
NASIONALTERKINI.COM, YOGYAKARTA Suasana Srawung Rasa Nuswantara di Taman Embung Giwangan, Yogyakarta, semakin meriah ketika penyanyi eksentrik Artis Bejho tampil panggung. Membawakan lagu-lagu berbahasa Jawa dengan sentuhan musik modern kontemporer, Bejho berhasil mengajak pengunjung larut dalam cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Artis Bejho merupakan nama panggung Waluyo, kelahiran Bantul, 1 Juli 1976. Sebelum terjun ke dunia tarik suara, ia lebih dulu dikenal sebagai make-up artist sejak 2005. Karier menyanyinya dimulai pada 2021 dan semakin dikenal setelah mengikuti ajang Indonesia’s Got Talent 2022.

Ciri khas Bejho terletak pada konsep penampilannya yang unik dan eksentrik. Lagu-lagu yang dibawakannya tidak sekadar mengejar hiburan, tetapi mengangkat cerita tentang kehidupan, percintaan, suka dan duka yang bersumber dari pengalaman nyata maupun imajinasi.
Sejumlah karya ciptaannya antara lain Ikhlas Ku (2022), Mundur Alon-Alon (2023), Anyep, Budak Tresno, Nasib Jomblo, Milih Lungo, Crazy About You/Kedanan Kowe, hingga Ora Iso. Pada 2026, Bejho kembali menghadirkan karya seperti Rindu Kamu yang Dulu, Aw Aw Aw, dan Kekepke Simbokku.
Di antara lagu tersebut, Ikhlas Ku bercerita tentang proses melepaskan penderitaan. Meski terasa sakit, seseorang harus berusaha kuat untuk melangkah menuju kehidupan yang lebih baik.
Sementara Rindu Kamu yang Dulu mengingatkan tentang perubahan manusia dan pentingnya tidak terlalu melekat kepada seseorang. Adapun Crazy About You menggambarkan seseorang yang sedang kasmaran dan berharap cintanya berbalas.
Lagu yang paling emosional adalah Kekepke Simbokku. Karya ini berkisah tentang kerinduan seorang anak kepada ibunya yang telah meninggal. Kerinduan tersebut seolah dititipkan kepada sang ayah yang kemudian menyusul kepergian ibunya, sekaligus menghadirkan kembali kenangan masa kecil yang penuh kebahagiaan.
Penampilan Bejho di Srawung Rasa Nuswantara pun menjadi ruang pertemuan antara musik, cerita, dan emosi. Pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga diajak merasakan kembali berbagai pengalaman manusia melalui lirik-lirik yang sederhana namun memiliki makna.
Bejho mengapresiasi kesempatan untuk bersinergi dengan para seniman Yogyakarta melalui acara tersebut. Menurutnya, perjumpaan antara seniman dari berbagai usia menjadi pengalaman berharga karena memungkinkan mereka saling berbagi energi, pengalaman, dan kreativitas.
“Event-nya seru. Terima kasih sudah bisa bersinergi bersama para seniman di Jogja, dari anak-anak sampai setua saya. Kita bisa saling berbagi,” ujar Bejho.
Srawung Rasa Nuswantara pun tidak sekadar menjadi panggung pertunjukan, tetapi menjadi ruang bertemunya berbagai generasi dan ekspresi seni. Kehadiran Bejho dengan musik Jawa kontemporernya memberi warna tersendiri, sekaligus menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium untuk merawat ingatan, mengekspresikan perasaan, dan mempertemukan manusia dalam suasana yang hangat.(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
