahan Candi Prambanan sebagai mahakarya seni dari masa lampau.
“Apapun itu, Candi Prambanan adalah karya seni luar biasa dari masa lalu. Tahun ini direspons secara kontemporer oleh Mas Eko Nugroho dengan karya yang sangat istimewa,” katanya.
Selain itu, panitia juga menunjuk Sadu Rasidi sebagai kurator festival. Bersama tim, ia menyusun konsep agar identitas jazz semakin terasa dalam setiap penampilan.
Melalui program “Playing Jazz”, sejumlah musisi lintas genre diajak menyajikan aransemen khusus bernuansa jazz. Anas menyebut sekitar 63 persen penampil tahun ini akan membawakan konsep yang mengandung unsur jazz.
Festival juga menghadirkan penampilan spesial dari musisi jazz internasional asal Amerika Serikat, Joey Alexander, yang akan tampil dalam konsep kolaboratif bersama Dewa Budjana serta Natasha Elvira dari Socialited. Selain itu, maestro seni Eko Prawoto juga akan tampil sebagai bagian dari rangkaian festival.
Anas mengungkapkan keberlangsungan Prambanan Jazz hingga memasuki penyelenggaraan tahun ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, khususnya para pembeli tiket yang terus memberikan kepercayaan kepada penyelenggara.
“Kami terus berikhtiar agar Prambanan Jazz dapat diterima oleh semakin banyak kalangan. Alhamdulillah, hingga hari ini kami masih bisa bertahan berkat dukungan banyak pihak, terutama para penonton yang membeli tiket. Dukungan itulah yang membuat kami terus bersemangat menghadirkan festival ini setiap tahun,” ungkapnya.
Sementara itu,pengelola destinasi wisata Candi Prambanan, Gistang R Panutur
Direktur Komersial PT TWC, mengatakan Prambanan Jazz telah menjadi salah satu agenda pariwisata nasional bahkan internasional yang memberikan dampak ekonomi sangat besar.
Pada penyelenggaraan tahun lalu, festival tersebut berhasil menarik sekitar 76.000 pengunjung selama tiga hari. Tahun ini jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat.
“Prambanan akan terus mendukung penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional. Dampaknya tidak hanya dirasakan penyelenggara atau pengelola destinasi, tetapi juga masyarakat sekitar melalui peningkatan ekonomi pariwisata, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga sektor jasa lainnya,” jelasnya.
Menurut Gistang, Prambanan kini telah berkembang menjadi rumah bagi berbagai kegiatan kreatif. Kehadiran festival seperti Prambanan Jazz menciptakan multiplier effect yang luas, mulai dari sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi masyarakat di sekitar kawasan destinasi wisata.Pungkas:Gistang(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
