
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA. Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bersama Densus 88 Antiteror Polri memperkuat peran aparatur sipil negara (ASN) dalam mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi bertema “ASN Berintegritas, Garda Terdepan Melawan Radikalisme dan Intoleransi, Wujudkan Pemerintah Kuat dan Rakyat Sejahtera” di Gedung Radyo Suyoso, kompleks BAPPERIDA DIY, Selasa,07/04/2026.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara Pemprov DIY dan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) DIY Densus 88 dalam memperkuat ketahanan ideologi di lingkungan birokrasi.
Kasubdit Kontra Radikal Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri, Joko Dwi Harsono, mengatakan penyebaran paham radikalisme kini berkembang semakin dinamis dan tidak lagi terbatas pada pendekatan konvensional. Menurut dia, ruang digital menjadi salah satu medium utama penyebaran ideologi tersebut.
“Radikalisme berkembang secara masif di ruang digital. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak dini, terutama di lingkungan ASN yang menjadi ujung tombak pelayanan publik,” kata Joko dalam pemaparannya.
Sementara itu, Rida Hesti Ratnasari menekankan pentingnya penguatan integritas ASN sebagai benteng utama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Ia menilai tata kelola pemerintahan yang baik dapat menjadi filter efektif terhadap masuknya ideologi intoleran.
“ASN harus memiliki integritas yang kuat dan berpegang pada nilai kebangsaan. Pemerintahan yang transparan dan akuntabel akan memperkecil ruang masuknya paham radikal,” ujar Rida.
Kegiatan tersebut diikuti ASN dari berbagai instansi di DIY. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, Kepala Badan Kesbangpol DIY Lilik Andi Aryanto, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta Deni Mulyana, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Yogyakarta Achmad Hanifah, Hakim Tinggi Sugiyanto, serta Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DIY Dewo Isnu Broto Imam Santoso.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Diskusi tersebut membahas strategi pencegahan radikalisme, termasuk penguatan literasi digital dan peningkatan ketahanan ideologi di lingkungan ASN.
Melalui sosialisasi ini, Pemprov DIY dan Densus 88 berharap ASN dapat berperan sebagai garda depan dalam menjaga keutuhan bangsa serta melindungi masyarakat dari pengaruh radikalisme dan intoleransi.
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
