Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Loman Park Hotel Yogyakarta Perkuat Sinergi dengan Travel Agent, Usung Semangat Budaya dan Kelestarian Bisnis
  • Wakil Bupati Sleman Resmikan Kandang Ayam Telur Sehat “Pandansari” Daerah
  • ANTISIPASI CUACA EKSTREM, BPBD SLEMAN PERKUAT KESIAPSIAGAAN LEWAT APEL SIAGA Daerah
  • Soft Opening Jokteng RC Track, Gelar Kompetisi Fun Race Pertama di Yogyakarta Bisnis
  • Pemkab Sleman Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2025 Daerah
  • Lurah Condongcatur Terima Laporan Pertanggungjawaban Panitia Pengisian Pamong 2025 Daerah
  • Ngayogjazz 2025 Resmi Digelar Imogiri Bergetar dengan Tema “Jazz Diundang Mbokmu” Nasional
  • Taman Embung GiwanganTempat Asyik untuk Olahraga, Seni, dan Healing di Selatan Jogja Daerah

Dialog atau Konfrontasi? Pilihan Global yang Tak Bisa Lagi Ditunda

Posted on September 5, 2025September 5, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Dialog atau Konfrontasi? Pilihan Global yang Tak Bisa Lagi Ditunda


NASIONALTERKINI. Opini. Artikel ini merefleksikan pernyataan Presiden Xi Jinping pada peringatan 80 tahun kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, yang mengajukan pertanyaan mendasar: dialog atau konfrontasi, damai atau perang. Tulisan ini berargumen bahwa dikotomi semacam itu tidak memadai untuk memahami kompleksitas krisis global kontemporer. Dengan melampaui dualisme, artikel ini menekankan pentingnya konfrontasi moral terhadap ketidakadilan sekaligus dialog kreatif untuk keberlanjutan hidup bersama. Pada akhirnya, tantangan abad ke-21 bukanlah sekadar memilih antara dialog atau konfrontasi, melainkan merumuskan horizon baru berupa takdir bersama, solidaritas global, dan kesadaran ekologis.

Kata Kunci: krisis global, dialog, konfrontasi, melampaui dualisme, solidaritas, kesadaran ekologis.

Kutipan Presiden Xi Jinping pada parade peringatan 80 tahun kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II kembali menggemakan pertanyaan purba umat manusia: damai atau perang? dialog atau konfrontasi? kerja sama saling menguntungkan atau permainan zero-sum? Pertanyaan ini bukan sekadar retorika politik, melainkan cermin atas krisis kesadaran global yang kita hadapi hari ini.

Warisan Perang, Bayang-Bayang Masa Depan

Delapan dekade setelah dunia terbebas dari fasisme, kita masih menyaksikan luka yang belum sembuh. Invasi, perang proksi, kompetisi senjata, dan ketegangan geopolitik baru menandakan bahwa memori sejarah belum cukup menjadi vaksin bagi ambisi kekuasaan. Dunia berada di persimpangan yang sama: apakah kita akan mengulangi lingkaran kehancuran, atau melampaui trauma masa lalu menuju tatanan baru yang lebih beradab?

Melampaui Dualitas: Dialog dan Konfrontasi

Persoalan global hari ini terlalu kompleks untuk dijawab dengan dikotomi biner. Dialog tanpa keberanian menghadapi realitas sering menjadi retorika kosong; konfrontasi tanpa visi melahirkan spiral destruksi. Yang diperlukan adalah sintesis baru: konfrontasi terhadap ketidakadilan sekaligus dialog demi keberlanjutan hidup bersama.

Dengan kata lain, melampaui dualitas berarti berani mengakui bahwa damai bukan berarti pasif, dan konfrontasi tidak selalu identik dengan perang. Ada ruang bagi konfrontasi moral terhadap hegemoni, perlawanan terhadap kolonialisme gaya baru, dan kritik tajam terhadap ketidaksetaraan global — sembari membuka kanal dialog lintas bangsa, budaya, dan peradaban.

Krisis Kesadaran Global

Krisis terbesar umat manusia saat ini bukan hanya geopolitik atau ekonomi, melainkan krisis kesadaran kolektif. Pola pikir zero-sum, obsesi pada pertumbuhan tanpa batas, dan dominasi logika kekuasaan telah menjerat kita dalam jebakan eksistensial: kehancuran lingkungan, ketidakadilan struktural, dan hilangnya nilai kemanusiaan.

Di sinilah titik kritisnya: apakah kita sanggup membangun kesadaran baru yang melampaui ego bangsa dan kepentingan sempit? Atau justru kita akan terjerumus kembali ke logika perang yang sama dengan abad lalu?

Menuju Tatanan Baru: Dari Kompetisi ke Ko-Eksistensi

Melampaui dualitas berarti berani memikirkan ulang relasi internasional bukan sebagai zero-sum game, melainkan shared destiny. Dunia yang saling terhubung oleh krisis iklim, teknologi digital, dan mobilitas manusia tidak lagi bisa bertahan dengan logika blok. Kita memerlukan imajinasi politik baru:

Diplomasi yang tidak sekadar transaksi, tetapi transformasi.

Ekonomi yang tidak lagi berorientasi pada dominasi, melainkan distribusi.

Dialog antarperadaban yang tidak berhenti pada toleransi, melainkan kolaborasi kreatif.

Pertaruhan Abad ke-21

Sejarah mengajarkan bahwa perang lahir dari kegagalan imajinasi politik. Hari ini, pilihan global bukan hanya antara dialog atau konfrontasi, tetapi antara kesadaran baru atau kejatuhan kolektif. Jika dunia gagal melampaui dualitas lama, maka peradaban bisa tergelincir ke jurang yang lebih gelap daripada yang pernah dikenal manusia.

Pertanyaannya bukan lagi apakah kita siap berdialog atau berkonfrontasi, melainkan apakah kita sanggup menemukan horizon ketiga — sebuah jalan yang menggabungkan keberanian moral, solidaritas global, dan kesadaran ekologis.

Karena pada akhirnya, masa depan umat manusia tidak akan ditentukan oleh siapa yang menang dalam perang berikutnya, tetapi oleh keberanian kita untuk tidak mengulanginya lagi.
Oleh: Agus Budi Rachmanto, M.Sc
Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Gadjah Mada, Member of Asia Pacific Network of Science & Technology Centres (ASPAC)

OPINI PEMBACA

Navigasi pos

Previous Post: RRI Fest 2025 Lebih Hijau, Lebih Sehat, Lebih Berbudaya
Next Post: Kopi Pak Jo, Sejak 2009 Hadirkan Cita Rasa Tradisi dan Rempah Nusantara di Coffee Week 2025

Related Posts

  • Gen Z Nepal dan Krisis Demokrasi: Dari Perlawanan Politik ke Transmutasi Sosial OPINI PEMBACA
  • “Interregnum Prancis: Saat yang Lama Belum Mati dan yang Baru Belum Lahir” OPINI PEMBACA
  • Nang, Neng, Nong Harmoni Gamelan dan Kebersamaan dalam Nada Gundul-Gundul Pacul OPINI PEMBACA
  • Menyatu Dalam Hening Menemukan Diri di Kaki Gunung Slamet Daerah
  • Indonesia sebagai Subjek Kosmopolitik Membaca Pidato Prabowo di Sidang Umum PBB ke-80 Nasional
  • Menembus Krisis, Menemukan Kesadaran: Jalan Transformasi Indonesia di Asia-Pasifik (2025–2043) OPINI PEMBACA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Semangat Kartini Mengaspal, Lady Bikers Jogja Gelar “Ngawiji” di Taman Embung Giwangan Daerah
  • Bupati Sleman Apresiasi Bantuan Ambulans untuk Wukirharjo Daerah
  • Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-80 Ziarah Kenang Jejak Pahlawan Daerah
  • Yogyakarta Luncurkan Gelombang Kesadaran Baru di JCWF 2025 WEEK#3 Nasional
  • SMKN 3 Yogyakarta Luncurkan Tujuh Standar Pelayanan Baru untuk Meningkatkan Kualitas Layanan Publiku Nasional
  • Maguwoharjo Gerakkan Ekonomi Hijau Lewat Penanaman Kelapa Genjah Entok Pandan Wangi Daerah
  • BS Resto Borobudur Magelang Hadir untuk Kuliner, Wedding, dan Event Fashion Show Bernuansa Alami Daerah
  • Perkuat Peran Rois Jelang Ramadan, Bupati Sleman Tekankan Ukhuwah Islamiah Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme