
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA, Dunia fashion seolah tidak pernah kehabisan cerita. Setiap zaman melahirkan gaya, setiap manusia memiliki cara untuk mengekspresikan diri melalui busana. Fashion bukan sekadar pakaian, tetapi bagian dari penampilan, karakter, identitas, sekaligus ruang kreativitas yang terus berkembang.
Semangat itulah yang terasa dalam gelaran Fashion On The Street (FOS) Prawirotaman 2026 di Jalan Prawirotaman I, Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026).

Fashion designer Bram Italy tampil membawa koleksi bertajuk “Exotica Batik Kontemporer”, yang memadukan kekayaan batik Cirebon dengan sentuhan modern.

Menariknya, Bram tidak sepenuhnya menghadirkan rancangan baru. Sejumlah busana lama kembali diolah, ditata, dan diberi sentuhan kreatif sehingga tampil dengan karakter berbeda.
“Baju ini koleksi lama, tetapi saya olah lagi menjadi baru. Temanya Exotica Batik Kontemporer dari Cirebon,” ujar Bram.

Bagi Bram, batik Cirebon memiliki kedekatan emosional. Ia memiliki pengalaman masa kecil ketika pernah tinggal di Cirebon selama kurang lebih dua bulan. Lingkungan, budaya, dan suasana masyarakat yang pernah ditemuinya menjadi bagian dari memori yang kemudian diterjemahkan ke dalam karya fashion.

Melalui pendekatan kontemporer, karakter batik Cirebon tidak hanya ditempatkan sebagai motif, tetapi diolah menjadi bagian dari gaya yang lebih dinamis dan modern. Hasilnya, busana terlihat eksotis, berkarakter, namun tetap memiliki sentuhan kekinian.

Konsep mengolah kembali koleksi lama juga memperlihatkan sisi lain dari dunia fashion. Sebuah busana tidak harus berhenti ketika tren berganti. Dengan kreativitas, pakaian yang pernah hadir dapat diberi kehidupan baru dan kembali memiliki daya tarik.
Di sinilah fashion menjadi menarik. Dunia fashion tidak pernah benar-benar selesai dibicarakan karena manusia selalu membutuhkan penampilan. Cara berpakaian berkembang mengikuti zaman, tetapi kebutuhan untuk tampil menarik, percaya diri, dan memiliki karakter personal akan selalu ada.
FOS2026 memberikan ruang yang tepat untuk gagasan tersebut. Jalan Prawirotaman yang dikenal sebagai kawasan wisata dan kreatif berubah menjadi runway terbuka. Desainer, model, pelaku industri kreatif, wisatawan, dan masyarakat dapat menyaksikan fashion secara lebih dekat, tanpa batas antara panggung dan ruang publik.
Bagi Bram Italy, kehadiran di FOS2026 menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa fashion Indonesia dapat terus bergerak maju tanpa harus meninggalkan akar budaya. Batik Cirebon tetap menjadi sumber inspirasi, sementara kreativitas memberikan kemungkinan baru untuk menerjemahkannya.
“Exotica Batik Kontemporer” akhirnya bukan hanya tentang busana. Koleksi ini menjadi pertemuan antara masa lalu dan masa kini, antara memori masa kecil dan kreativitas hari ini, serta antara koleksi lama dan wajah baru.
Dari Prawirotaman, Bram Italy menunjukkan satu hal sederhana: fashion akan terus hidup selama manusia masih ingin tampil, berekspresi, dan menemukan cara baru untuk menunjukkan siapa dirinya.Pungkas:Bram(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
