NASIONAlTERKINI.Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol. Anggoro Sukartono, S.I.K., meninjau langsung progres pembangunan Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Markas Komando Yon A Sat Brimob, Sentolo, Kulonprogo, pada Senin 07/04/2025 .Yogyakarta
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai jadwal. Kapolda didampingi oleh Dansat Brimob Polda DIY.
Berdasarkan laporan dari pihak kontraktor, pembangunan dapur telah mencapai progres 71,19 persen dari total pekerjaan, dengan sisa waktu pelaksanaan 21 hari dari total 60 hari kalender. Dapur ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada Mei 2025.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyatakan bahwa dapur ini akan berperan penting dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah Kulonprogo.
“Pembangunan dapur ini sangat strategis untuk memastikan ketersediaan makanan bergizi yang akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap fasilitas ini segera selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa proses pembangunan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
“Kami bersinergi dengan pemerintah daerah dan warga sekitar agar proyek ini berjalan lancar, dimulai dengan pembangunan dapur berkualitas sebagai fondasi penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat,” tambah Ihsan.
Dengan progres pembangunan yang positif, Polda DIY optimistis dapur SPPG ini akan memberikan pelayanan optimal dan menjadi model bagi pengembangan dapur serupa di wilayah lainnya.Pungkas:Ihsan(Tyo)
NASIINALTERKINI.Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi ekonomi global dan strategi respons pemerintah, termasuk kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS).Senin 07/04/2025 di Istana Negara Merdeka Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah diplomasi ekonomi yang terkoordinasi dan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa proses negosiasi telah berlangsung secara mendalam dan akan segera dikomunikasikan secara resmi kepada pihak AS.
“Presiden telah menugaskan saya bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan untuk menjalankan misi ini sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Airlangga kepada media usai rapat.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan menyampaikan posisi resminya sebelum tenggat waktu yang ditentukan. “Sebelum tanggal 9, kita sudah menyampaikan posisi kita,” jelasnya.
Selain isu tarif, rapat juga membahas respons terhadap dinamika ekonomi global lainnya, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah. Presiden Prabowo dijadwalkan akan menyampaikan secara langsung arah kebijakan ekonomi nasional pada Selasa, 8 April 2025, di Kantor Pusat Bank Mandiri, Jakarta.
“Besok pukul 13.00, Presiden akan menyampaikan pernyataan langsung di acara yang digelar di Bank Mandiri, Bapindo,” kata Airlangga.
Acara tersebut akan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis, mulai dari ekonom, investor, pimpinan redaksi media, hingga masyarakat umum. Melalui forum ini, pemerintah ingin menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, dengan mengedepankan pendekatan diplomatik, kebijakan fiskal yang adaptif, serta komunikasi terbuka dengan pasar dan masyarakat.Pubgkas :Airlangga(Tyo)
NASIONALTERKINI. Dalam momentum Panen Raya Nasional yang digelar serentak di 14 provinsi sentra produksi padi, Presiden Prabowo Subianto menggelar dialog interaktif dengan para petani dari seluruh Indonesia melalui sambungan virtual pada Senin, 7 April 2025. Acara ini dipusatkan di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jati 7, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Presiden Prabowo memimpin langsung jalannya dialog yang turut diikuti oleh para gubernur serta 156 bupati dan wali kota dari berbagai daerah. Pemerintah menyebut sekitar 100 juta petani beserta keluarganya telah merasakan dampak positif dari sejumlah kebijakan, terutama dalam hal harga gabah dan distribusi pupuk.
Dalam sesi dialog, perwakilan petani dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai efektif meningkatkan kesejahteraan petani.
“Harga gabah kini mencapai Rp6.500 per kilogram dan pupuk tersedia dengan mudah. Kami merasa bahagia dan terbantu,” ujar Joko, perwakilan kelompok tani Ngawi.
Joko juga menyoroti efektivitas Program PRRB (Pertanian Ramah Rakyat Berkelanjutan) yang dijalankan di wilayahnya. Menurutnya, program tersebut berhasil menekan kebutuhan pupuk sekaligus meningkatkan hasil panen.
“Kami berharap program ini tidak hanya berlangsung selama 200 hari, tetapi dapat berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, dari Aceh, Gubernur Muzakir Manaf menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur pertanian, khususnya irigasi di Aceh Utara.
“Masih ada sembilan kecamatan yang belum terjangkau irigasi. Kami berharap pertanian Aceh dapat lebih maju dan menjadi lumbung padi nasional,” ujarnya.
Dari Kabupaten Serang, Banten, perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur menyoroti kelancaran distribusi pupuk sebagai faktor penting dalam peningkatan produksi.
“Dulu hasil panen hanya sekitar 7,5 ton, sekarang meningkat karena pupuk tersedia tepat waktu. Petani tidak lagi kesulitan,” ungkap salah satu anggota Gapoktan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk membangun sektor pertanian yang berpihak pada rakyat.
“Saya ingin menjadi pemimpin yang mampu menurunkan harga pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani. Kita akan bahagia jika rakyat tersenyum dan petani makmur,” tegasnya.
Dialog ini mencerminkan gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang menempatkan partisipasi publik sebagai elemen penting dalam pengambilan kebijakan, serta memperkuat semangat gotong royong dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.Pungkass:Muzakir(Tyo)
NASIONALTERKINI– Memasuki H+4 Hari Raya IdulFitri 1446 H, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., melakukan inspeksi langsung ke Pos Pengamanan (Pospam) Pantai Parangtritis, Bantul. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan aparat dalam memberikan layanan keamanan kepada wisatawan selama libur Lebaran.Jum’at:04/04/2025 di Pantai Parangtritis Yogyakarta
Pantai Parangtritis dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah, untuk menghabiskan masa libur. Tingginya jumlah kunjungan menjadi alasan utama pentingnya pengamanan ekstra di kawasan ini.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, mengatakan bahwa pengecekan ini penting untuk menilai kesiapan personel, kelengkapan peralatan, serta prosedur penanganan potensi gangguan keamanan.
“Pos Pengamanan ini dibentuk berdasarkan hasil analisa dan evaluasi tahun sebelumnya, serta melihat situasi terkini. Harapannya, masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan selama berlibur,” jelas Kombes Ihsan.
Ia menambahkan, fokus utama dari pengecekan ini adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan pengunjung, yang hanya dapat dicapai melalui kerja sama antara aparat dan masyarakat.
“Kami bersama Satlinmas Rescue Parangtritis terus bersiaga dan melakukan patroli untuk memberikan imbauan. Namun, yang terpenting adalah kepatuhan masyarakat terhadap imbauan yang disampaikan,” imbuhnya.
Dalam kunjungannya, Kapolda juga meninjau garis pantai untuk memeriksa kesiapan pengamanan, termasuk pemasangan bendera penanda titik rawan arus balik (rip current) serta patroli dengan pengeras suara (public address) untuk memberikan peringatan dini kepada pengunjung.Paparnya
Tak hanya meninjau, Kapolda juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para petugas di lapangan, memberikan motivasi, dan mengapresiasi kerja keras mereka dalam menjaga keselamatan publik selama masa libur Lebaran.
“Kami berharap para petugas tetap semangat dan solid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Kombes Ihsan.
Lebih lanjut, Kabidhumas menyampaikan harapannya agar kehadiran Pos Pengamanan di Pantai Parangtritis dapat mengurangi potensi gangguan keamanan serta mempercepat respons apabila terjadi kecelakaan laut.
Ia juga mengingatkan para wisatawan untuk selalu mematuhi petunjuk dan arahan dari petugas di lapangan.
“Petugas di lapangan memiliki pemahaman dan pengalaman mengenai titik-titik rawan dan aman. Jadi, penting bagi masyarakat untuk mengikuti arahan demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Sebelum menuju Parangtritis, Kapolda DIY dan jajaran pejabat utama Polda DIY lebih dahulu meninjau kesiapan personel di Polres Bantul. Dalam kunjungan tersebut, Kapolda memberikan arahan kepada jajaran Polres Bantul dan mengecek kesiapan Posko Operasi Ketupat Progo 2025.Pungkas :Kombes Ihsan(Tyo)
NASIONALTERKINI- Polda DIY terus memantau arus balik Lebaran 2025 demi memastikan kelancaran lalu lintas di wilayah DIY. Hingga H+2 Lebaran, situasi lalu lintas terpantau aman dan terkendali meskipun terjadi lonjakan volume kendaraan.
Berdasarkan pantauan CCTV dari Posko Operasi Ketupat Progo 2025, jumlah kendaraan yang meninggalkan Yogyakarta terus meningkat sejak Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengungkapkan bahwa dibandingkan hari H, jumlah kendaraan keluar meningkat signifikan.
“Di hari H, kendaraan yang keluar dari DIY tercatat sebanyak 115.464 unit. Sementara pada H+1 Lebaran, jumlahnya naik menjadi 156.347 kendaraan. Artinya, ada lonjakan sebanyak 40.883 kendaraan,” ujarnya.Rabu 02/04/2025 di Yogyakarta
Pada H+2 hingga pukul 12.00 WIB, titik arus balik tertinggi berada di batas provinsi Tempel dengan 23.753 kendaraan. Selain itu, di Prambanan tercatat 21.029 kendaraan keluar dari DIY, sedangkan di Entry Tol Tamanmartani sebanyak 3.078 kendaraan.
Mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Polda DIY telah mengerahkan personel di sejumlah titik rawan macet untuk mengatur arus kendaraan agar tetap lancar. “Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas demi kelancaran perjalanan pemudik,” tambah Kombes Pol Ihsan.
Tak hanya itu, ia juga mengimbau para pemudik untuk selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan dalam berkendara. “Ikuti petunjuk petugas di lapangan, jangan terburu-buru, dan pastikan perjalanan arus balik berjalan dengan aman dan nyaman,” pesannya.
Dengan berbagai langkah antisipasi ini, diharapkan arus balik Lebaran 2025 tetap kondusif dan pemudik dapat kembali ke perantauan dengan selamat.Pungkas:Ihsan(Tyo)
NASIONALTERKINI.Tradisi Syawalan atau yang dikenal dalam bahasa Jawa sebagai Lebaran Kupat menjadi momen istimewa bagi keluarga besar Trah Amat Dimejo. Tahun ini, mereka menggelar acara Syawalan dan Halal Bihalal 1 Syawal 1446H/2025M Ujar:Bp H.Rohadi Rabu (02/4/2025) pukul 10.00 WIB. di Bantul Yogyakarta
Acara ini menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan menebarkan kebahagiaan setelah Ramadan.
Syawalan merupakan tradisi yang dilakukan umat Muslim di Indonesia setelah Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini mengandung nilai-nilai kearifan lokal serta ajaran agama Islam, yaitu memaafkan sesama, mempererat hubungan sosial, serta meningkatkan kebersamaan dalam keluarga dan masyarakat.Paparnya
Di berbagai daerah di Jawa, Syawalan biasanya dilaksanakan satu minggu setelah Lebaran. Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, seperti masyarakat yang merayakan Syawalan dengan menyajikan ketupat dan lopis raksasa sebagai simbol kebersamaan.Ungkap :Rohadi
Acara Syawalan keluarga besar Trah Amat di Mejo kali ini dihadiri oleh sanak saudara dari berbagai daerah, termasuk Cilegon, Surabaya, hingga Lombok Mataram. Keluarga besar ini merasa sangat bersyukur karena dapat berkumpul secara langsung setelah sebelumnya hanya berkomunikasi melalui telepon.
“Alhamdulillah, tahun ini kami bisa berkumpul bersama keluarga besar dari luar kota di Yogyakarta. Biasanya kami hanya berkomunikasi lewat telepon, tetapi kali ini bisa bertemu langsung, bersilaturahmi, dan mempererat persaudaraan,” ujar;Ari Fitrian salah satu anggota keluarga
Pesan Ustaz H. Hidayatu Rohman
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz H. Hidayatu Rohman menyampaikan pentingnya menjaga kebahagiaan dan kegembiraan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Ia menekankan bahwa Syawalan bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam.
“Hari kemenangan ini harus kita sambut dengan hati yang bahagia. Selain memaafkan satu sama lain, Syawalan juga menjadi ajang untuk memperoleh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT,” jelasnya.
Ia juga mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya silaturahmi dan memaafkan sesama:
“Barangsiapa berjalan untuk berkunjung kepada kedua orang tua, maka Allah SWT menulis dalam setiap langkah itu seratus kebaikan, menghapus seratus keburukan, dan mengangkat seratus derajat. Ketika seseorang itu duduk di hadapan kedua orang tua dan berbicara dengan lembut, maka Allah SWT akan memberi cahaya di hari kiamat di sekitarnya. Kemudian, ketika ia keluar dari tempat kedua orang tua itu, maka ia keluar dengan memperoleh ampunan.” (HR. Abu Dzar Al-Ghifari RA).
Akulturasi Budaya Islam dan Tradisi Jawa
Syawalan juga mencerminkan perpaduan budaya Islam dengan kearifan lokal masyarakat Jawa. Sejak masuknya Islam ke Indonesia, tradisi ini menjadi cara bagi para ulama dan kyai untuk mengajarkan nilai-nilai Islam tentang maaf-memaafkan dengan budaya sungkeman dan silaturahmi dalam tradisi Jawa.Jelasnya
Melalui Syawalan, keluarga besar Trah Amat Dimejo berharap dapat terus menjaga kebersamaan dan mempererat hubungan antar anggota keluarga, sekaligus menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.Pungkas:Ustaz Hidayat(Tyo)
NASIONALTERKINI.Ribuan jamaah memadati halaman Markas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Mapolda DIY) pada Senin pagi untuk melaksanakan Sholat Idul Fitri 1446 H. Ibadah yang penuh kekhidmatan ini dihadiri oleh Wakapolda DIY, Brigjen Pol Adi Vivid A.B., S.I.K., M.Hum., M.S.M., bersama pejabat utama Polda DIY serta masyarakat sekitar, mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan.
Sejak pagi hari, jamaah mulai berdatangan dengan antusias. Pelaksanaan Sholat Ied di Mapolda DIY telah menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan di momen kemenangan ini.
Setelah Sholat Ied, suasana semakin hangat dengan momen silaturahmi dan bersalaman, yang turut dihadiri Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K. Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah masyarakat semakin mempertegas komitmen Polri dalam membangun sinergi dengan warga.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., mengungkapkan bahwa tahun ini Sholat Ied dipimpin oleh Ustadz Drs. Dudi Mochamamad Rosjadi, yang menyampaikan khutbah bertema “Ramadhan dan Perubahan.” Menurutnya, Idul Fitri tidak hanya menjadi bentuk syukur atas selesainya Ramadan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi.
“Kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H. Semoga keberkahan Idul Fitri membawa kebaikan bagi kita semua serta semakin mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah DIY,” ujar Kombes Pol Ihsan.Senin:31/03/2025 di Yogyakarta
Selain Sholat Ied, Polda DIY selama bulan Ramadan juga telah menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, termasuk patroli keamanan serta safari Ramadan di berbagai daerah. Upaya ini bertujuan untuk memastikan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Dengan berakhirnya bulan Ramadan, diharapkan semangat kebersamaan serta nilai-nilai kebaikan yang telah tertanam selama sebulan penuh dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Pungasnya(Tyo)
Kapolri secara simbolis menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim, didampingi oleh Kapolda DIY Brigjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) DIY. Acara ini juga dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, mulai dari ulama, akademisi, hingga budayawan, yang menunjukkan sinergi erat antara institusi kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga ketenteraman dan memperkuat jalinan sosial.
NASIONALTERKINI.Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (28/3) sore. Kegiatan tersebut berlangsung di Gudang Anton Soedjarwo, Mapolda DIY, dan menjadi momen penuh makna dengan pemberian santunan kepada anak yatim, tausiah keagamaan, serta buka puasa bersama, yang mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di bulan suci.:Jum’at:28/03/2025 di Yogyakarta
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan momentum untuk mempererat silaturahmi antara aparat negara dan masyarakat.
“Kegiatan ini mencerminkan kepedulian kami kepada masyarakat serta komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara Polri, TNI, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat. Semangat kolaboratif seperti inilah yang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas, terlebih menjelang perayaan Idulfitri,” ujar Kapolri.
Acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh ulama kharismatik KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), yang mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperdalam keikhlasan, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan empati sosial. Tausiah tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta yang kemudian berbuka puasa bersama dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, S.I.K., menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Polda DIY sebagai lokasi Safari Ramadan Kapolri tahun ini. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan perhatian dan kedekatan Polri dengan masyarakat Yogyakarta.
“Safari Ramadan ini bukan hanya agenda rutin, tetapi bukti nyata bahwa Polri hadir dan peduli terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Kami berharap keberkahan bulan Ramadan dapat memperkuat hubungan yang harmonis antara institusi keamanan dan warga,” ujar Ihsan.
Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan kembali peran aktifnya tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra sosial dan spiritual masyarakat. Safari Ramadan menjadi sarana strategis untuk membangun kepercayaan publik, mempererat hubungan emosional, serta memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam semangat kebersamaan.Pungkas:Ihsan(Tyo)
NASIONALTERKINI.Sosok Lia Mustafa mungkin tak asing lagi di dunia fashion Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Desainer yang dikenal lewat label busana Lia Mustafa dan ammalee ini telah menorehkan perjalanan panjang dan inspiratif dalam industri kreatif. Tak hanya sebagai kreator busana, ia juga membangun House of L’MAR—sebuah pusat aktivitas kreatif yang kini menjadi tempat berkumpul para fashion designer muda Yogyakarta untuk berkarya dan berkolaborasi.
Lia Mustafa
Lahir di Bandung, 21 Juli 1964, Lia—yang memiliki nama lengkap Lia Amaliati Retnoningsih—telah lama bergelut di dunia seni. Dari kecil, ia aktif menari, bermain teater, membaca puisi, hingga merancang kostum tari sendiri. Kecintaannya pada seni akhirnya membawanya secara alami ke dunia fashion, meski latar belakang pendidikannya adalah Manajemen Ekonomi dari UPN “Veteran” Yogyakarta.
“Waktu saya berhenti dari dunia kerja setelah menikah, saya justru merasa haus berkarya lagi. Akhirnya saya izin pada suami untuk bekerja dari rumah dan mulai merancang busana,” Jelas:Lia
Membangun dari Nol hingga Mendunia
Perjalanan Lia di dunia fashion tak selalu mulus. Di awal kariernya, ia sempat dianggap terlalu idealis karena gaya desainnya tidak mengikuti tren pasar. Namun bagi Lia, desain yang kuat harus memiliki karakter, makna, dan mampu meningkatkan rasa percaya diri pemakainya. “Idealisme itu punya waktunya sendiri,” ujarnya :Jum’at;28/03/2025 di House of LMAR Galeria Mall lantai 1 Yogyakarta
Tahun 1992 menjadi tonggak awal dengan berdirinya House of L’MAR, awalnya berkolaborasi dengan desainer lain. Namun karena partnernya tidak aktif, Lia pun mengambil peran penuh. Ia belajar dari nol: mulai dari membuat sketsa hingga memproduksi busana sendiri. Pelan tapi pasti, usahanya berkembang—dari dua karyawan menjadi 25 orang.
Namun saat gempa besar melanda Yogyakarta, Lia tidak tinggal diam. Rumah produksinya dijadikan posko bantuan kemanusiaan. Perubahan besar terjadi, tim kerjanya direstrukturisasi menjadi “Tim 10”—sistem manajemen baru yang lebih ramping namun efisien. Konsep ini justru membuka peluang lebih besar, termasuk proyek tiga tahun di Natuna untuk mengangkat motif tradisional lokal seperti motif tikar.
Melahirkan ammalee dan House of L’MAR
Tahun 1999, Lia resmi meluncurkan brand Lia Mustafa lewat fashion show di Hotel Hyatt Yogyakarta, didukung komunitas Junior Chamber International (JCI). Selang beberapa tahun kemudian, lahirlah ammalee—brand fashion yang lebih simpel dan kasual dengan tetap menjaga kualitas dan karakter. Brand ini sempat dibawa hingga ke Korea sebelum pandemi COVID-19 melanda.Ungkapnya
Ketika pandemi menghantam, alih-alih terhenti, Lia justru memperluas kiprahnya. Bersama timnya, ia mengubah House of L’MAR menjadi rumah kreatif bagi desainer muda, pengrajin tas, aksesori, hingga pembatik dari berbagai daerah di Yogyakarta. “Misi kami adalah memperkuat ekosistem fashion lokal. Kami ingin House of L’MAR menjadi tempat tumbuhnya brand-brand baru Jogja,” Papar:Lia.
Salah satu kolaborasi terbarunya adalah dengan pembatik tulis asal Kulon Progo, Tresno Gallery, yang sangat mengapresiasi pendampingan dari House of L’MAR.
Tak Pernah Berhenti Berkarya
Bagi Lia, berkarya adalah kebutuhan jiwa. Ia percaya, belajar tidak mengenal usia. Kini, selain tetap aktif mendesain, Lia juga terlibat dalam berbagai organisasi, seperti (IFC) Indonesian Fashion Chamber Pusat, Lions Club, JCI dan komunitas seni budaya lainnya. Meski telah melangkah sejauh ini, Lia tetap rendah hati dan terus membuka ruang bagi generasi muda.
“Kita tak boleh diam. Dunia terus bergerak. Kita harus ikut bergerak—berkarya, berkontribusi, dan menginspirasi,”Pungkas:Lia(Tyo)
NASIONALTERKINI.Tak pernah lelah menebar inspirasi dan terus berkarya dalam dunia mode, Fashion Designer Lanny Amborowati kembali menunjukkan eksistensinya. Setelah sukses dengan brand pertamanya yang dikenal dengan gaya khas dan konsistensi pada keindahan kain Nusantara, kini Lanny bersiap meluncurkan brand terbarunya: “CHESA” by Lanny Amborowati.
“Dalam keadaan apa pun, saya percaya semangat berkarya tidak boleh padam. Justru di saat-saat penuh tantangan, kreativitas harus terus menyala,” ujar Lanny :Rabu:26/03/2025
Lanny Amborowati
“CHESA” by Lanny Amborowati hadir sebagai second line yang dikhususkan untuk busana muslim syar’i yang elegan. Meski tampil dalam format modest fashion, koleksi ini tetap mengusung ciri khas sang desainer—yakni penggunaan kain wastra Indonesia yang autentik dan bernilai budaya tinggi.
Menariknya, CHESA tak hanya menyasar pasar wanita, tetapi juga merambah lini busana pria dan anak-anak. Dengan begitu, brand ini menjanjikan koleksi yang lengkap untuk seluruh anggota keluarga yang menginginkan tampil syar’i namun tetap modis dan berkelas.
Sebagai langkah awal, CHESA telah melakukan soft opening store pada bulan Ramadan ini di Sleman City Hall, Lantai 1. Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya kini bisa langsung merasakan kualitas premium dari koleksi terbaru CHESA, lengkap dengan berbagai penawaran menarik yang sayang untuk dilewatkan.
“Insya Allah, launching resmi akan kami lakukan pada bulan April mendatang. Kami berharap kehadiran CHESA dapat menjadi angin segar dalam industri fashion muslim Indonesia,” tambah Lanny.
Dengan semangat untuk terus menggali kekayaan budaya lokal melalui busana, Lanny Amborowati dan tim siap membawa CHESA menjadi brand modest wear lokal yang bisa di teeima di masyarakat Pungkas Lanny(Tyo)