
NASIONALTERKINI.COM.Yogyakarta. Panggung Fashion Show INACRAFT Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Jumat (17/7/2026), dipenuhi nuansa alam ketika desainer Lia Mustafa mempersembahkan koleksi terbarunya bertajuk “TerraLoom Rinjani”. Koleksi ini bukan sekadar menampilkan busana, melainkan menghadirkan sebuah perjalanan emosional yang mengajak penonton menyelami keindahan sekaligus filosofi Gunung Rinjani sebagai simbol kehidupan, keteguhan, dan harmoni antara manusia dengan alam. INACRAFT Festival 2026 sendiri berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di JEC Yogyakarta dengan menghadirkan berbagai pameran kriya, wastra, serta fashion showcase dari desainer dan perajin Indonesia.

Bagi Lia Mustafa, Rinjani bukan hanya sebuah gunung yang berdiri megah di Pulau Lombok. Gunung tersebut merupakan saksi perjalanan ribuan pendaki yang datang membawa harapan, meninggalkan jejak, dan pulang dengan cerita yang berbeda. Dari sanalah lahir gagasan TerraLoom Rinjani, sebuah koleksi yang menenun kisah bumi ke dalam setiap helai kain.

Inspirasi itu lahir dari jejak-jejak kecil yang sering kali luput dari perhatian. Debu vulkanik yang menempel di sepatu pendaki, lumut yang tumbuh di sela bebatuan, padang savana yang luas, hingga bunga edelweiss yang hanya mekar di ketinggian lebih dari 3.000 meter diterjemahkan menjadi bahasa visual dalam setiap rancangan busana.
Menurut Lia Mustafa, keindahan alam tidak hanya untuk dipandang, tetapi juga untuk dirasakan. Alam mengajarkan manusia tentang kesabaran, keteguhan, dan kemampuan untuk terus bertumbuh dalam setiap musim kehidupan. Nilai-nilai itulah yang menjadi ruh dari koleksi terbaru ini.
Konsep TerraLoom Rinjani dibangun melalui tiga pilar utama, yaitu Earth Theme, Ecoprint, dan Luxury Unisex Wear. Pendekatan tersebut menghadirkan busana berkelanjutan yang memanfaatkan inspirasi bentuk daun, ranting, tekstur tanah, serta warna alami pegunungan sebagai identitas utama koleksi.
Palet warna yang digunakan tidak mengikuti tren sesaat, melainkan mengambil inspirasi langsung dari lanskap Rinjani. Warna-warna seperti Moss Stone, Volcanic Ash, Savannah Clay, dan Night Pine menghadirkan nuansa bumi yang hangat, tenang, sekaligus penuh karakter. Setiap warna menjadi representasi perjalanan alam yang terus hidup dan berubah.
Keunikan koleksi ini juga tampak pada permainan tekstur kain. Sebagian dirancang kasar menyerupai batu vulkanik, sebagian lain lembut seperti kabut pagi yang menyelimuti lereng gunung. Ada tekstur yang kokoh layaknya tanah kering, sementara lainnya jatuh mengikuti gerak tubuh seperti rimbunnya pepohonan yang tertiup angin.
Lia Mustafa menjelaskan bahwa manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Karena itu, pakaian seharusnya mampu menyesuaikan diri dengan siapa pun yang mengenakannya. Seluruh koleksi dirancang dengan konsep unisex, sehingga dapat dipadupadankan tanpa batasan gender dan memberikan kebebasan berekspresi bagi setiap individu.
Material yang digunakan pun dipilih secara cermat, mulai dari linen bertekstur, double gauze yang ringan, twill, trench coat, hingga canvas yang kuat. Seluruh proses produksinya mengedepankan prinsip zero waste, tersedia dalam ukuran all size, serta dapat disesuaikan melalui layanan custom, sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan sekaligus kenyamanan pemakai.
Bagi Lia Mustafa, TerraLoom Rinjani bukan koleksi yang hanya dipakai sekali di atas panggung peragaan busana. Busana ini diciptakan untuk menemani perjalanan hidup pemiliknya, dikenakan berulang kali, dirawat, dicuci, lalu dipakai kembali. Semakin lama digunakan, semakin banyak cerita yang tersimpan di dalamnya, layaknya jalur pendakian Rinjani yang selalu menyimpan jejak para petualang.
Melalui presentasi koleksinya, Lia Mustafa mengajak masyarakat memandang fashion dari perspektif yang lebih luas.
“Hari ini saya mengajak kita semua turun dari panggung, turun menyentuh tanah, merasakan teksturnya, dan mendengarkan ceritanya. Karena ini bukan hanya tentang fashion. Ini adalah jejak petualang yang ditenun menjadi benang-benang bumi Rinjani,” ungkapnya.
Penampilan TerraLoom Rinjani di panggung Fashion Showcase INACRAFT Festival 2026 menjadi bukti bahwa sebuah karya mode mampu menjadi media bercerita tentang alam, budaya, dan keberlanjutan. Di tangan Lia Mustafa, fashion tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga bumi, menghargai perjalanan hidup, dan merawat warisan alam agar tetap lestari bagi generasi mendatang.Pungkas/Lia(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
