Sofie Tawarkan Dekonstruksi Tailoring Modern di JF3 Fashion Festival 2026

NASIONALTERKINI.COM.JAKARTA.Di tengah berkembangnya tren mode global yang semakin mengedepankan kebebasan berekspresi, desainer Sofie menghadirkan koleksi “Roots in Transit” pada JF3 Fashion Festival 2026 sebagai interpretasi baru mengenai identitas urban Indonesia. Melalui pendekatan deconstructed tailoring, koleksi ini memadukan kekuatan konstruksi busana modern dengan nilai budaya yang diterjemahkan secara kontemporer.

Berangkat dari gagasan untuk menghadirkan sesuatu yang berbeda dari busana sehari-hari, Sofie membongkar pakem tailoring klasik menjadi siluet yang lebih dinamis. Kemeja bergaris vertikal, yang identik dengan gaya formal, diolah menjadi rancangan berkarakter melalui permainan draperi, potongan asimetris, serta detail kerah yang tegas. Tarikan pada bagian pinggang menciptakan dimensi baru yang memberi kesan arsitektural tanpa mengurangi kenyamanan pemakainya.

Eksplorasi volume menjadi salah satu daya tarik utama koleksi ini. Atasan berpotongan oversized dipadukan dengan pleated culottes maupun celana pendek berlipit yang menciptakan keseimbangan antara struktur dan keleluasaan bergerak. Siluet tersebut mencerminkan arah tren Fall/Winter 2026 yang mengangkat bentuk dramatis, namun tetap fungsional untuk dikenakan dalam aktivitas sehari-hari.

Sentuhan aksesori turut memperkuat karakter koleksi. Tali crossbody bertekstur dengan aksen warna oranye, hitam, dan putih menghadirkan nuansa artisan yang berpadu harmonis dengan semangat streetwear modern. Penampilan semakin kuat melalui penggunaan ankle boots bersol tebal yang menegaskan citra urban, berani, dan praktis.

Di balik rancangan tersebut, “Roots in Transit” membawa gagasan tentang identitas yang terus bergerak mengikuti perjalanan hidup manusia. Sofie memandang akar budaya bukan sebagai sesuatu yang statis, melainkan nilai yang selalu dapat beradaptasi dengan ruang dan waktu. Perspektif itu diwujudkan dalam busana yang merepresentasikan generasi urban yang hidup di antara tradisi dan modernitas.

Nilai budaya Indonesia hadir secara halus melalui reinterpretasi elemen beskap, teknik layering yang terinspirasi dari cara berkain, serta detail konstruksi yang mengacu pada kearifan lokal. Wastra tidak dijadikan elemen dominan, melainkan aksen yang memperkaya narasi desain sehingga tampil lebih elegan dan relevan bagi pasar global.

Melalui koleksi ini, Sofie menunjukkan bahwa tradisi dan inovasi tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berpadu menjadi bahasa desain yang segar, modern, sekaligus memiliki akar budaya yang kuat. “Roots in Transit” menjadi bukti bahwa karya desainer Indonesia mampu berbicara di panggung mode internasional. Pungkas. Sofie(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com

Tulisan ini dipublikasikan di Fashion, Liifestyle, Nasional. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *