
NASIONALTERKINI.COM. Di tengah bencana yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), InJourney Group bergerak cepat menghimpun dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak. Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney mengerahkan sumber daya seluruh entitas serta berkoordinasi dengan ekosistem BUMN untuk memastikan bantuan segera tiba di lokasi yang membutuhkan.Kamis:20/08/2026
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan di lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Pada masa tanggap darurat, dukungan difokuskan pada empat kebutuhan utama, yakni pangan dan air minum, kesehatan, logistik darurat, serta kebutuhan kelompok rentan.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan kecepatan respons menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat memperoleh dukungan pada masa tanggap darurat.
“Begitu kebutuhan di lapangan teridentifikasi, kami segera menggerakkan sumber daya InJourney Group untuk hadir dan memberikan dukungan. Bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, mulai dari kebutuhan pangan dan air minum, kesehatan, logistik darurat, hingga kebutuhan kelompok rentan,” ujar Herdy.
Berdasarkan hasil asesmen, bantuan yang telah dimobilisasi antara lain 7.950 kilogram beras, 69.740 liter air minum, 378 dus mi instan, 96 dus susu UHT, serta berbagai bahan pangan seperti gula, minyak goreng, sarden, biskuit, sereal, kopi, dan teh.
Untuk kelompok rentan, bantuan mencakup 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, serta 1.300 hygiene kit. Sementara untuk kebutuhan kesehatan, InJourney menyalurkan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dasar, antara lain paracetamol, obat gangguan pencernaan, vitamin, obat lambung, antiseptik, balsem, minyak kayu putih, kasa, serta perlengkapan penyimpanan obat.
Dukungan untuk kebutuhan tempat tinggal sementara juga diberikan berupa 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.
Menjangkau Warga di Titik Terdampak
Salah satu titik penyaluran bantuan berada di Dusun Leda, Desa Pangga, Kecamatan Kolang, untuk mendukung 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah. Saat ini, keluarga tersebut mengungsi secara mandiri di tenda.
Bantuan juga disalurkan kepada 12 warga terdampak di Desa Golo Mori. Di lokasi ini, bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok dan logistik dasar selama masa tanggap darurat.
Distribusi bantuan turut dilakukan melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara El Tari (KOE) bersama relawan dari Port Maumere. Pengiriman melalui jalur laut didukung PELNI secara gratis dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere. Selain itu, bantuan dikirim melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, untuk mempercepat mobilisasi logistik menuju wilayah terdampak di NTT.
Diperkuat Koordinasi dan Gotong Royong
Penyaluran bantuan dikoordinasikan melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai PIC InJourney Group di NTT. ITDC berkoordinasi dengan Satgas BUMN Peduli di NTT melalui BRI dan Posko Bencana Labuan Bajo untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.
ITDC juga melakukan survei di sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat. Asesmen tersebut dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung sekaligus menentukan prioritas bantuan agar penyaluran tidak tumpang tindih.
“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong. InJourney Group menggerakkan seluruh entitas, sementara penyaluran di lapangan dikoordinasikan bersama ITDC dan ekosistem BUMN. Dengan bergerak bersama, kami dapat merespons lebih cepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ujar Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka.
Selain mengerahkan sumber daya internal, InJourney Group juga mengajak masyarakat untuk turut membantu warga terdampak. Pada momentum kesenian rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sarinah, 17 Agustus 2026, InJourney membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak bencana di NTT melalui kolaborasi dengan ekosistem BUMN bersama BRI.
Donasi yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak di NTT.
“Melalui agenda hari ini, kami juga ingin mengajak dan memantik kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudara kita di NTT melalui doa, dukungan, dan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Sekecil apa pun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” lanjut Herdy.
Bagi InJourney Group, gerak cepat dan gotong royong menjadi bagian dari semangat kemerdekaan. InJourney akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan secara bertahap.
Tentang InJourney
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney merupakan BUMN Holding Pariwisata dan Pendukung yang menaungi PT Angkasa Pura Indonesia sebagai InJourney Airports; PT Integrasi Aviasi Solusi sebagai InJourney Aviation Services; PT Hotel Indonesia Natour sebagai InJourney Hospitality; PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko sebagai InJourney Destination Management; PT Sarinah sebagai InJourney Retail; serta PT Pengembangan Pariwisata Indonesia sebagai InJourney Tourism Development Corporation.
InJourney dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang penambahan penyertaan modal negara ke dalam modal saham PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).Pungkas:Herdy(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
