
foto=Pertemuan yang diselenggarakan oleh Yayasan Vesta Indonesia
NASIONALTERKINI.COM.Upaya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) terus diperkuat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga komunitas ODHIV bersatu membangun komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, aman, dan bebas diskriminasi.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Koordinasi Multi-Stakeholder yang diselenggarakan oleh Yayasan Vesta Indonesia pada Jumat (19/6/2026) di Ingkung Grobog, Jalan Ipda Tut Harsono No.18, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penanggulangan HIV/AIDS yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga penghormatan terhadap hak asasi manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.
HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius di DIY. Berdasarkan data kumulatif periode 1993–2025, tercatat sebanyak 9.540 kasus HIV/AIDS di wilayah ini. Angka tersebut menempatkan DIY pada peringkat ke-11 dari 38 provinsi di Indonesia berdasarkan prevalensi kasus AIDS per 100.000 penduduk.
Namun, persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan penanganan medis. Stigma dan diskriminasi yang masih terjadi di masyarakat menjadi hambatan besar dalam upaya pencegahan, deteksi dini, dan keberhasilan pengobatan. Data UNAIDS tahun 2023 menunjukkan bahwa stigma terhadap ODHIV masih menjadi salah satu tantangan utama dalam pengendalian HIV/AIDS di Indonesia.
Stigma tersebut berdampak luas terhadap kehidupan ODHIV. Selain memengaruhi kondisi psikologis dan sosial, diskriminasi juga menghambat akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, pekerjaan, serta kehidupan bermasyarakat. Tidak sedikit ODHIV yang memilih menyembunyikan status kesehatannya karena khawatir mengalami penolakan atau perlakuan tidak adil.
Di DIY, para pendamping dan aktivis HIV/AIDS mencatat masih banyak ODHIV yang memilih berobat ke fasilitas kesehatan yang jauh dari tempat tinggal mereka untuk menghindari stigma dari lingkungan sekitar. Padahal, layanan terapi antiretroviral (ARV) sebenarnya telah tersedia di fasilitas kesehatan yang lebih dekat.
Tantangan serupa juga masih ditemukan di lingkungan pelayanan kesehatan. Sejumlah ODHIV mengaku pernah mengalami perlakuan diskriminatif, baik secara langsung maupun tidak langsung, saat mengakses layanan kesehatan. Kondisi tersebut dapat menurunkan kepercayaan terhadap sistem layanan dan membuat sebagian pasien enggan melanjutkan pengobatan.
Pemerintah DIY telah mengambil langkah penting melalui penerbitan Peraturan Daerah DIY Nomor 3 Tahun 2023 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Regulasi tersebut menjamin hak ODHIV untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak, akses terhadap pengobatan ARV, dukungan psikososial, serta perlindungan atas kerahasiaan status HIV.
Meski demikian, para peserta pertemuan menilai bahwa keberadaan regulasi saja belum cukup. Implementasi yang efektif membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, hingga media massa.
Melalui forum ini, para peserta membangun pemahaman bersama mengenai stigma dan diskriminasi HIV/AIDS, mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih terjadi di lapangan, serta menyusun langkah-langkah kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi ODHIV.
Pertemuan tersebut melibatkan berbagai lembaga dan organisasi, antara lain Dinas Kesehatan DIY, Dinas Sosial DIY, DP3AP2 DIY, ADINKES DIY, Yayasan Vesta Indonesia, B’Friends, FKKB, Harapan Fian, Pondok Pesantren Al Fatah, Yayasan Victory Plus, PBHI Yogyakarta, serta perwakilan media massa.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat, DIY diharapkan mampu menjadi contoh dalam mewujudkan penanggulangan HIV/AIDS yang berlandaskan kesetaraan, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan kepedulian sosial. Dengan menghapus stigma dan diskriminasi, ODHIV dapat hidup lebih bermartabat, memperoleh akses layanan yang setara, serta berpartisipasi penuh dalam kehidupan bermasyarakat. Vesta Indonesia(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
