
NASIONALTERKINI.COM. Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman menggelar orientasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kalurahan dan Padukuhan di Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Rabu:15/04/2026.Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah memperkuat efektivitas program penanggulangan kemiskinan hingga tingkat paling bawah.

Orientasi tersebut bertujuan memastikan berbagai program penanggulangan kemiskinan berjalan optimal serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, khususnya di wilayah kalurahan dan padukuhan.
Wakil Bupati Sleman sekaligus Ketua TKPK Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan bahwa orientasi ini menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi terhadap berbagai kebijakan yang telah dijalankan. Menurutnya, upaya penanggulangan kemiskinan harus benar-benar menyentuh persoalan mendasar masyarakat di tingkat akar rumput.
“Orientasi TPK ini menjadi proses reflektif untuk menilai sejauh mana langkah dan kebijakan yang telah dijalankan mampu menyentuh permasalahan mendasar masyarakat, khususnya di tingkat kalurahan dan padukuhan,” ujar Danang.
Dalam kegiatan tersebut, TKPK Kabupaten Sleman juga melakukan diskusi langsung bersama TPK Kalurahan dan Padukuhan guna mengidentifikasi berbagai tantangan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Melalui dialog ini diharapkan muncul solusi konkret yang dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Danang menegaskan bahwa orientasi TPK tidak hanya sekadar kegiatan formal, namun harus dimaknai sebagai langkah awal membangun pemahaman bersama dalam menjalankan tugas penanggulangan kemiskinan secara berkelanjutan.
“Orientasi ini harus dimaknai sebagai langkah awal untuk membangun pemahaman yang sama, bahwa tugas kita bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memastikan terjadinya perubahan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepekaan TPK dalam membaca kondisi riil masyarakat secara objektif. Menurutnya, upaya penanggulangan kemiskinan harus didukung data yang akurat, sasaran yang tepat, serta intervensi yang sesuai kebutuhan masyarakat
“Pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat menjadi kunci. Libatkan warga, dengarkan aspirasi mereka, dan jadikan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar objek,” tambah Danang.
Selain itu, Danang juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dan sinergi antar pihak, baik pemerintah daerah, kalurahan, padukuhan, maupun masyarakat. Dengan kerja sama yang kuat, program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sleman diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.Pungkas:Danang(Aan)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
