Nixly.id Hadirkan “Digital Mirage”, Tafsir Baru Wastra di Fashion On The Street Prawirotaman 2026

foto=gelaran Fashion On The Street (FOS) Prawirotaman 2026. Salah satunya desainer muda milenial Nikmatul Laili melalui brand Nixly.id,

NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA, Generasi muda kembali menunjukkan kreativitasnya dalam gelaran Fashion On The Street (FOS) Prawirotaman 2026. Salah satunya desainer muda milenial Nikmatul Laili melalui brand Nixly.id, yang menghadirkan koleksi bertema “Digital Mirage”.Jumat:21/08/2026

Koleksi ini menawarkan cara pandang baru terhadap wastra Indonesia. Tradisi tidak sekadar dipertahankan, tetapi ditafsirkan kembali melalui pendekatan digital, eksperimental, dan gaya urban yang dekat dengan karakter generasi muda.

“Digital Mirage” ditampilkan dalam lima look yang menggambarkan perjalanan wastra dari akar tradisi menuju wajah masa depan.

Look pertama, Digital Bloom, mempertemukan wastra dengan bordir floral dan permainan warna kontras. Sentuhan tersebut menghasilkan tampilan modern sekaligus playful.

Berikutnya, Glitched Heritage menghadirkan karakter lebih edgy melalui cutting asimetris, layering, serta pecahan motif yang menggambarkan wastra seolah mengalami “glitch” di dunia digital.

Pada Pixel Bloom, motif bunga dan elemen alam diterjemahkan menjadi bentuk-bentuk geometris menyerupai piksel. Sementara Digital Nomad membawa wastra ke ruang urban melalui outer, layering, obi modern, dan detail utilitarian.

Sebagai penutup, Virtual Heritage menempatkan wastra sebagai pusat tampilan dengan siluet modern, teknik draping, transparansi, dan detail refined.

Lima look tersebut menjadi satu cerita tentang bagaimana warisan budaya dapat bergerak mengikuti zaman—bertransformasi, mengalami distorsi, menemukan bentuk baru, hingga hadir dalam estetika modern.

Melalui Nixly.id, Nikmatul Laili menunjukkan bahwa wastra memiliki ruang luas untuk terus berevolusi tanpa kehilangan akar budayanya.

“Tradition, reimagined for tomorrow.” menjadi benang merah koleksi “Digital Mirage”—sebuah pesan bahwa tradisi bukan sesuatu yang berhenti di masa lalu, melainkan dapat terus hidup dan menemukan bentuk baru di masa depan.Pungkas:Laili(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *