foto=Karya Batik lukis asli sebagai ciri khas utama Griya Ageman by Linda Susanti

NASIONALTERKINI.COM. Griya Ageman by Linda Susanti tampil memikat dalam gelaran Jogja Fashion Parade (JFP) 2026 yang berlangsung di Sleman City Hall, Yogyakarta. Mengusung tema “SANGKARA Seri 3”, koleksi ini secara khusus menampilkan delapan karya busana ekstravaganza yang mengedepankan batik lukis asli sebagai ciri khas utama Griya Ageman.

Delapan karya yang diperagakan dalam show tersebut masing-masing dirancang sebagai karya seni busana yang berdiri sendiri, dengan karakter, motif, dan detail yang berbeda. Seluruh busana dikerjakan menggunakan teknik batik lukis manual, bukan cetak, sehingga setiap karya bersifat unik dan eksklusif.

Saat ditemui di sela peragaan, Linda Susanti menjelaskan bahwa proses penciptaan delapan busana dalam SANGKARA Seri 3 dilakukan secara detail dan penuh ketelitian, mulai dari perancangan motif, proses melukis batik, pewarnaan, hingga tahap finishing. Seluruh proses tersebut dikerjakan oleh tangan-tangan terampil perajin lokal, menjadikan setiap karya memiliki nilai seni dan filosofi yang kuat.Sabtu:07/02/2026

foto=Fashion Designer Linda Susanti

Untuk malam ini, kami menampilkan delapan busana ekstravaganza berbahan batik silk dan jacquard, dengan dominasi warna emas, krem, dan hitam. Setiap busana memiliki cerita dan detail berbeda. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan karena seluruh detailnya handmade,” ujar Linda.

Batik lukis menjadi identitas utama Griya Ageman dalam mengangkat nilai seni dan budaya Nusantara. Pada koleksi SANGKARA Seri 3, delapan karya busana tersebut terinspirasi dari tokoh-tokoh pewayangan perempuan, seperti Srikandi, Rama–Shinta, dan Arimbi. Karakter-karakter ini diterjemahkan ke dalam visual batik lukis dengan pendekatan artistik, simbolis, dan penuh makna, sebagai upaya menghadirkan kembali kisah wayang dalam balutan fashion kontemporer.

Tak hanya berfokus pada unsur tradisi, Linda Susanti juga menghadirkan perpaduan lintas budaya dalam siluet dan potongan busana. Unsur Eropa dan Jepang diolah secara harmonis dengan batik dan wayang, sehingga delapan karya yang ditampilkan tidak hanya merepresentasikan warisan budaya, tetapi juga relevan dengan tren fashion global.

“Melalui delapan karya dalam SANGKARA Seri 3, kami ingin menunjukkan bahwa batik dan wayang bisa tampil modern, elegan, dan memiliki daya saing di tingkat internasional,” tambahnya.

Terkait pemesanan, Griya Ageman membuka layanan by order bagi masyarakat yang ingin memiliki busana eksklusif dengan sentuhan personal. Untuk satu karya dengan detail batik lukis, waktu pengerjaan rata-rata membutuhkan sekitar satu bulan, menyesuaikan tingkat kerumitan desain dan detail handmade yang diinginkan.

Informasi lebih lanjut mengenai koleksi dan pemesanan dapat diakses melalui akun Instagram @griyaageman dan @linda.susanti.:Tutup:Linda(Tyo)

Redaksi=terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *