
NASIONALTERKINI.COM YOGYAKARTA,Mitologi Irlandia bertemu dengan kekayaan batik Nusantara dalam karya fashion Chantal Maharani Major, desainer muda berusia 16 tahun yang masih duduk di kelas XI SMA Budi Utama Yogyakarta. Karyanya ditampilkan dalam sebuah fashion show di kawasan Taman Embung Giwangan, Yogyakarta.



Melalui brand Verdant Sovereign by Chantal Maharani Major, Chantal menghadirkan koleksi yang terinspirasi dari sosok-sosok dewi dalam mitologi Irlandia. Ia kemudian menerjemahkan karakter tersebut ke dalam siluet busana yang dipadukan dengan batik Indonesia dan warna-warna bernuansa alam.


Koleksi ini menjadi ruang bagi Chantal untuk mempertemukan dua latar budaya yang dekat dengan dirinya, yakni budaya Nusantara dan Irlandia.
“Saya ingin mengembangkan budaya Nusantara dengan budaya yang satunya, yaitu budaya Irlandia. Saya kemudian berpikir, apa yang bisa dipadukan. Akhirnya saya memilih dewi-dewi dari mitologi Irlandia,” ujar Chantal.
Nuansa earthy menjadi karakter kuat dalam koleksi tersebut. Chantal menggunakan batik dalam beberapa pilihan warna, mulai dari cokelat, biru hingga hijau. Material sifon berwarna hijau muda dan cokelat muda digunakan untuk memberikan kesan ringan sekaligus memperkaya tekstur busana.

Detail motif burung juga hadir sebagai salah satu elemen visual pada busana. Perpaduan batik, sifon, warna-warna natural, dan struktur busana dirancang untuk menggambarkan sosok perempuan yang kuat, anggun, sekaligus memiliki hubungan erat dengan alam.
Chantal menyebut proses pembuatan koleksi tersebut memerlukan waktu sekitar tiga minggu. Baginya, tantangan dalam menciptakan busana bukan sekadar menyelesaikan desain, tetapi juga memastikan pakaian nyaman ketika dikenakan dan diperagakan di atas catwalk.
“Kalau untuk pembuatannya mungkin sekitar tiga minggu. Yang harus dipikirkan lebih kepada apakah modelnya nyaman atau tidak. Kalau modelnya tidak pas, lebih baik bajunya diganti daripada mereka tidak nyaman saat berjalan,” katanya.
Berawal dari Hobi Menggambar
Dunia fashion bagi Chantal bermula dari kegemarannya menggambar. Sejak kecil, ia terbiasa menuangkan berbagai objek ke dalam gambar, mulai dari manusia, busana hingga latar belakang.
Selain mendesain, Chantal juga menekuni seni lukis. Ketertarikannya terhadap desain busana semakin berkembang ketika ia duduk di SMP.
Kesempatan mengikuti fashion show kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kreatifnya. Chantal diajak oleh teman ibunya, Ramadhani, untuk mengikuti peragaan busana. Dari pengalaman tersebut, minatnya terhadap dunia modeling dan fashion semakin tumbuh.
“Sebenarnya saya suka menggambar. Saya bisa menggambar manusia, baju, background, dan saya juga pelukis. Mulai mendesain baju sejak kelas SMP,” tutur Chantal.
Darah fashion juga semakin dekat dengan kehidupan Chantal ibunya yang slalu medukung Lingkungan tersebut turut memberikan ruang bagi Chantal untuk mengenal dunia busana sekaligus mengembangkan kreativitasnya sejak usia muda.
Kini, di usia 16 tahun, Chantal terus mengeksplorasi dunia fashion melalui Verdant Sovereign. Ia tidak hanya menghadirkan busana sebagai karya visual, tetapi juga mencoba menyampaikan cerita mengenai identitas, budaya, mitologi, dan hubungan manusia dengan alam.
Koleksi Verdant Sovereign menjadi representasi pertemuan antara mitologi Celtic dan warisan batik Indonesia. Dari tangan desainer muda tersebut, dua budaya yang berbeda dipertemukan dalam
koleksi diperagakan oleh talenta dari Anggraeni Modelling:Pungkas:Chantal(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
