Jum. Jul 17th, 2026

SMKN 3 Yogyakarta Dipercaya Merakit Becak Kayu Listrik, Bukti Pendidikan Vokasi Mampu Hasilkan Karya untuk Bangsa

Melalui program Teaching Factory, SMKN 3 Yogyakarta dipercaya menjadi bagian dari proses produksi Becak Kayu Listrik Wisata (Bekalista),

NASIONALTERKINI.COM.YOGYAKARTA Pendidikan vokasi kembali menunjukkan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Melalui program Teaching Factory, SMKN 3 Yogyakarta dipercaya menjadi bagian dari proses produksi Becak Kayu Listrik Wisata (Bekalista), kendaraan ramah lingkungan yang disiapkan sebagai alternatif transportasi wisata pengganti becak bermotor (bentor) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bekalista merupakan inovasi yang menggabungkan pelestarian budaya, teknologi ramah lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini diluncurkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, bersama Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Alun-alun Kidul Yogyakarta, Kamis (17/7/2026).

Wakil Kepala SMKN 3 Yogyakarta Bidang Teaching Factory dan Unit Produksi, Drs. Winih Wicaksono, M.T., mengatakan sekolah berperan dalam berbagai tahapan produksi Bekalista, mulai dari pengelasan rangka, pengecatan, perakitan, hingga pengujian kendaraan sebelum siap dioperasikan.

“Ini merupakan implementasi nyata pembelajaran berbasis industri. Guru dan siswa terlibat langsung dalam proses produksi sesuai standar dunia kerja,” ujarnya.

Proyek tersebut melibatkan empat program keahlian, yakni Teknik Otomotif, Teknik Elektronika, Teknik Listrik, dan Teknik Mesin. Sebanyak 12 guru bersama sekitar 25 hingga 30 siswa terlibat dalam seluruh proses produksi.

Untuk menjaga kualitas produk, pengerjaan didampingi konsultan industri dari PT Langit Biru Istimewa (LBI) dan PT Yogya Presisi Teknika Indonesia (YPTI). Kedua perusahaan melakukan pengawasan mutu pada setiap tahapan produksi sehingga Bekalista memenuhi standar operasional.

Menurut Winih, keterlibatan siswa dalam proyek ini memberikan pengalaman kerja yang tidak diperoleh melalui pembelajaran di kelas.

“Siswa belajar membaca gambar teknik, melakukan stok opname, mengoperasikan peralatan mekanik dan kelistrikan, serta memahami sistem kerja Bekalista. Mereka juga dibiasakan menerapkan budaya kerja industri melalui prinsip 5R, yaitu Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan yang diberikan kepada SMKN 3 Yogyakarta didukung oleh kualitas sumber daya manusia, fasilitas yang lengkap, lokasi yang strategis, serta pengalaman sekolah dalam mengembangkan Teaching Factory sebagai SMK berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Kepala SMKN 3 Yogyakarta, Widada, S.Pd., M.Pd., menilai keterlibatan sekolah dalam proyek Bekalista menjadi bukti bahwa pendidikan vokasi mampu berkontribusi langsung terhadap kebutuhan industri dan masyarakat.

“Kepercayaan ini membuktikan bahwa SMK tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata melalui inovasi dan kompetensi yang dimiliki,” katanya.

Menurut Widada, pengalaman bekerja dalam proyek industri memberikan nilai tambah bagi siswa karena mereka belajar memenuhi standar mutu, target produksi, disiplin kerja, hingga penyelesaian pekerjaan secara profesional.

“Inilah esensi Teaching Factory. Lulusan SMK tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga karakter kerja dan daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja maupun berwirausaha,” ujarnya.

Dalam peluncuran Bekalista, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi keterlibatan pendidikan vokasi dalam pengembangan kendaraan listrik tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh proses produksi Bekalista dikerjakan oleh tenaga lokal Yogyakarta, mulai dari pembuatan komponen, perakitan, sistem kelistrikan, hingga dukungan Teaching Factory SMKN 3 Yogyakarta.

“Bengkel induk Bekalista dipercayakan kepada SMKN 3 Yogyakarta. Ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi memiliki kemampuan mendukung pengembangan industri nasional,” katanya.

Purbaya juga berharap sekolah dapat terus berperan dalam pengembangan ekosistem Bekalista, termasuk pengelolaan fasilitas pengisian daya listrik agar operasional kendaraan dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Bekalista merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan komunitas pengemudi becak.

“Kolaborasi seperti ini membuktikan bahwa inovasi akan tumbuh lebih kuat ketika dibangun bersama. Tradisi harus berjalan berdampingan dengan teknologi agar tetap hidup, memberi manfaat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Sri Sultan.

Keterlibatan SMKN 3 Yogyakarta bersama sejumlah SMK lainnya dalam proyek Bekalista mempertegas peran strategis pendidikan vokasi sebagai mitra pemerintah dan dunia industri dalam menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui Teaching Factory, proses pembelajaran tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga melahirkan produk berkualitas yang memberikan solusi bagi kebutuhan bangsa.

Ke depan, SMKN 3 Yogyakarta berkomitmen memperluas kolaborasi dengan dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, pemerintah, dan berbagai mitra strategis. Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem Teaching Factory sekaligus menjadikan sekolah sebagai pusat keunggulan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.Pungkas:Widada(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *