
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA.ASEAN Sports Day 2026 di Yogyakarta tidak sekadar menjadi ajang olahraga bersama. Kegiatan yang kembali digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ini diarahkan sebagai ruang perjumpaan masyarakat ASEAN sekaligus memperkuat diplomasi olahraga, pariwisata, budaya, dan ekonomi lokal.
Hal tersebut disampaikan dalam jumpa pers ASEAN Sports Day 2026 yang berlangsung di Loman Park Hotel Yogyakarta, Senin (24/8/2026).

Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora RI, Yayat Suyatna, S.Pd., M.Pd., mengatakan olahraga merupakan bahasa universal yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai negara dan latar belakang budaya.
Menurutnya, ASEAN Sports Day perlu dipandang sebagai gerakan masyarakat, bukan sekadar agenda seremonial pemerintah. Melalui olahraga, masyarakat dapat berinteraksi secara informal, saling mengenal budaya, serta membangun persahabatan dan solidaritas antarnegara ASEAN.
“Olahraga menjadi sarana efektif untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat ASEAN. Dari aktivitas yang sederhana, lahir komunikasi, persahabatan, dan rasa kebersamaan,” ujar Yayat.
ASEAN menetapkan 8 Agustus sebagai ASEAN Sports Day yang bertepatan dengan ASEAN Day atau hari berdirinya ASEAN. Pada tahun 2026, momentum tersebut sekaligus menandai peringatan ke-59 tahun ASEAN.
Yogyakarta Jadi Ruang Perjumpaan ASEAN
Yogyakarta dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki ekosistem yang kuat dalam olahraga masyarakat, budaya, pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.
“Yogyakarta bukan hanya tempat penyelenggaraan event. Yogyakarta menjadi ruang perjumpaan masyarakat ASEAN. Kita ingin para delegasi tidak hanya mengikuti kegiatan olahraga, tetapi juga mengenal budaya, masyarakat, dan potensi ekonomi Indonesia,” kata Yayat.
Pengalaman Indonesia dalam penyelenggaraan ASEAN Sports Day sebelumnya menjadi modal penting. Pada 2024, kegiatan tersebut mengangkat tema Collaboration on Promoting Healthy Lifestyle and Safeguarding Traditional Sports and Games toward a Healthier and Active ASEAN Community dengan melibatkan delegasi negara-negara ASEAN serta Timor-Leste sebagai observer.
Berbagai cabang olahraga dan permainan tradisional turut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya sekaligus menarik minat generasi muda terhadap olahraga berbasis kearifan lokal.
Olahraga Bertemu Pariwisata dan Wellness
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, S.E., M.Ec.Dev., menilai kegiatan olahraga internasional memiliki potensi besar untuk memperluas promosi pariwisata daerah.
Menurutnya, Yogyakarta dan Sleman memiliki beragam daya tarik yang dapat dikembangkan melalui konsep sport tourism dan wellness tourism, yang menggabungkan aktivitas olahraga, kesehatan, kebugaran, ketenangan, budaya, dan pengalaman alam.
“Wisata sekarang tidak hanya soal melihat destinasi, tetapi juga pengalaman. Olahraga, wellness, budaya, dan alam bisa menjadi bagian dari paket pengalaman wisata yang menarik bagi wisatawan,” ujar Kus Endarto.
Konsep tersebut membuat ASEAN Sports Day berpotensi memberikan dampak yang lebih luas karena peserta tidak hanya datang untuk berolahraga, tetapi juga menikmati destinasi wisata, kuliner, budaya, serta produk ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Mendukung ASEAN Work Plan on Sports 2026–2030
ASEAN Sports Day 2026 juga memiliki arti strategis karena berlangsung pada momentum penguatan kerja sama olahraga ASEAN periode 2026–2030.
Dalam Eighth ASEAN Ministerial Meeting on Sports (AMMS-8) tahun 2025 di Hanoi, para Menteri Olahraga ASEAN mengadopsi laporan evaluasi ASEAN Work Plan on Sports 2021–2025 sekaligus menegaskan penyusunan ASEAN Work Plan on Sports 2026–2030 yang selaras dengan ASEAN Community Vision 2045.
Rencana kerja tersebut mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga, gaya hidup aktif dan sehat, Sports for All, pemberdayaan generasi muda, pelestarian olahraga tradisional, sport tourism, pengembangan industri olahraga dan UMKM, kepedulian lingkungan, serta penguatan hubungan antarmasyarakat ASEAN.
Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora RI, Akbar Mia, M.Si., mengatakan diplomasi olahraga tidak harus selalu berlangsung melalui kompetisi internasional atau forum formal.
“Olahraga menciptakan ruang komunikasi yang lebih terbuka. Dari interaksi tersebut tumbuh persahabatan dan pemahaman antarmasyarakat,” katanya.
Menggerakkan Ekonomi Lokal
Selain memperkuat hubungan antarnegara, ASEAN Sports Day 2026 juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran peserta dan delegasi dari berbagai negara berpotensi meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, destinasi wisata, UMKM, hingga industri ekonomi kreatif.
Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta, Handono S. Putro, menilai kegiatan berskala ASEAN seperti ini dapat memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi unggulan yang mampu menggabungkan olahraga, budaya, dan pariwisata dalam satu pengalaman yang utuh.
Dengan pendekatan tersebut, ASEAN Sports Day 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi platform yang mempertemukan olahraga, diplomasi masyarakat, pariwisata, wellness, budaya, dan ekonomi lokal.
Pada akhirnya, olahraga tidak hanya berfungsi sebagai sarana menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi jembatan yang mempererat persahabatan dan memperkuat hubungan masyarakat di kawasan ASEAN.Pungkas:Handono(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
