Forum Silaturahmi Cendekiawan Keluarga Madura Yogyakarta Pererat Kebersamaan

NASIONALTERKINI.COM.YOGYAKARTA — Forum Silaturahmi Cendekiawan Keluarga Madura Yogyakarta kembali menggelar pertemuan rutin dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi ruang temu sekaligus penguat ikatan persaudaraan antarwarga Madura yang berkiprah di dunia akademik dan intelektual di Yogyakarta.

Pertemuan tersebut berlangsung pada pukul 09.00 WIB di Kobessah 3, yang berlokasi di Kragilan, Tamanan, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu anggota forum sekaligus owner Kobessah 3, Ahmad Mulyadi—yang akrab disapa Cak Rimo

“Ini sebenarnya silaturahmi biasa. Kalau dalam tradisi Jawa disebut selapanan, rutin digelar sebagai forum silaturahmi Cendekiawan Keluarga Madura Yogyakarta,” ujar Cak Rimo.Minggu:25/01/2026

foto=Ahmad Mulyadi, yang akrab disapa Cak Rimo

Forum ini diikuti para cendekiawan Madura yang terdiri atas profesor, doktor, dan dosen dari berbagai perguruan tinggi. Mereka tergabung dalam Forum Silaturahmi yang merupakan bagian Keluarga Madura Yogyakarta (KMY).

Menurut Cak Rimo, organisasi Keluarga Madura di Yogyakarta telah berdiri sejak lama, bahkan diperkirakan telah berusia lebih dari setengah abad.

“Saya masuk tahun 1988, dan saat itu organisasi ini sudah ada. Jadi kemungkinan besar sudah berdiri lebih dari 50 tahun,” ungkapnya.

Selain silaturahmi, kegiatan forum juga diisi dengan pengajian, sambutan, serta penyampaian materi dari tokoh nasional. Pada pertemuan kali ini, materi rencananya akan disampaikan oleh Mahfud MD. Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir karena agenda di Jakarta.

Salah satu anggota forum adalah Priyo, wartawan yang tergabung dalam Ikatan Wartawan Online (IWO) Sleman.acara ini di gelar untuk mempererat persaudaraan

“Acara dikemas sederhana, ada sambutan, pengajian, lalu ditutup dengan tahlil dan silaturahmi. Intinya kebersamaan,” tambah Cak Rimo.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya hanya berperan sebagai anggota biasa dan baru kembali aktif sekitar satu tahun terakhir setelah lama menetap di Bengkulu.

“Di organisasi ini saya hanya anggota. Saya baru aktif lagi sekitar setahun terakhir karena sebelumnya lama tinggal di Bengkulu,” pungkasnya.

Melalui forum ini, diharapkan jalinan persaudaraan dan komunikasi antar cendekiawan Madura di Yogyakarta terus terjaga, sekaligus menjadi ruang bertukar gagasan dalam suasana sederhana namun sarat makna.Pungkas:Cak Rimo(Tyo)

Redaksi=terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *