
NASIONALTERKINI.COM.Yogyakarta.Kopi bukan sekadar minuman. Di Yogyakarta, kopi telah berkembang menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan antara petani, stake holder, pelaku usaha, komunitas, peracik, seniman hingga para penikmatnya disemua demografi dari para pemuda hingga senior. Dari obrolan sederhana di kedai kopi, lahir berbagai gagasan, kreatifitas, kolaborasi, dan peluang baru.

Semangat itulah yang kembali dihadirkan melalui event tahunan Jogja Coffee Week (JCW) ke-6 mengusung tema “Inclusive Vibes”, tema ini mencerminkan semangat keterbukaan, keberagaman dan kebersamaan dimana kopi menjadi media yang menyatukan semua kalangan tanpa batas usia, kalangan maupun profesi. Event tahunan ini rencana digelar pada 4–6 September 2026 di Jogja Expo Center (JEC) yang merupakan rangkaian dari tema satu dekade “Indonesia Coffee Showcase”. JCW#6 kali ini akan memperluas cakrawala eventnya dengan menghadirkan Indonesia Coffee Business Summit sebagai ajang diskusi interaktif, dari semua ekosistem kopi yang berkumpul dalam satu ruang diskusi dan diarahkan untuk membawa ekosistem kopi Indonesia menuju panggung yang semakin luas, termasuk internasional.

Menurut Handono S. Putro, Founder & Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta, tema Inclusive Vibes merepresentasikan semangat untuk menyatukan seluruh ekosistem kopi, dari hulu hingga hilir.Selasa:21/07/2026
“Bagaimana kita menyatukan seluruh ekosistem kopi, mulai dari petani, pelaku bisnis, hingga para pecinta dan penikmat kopi. Semua bisa bertemu dan berkolaborasi,” ujar Handono.
Panitia JCW 2026 akan menghadirkan berbagai program, mulai dari exhibition, competition, auction, coffee talks, workshop, hingga coffeetainment. Tahun ini, JCW bekerjasama dengan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) menghadirkan Indonesian Coffee Business Summit (ICBS), sebagai acara unggulan yang menjadi forum ekosistem bisnis kopi nasional dan internasional, menghadirkan seminar, business matching, forum investasi, yang mempertemukan antara buyer dan seller pelaku industri kopi di Yudistira Hall lantai 2 JEC dari pukul 08.00 – 17.00.
“Jadi, bukan hanya berbicara tentang kopi sebagai produk, tetapi juga bagaimana membangun jejaring bisnis dan membuka peluang baru bagi industri kopi Indonesia untuk dunia,” katanya.

Loman Park Hotel Yogyakarta dipercaya kembali menjadi official hotel partner dalam penyelenggaraan JCW#6 ini. Kolaborasi ini telah berlangsung selama tiga tahun sejak re-branding Loman Park Hotel dari brand sebelumnya Jogja Plaza Hotel dan menjadi bagian dari komitmen Loman Park Hotel untuk mendukung berbagai kegiatan event-event besar di Yogyakarta.
Pada JCW#6 tahun 2026 ini, Loman Park Hotel mengambil peran penting sebagai tempat lokasi pelaksanaan Green Bean Competition yang juga sukses digelar seperti tahun lalu. Kompetisi ini menjadi salah satu ajang kompetisi terbesar dalam event sejenis karena masih sangat jarang diselenggarakan. Kompetisi ini menarik karena akan memberikan penilaian biji kopi dari hasil panen para petani-petani dan industri hulu kopi sehingga validasi ini dapat meningkatkan kualitas dan nilai lebih bagi para petani. Hasil kurasi biji kopi inipun akan di nilai langsung oleh para juri tingkat internasional dan nasional yang bersertifikasi, selain itu juga akan di rasakan langsung oleh masyarakat dalam moment public cupping yang akan diselenggarakan di garden Loman Park Hotel bersamaan dengan event Asean Week dalam rangkaian acara tahunan kemenpora Asean Sport Day (ASD) yang dipastikan akan sangat menarik.
“Kompetisi green bean ini cukup langka. Biasanya kompetisi kopi lebih banyak menyelenggarakan kompetisi barista, brewing, atau roasting. Sementara kompetisi green bean memberikan ruang bagi para petani untuk menunjukkan kualitas kopi yang mereka hasilkan dan memberikan ruang petani untuk naik kelas,” jelas Handono.
Rangkaian Green Bean Competition di Loman Park Hotel akan berlangsung pada 31 Agustus hingga 3 September 2026, sebelum gelaran utama Jogja Coffee Week berlangsung pada 4–6 September 2026 di Jogja Expo Center.
Bagi Yogyakarta, penyelenggaraan Jogja Coffee Week menjadi semakin relevan. Kopi telah menjadi bagian dari kehidupan sosial dan ekonomi kota ini. Kedai kopi tumbuh di berbagai sudut kota, menjadi ruang untuk bertemu, bekerja, berdiskusi, dan membangun jejaring.
Dengan jumlah kedai kopi yang terus berkembang, kopi di Yogyakarta tidak lagi sekadar tren. Ia telah menjadi bagian dari ekosistem kreatif dan gaya hidup masyarakat.
“Di Yogyakarta, kopi adalah obrolan yang tidak pernah padam,” ujar Handono.
Melalui JCW#6, obrolan tersebut diharapkan tidak berhenti di event ini, namun menjadi semangat dan aksi keberlanjutan dari dalam ekosistem kopi di Yogyakarta berjumlah 7.093 dari data google map yang diharapkan dapat terhubung, tumbuh bersama, dan menjadikan kopi merapi menjadi signature kopi Jogja dan industri kopi Indonesia sebagai power house kopi nusantara untuk dunia.Pungkas:Handono(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com




