
NASIONALTERKINI.COM, YOGYAKARTA – Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta, Mereka antusias menyaksikan kemeriahan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) ke-10, yang menjadi puncak peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta.Rabu:07/10/2026

Sejak malam mulai turun, masyarakat memenuhi sepanjang rute karnaval dari Teteg Sepur Stasiun Tugu, Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Kawasan pusat kota berubah menjadi panggung budaya dengan warna-warni kostum, musik, tari, serta atraksi para peserta.

WJNC tahun ini mengangkat tema “Gana Kalajaya”, yang merupakan saduran karya Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 2021. Tema tersebut membawa pesan ora mingkuh, yakni tidak menghindar dan tidak menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, Gana Kalajaya menggambarkan kekuatan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman untuk mencapai kejayaan bersama. Pesan tersebut dinilai sejalan dengan semangat HUT ke-270 Kota Yogyakarta, “Otentik Konkret”.
Sementara itu, Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X menyebut masuknya WJNC 2026 dalam 10 Top Kharisma Event Nusantara (KEN) menjadi kebanggaan tersendiri. Menurutnya, WJNC bukan hanya pertunjukan seni, tetapi juga ruang untuk mengenalkan tradisi dan kisah-kisah luhur kepada masyarakat.
Menurut Hasto, WJNC menjadi gambaran bagaimana budaya Yogyakarta terus berkembang. Wayang tetap menjadi akar pertunjukan, kemudian dikemas melalui koreografi, musik, kostum, tata cahaya dan kreativitas masyarakat.
“Malioboro malam ini menjadi panggung besar masyarakat Yogyakarta, tempat budaya, kreativitas, pariwisata dan kegiatan ekonomi bertemu,” ujar Hasto.
Karnaval ini melibatkan ribuan peserta dari 14 Kemantren di Kota Yogyakarta, serta peserta dari sejumlah daerah, antara lain DKI Jakarta, Mojokerto, Brebes, Magelang, Sleman, Bantul dan Ponorogo.
Tak hanya menampilkan budaya, WJNC 2026 juga mengusung konsep Green Event melalui penggunaan eco costume, edukasi lingkungan dan kepedulian terhadap kebersihan ruang kota.
Kehadiran ribuan warga dan wisatawan di sepanjang Malioboro hingga Titik Nol Kilometer turut menghidupkan aktivitas UMKM, kuliner, perdagangan, jasa, perhotelan dan ekonomi kreatif.
Bagi masyarakat, WJNC bukan sekadar tontonan. Perhelatan ini menjadi ruang perjumpaan budaya, kreativitas dan kebersamaan dalam merayakan hari jadi Kota Yogyakarta sekaligus menjaga identitas kota budaya.(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
