NASIONALTERKINI. Di tengah hiruk pikuk dan kreativitas jalanan Prawirotaman dalam gelaran Fashion On The Street 2025, satu koleksi busana menarik perhatian bukan hanya karena tampilannya yang berani dan otentik, tetapi juga karena pesan mendalam yang diusungnya. Koleksi bertajuk “My Dream” karya desainer Tulinprasetyo menjadi sorotan tak hanya dari sudut pandang estetika, tetapi juga dari perspektif wellness—yaitu bagaimana busana bisa menjadi jalan untuk mengenal, menerima, dan mengekspresikan diri dengan jujur dan penuh keyakinan.

Busana Sebagai Cerminan Jati Diri

Dalam dunia yang semakin cepat dan penuh distraksi, banyak individu kehilangan ruang untuk mengekspresikan siapa dirinya sebenarnya. Lewat “My Dream”, Tulinprasetyo mengajak kita semua untuk kembali menemukan ruang itu—melalui mode. Terinspirasi dari imaji bajak laut modern yang penuh semangat kebebasan, koleksi ini tampil sebagai manifestasi dari keberanian untuk tampil berbeda, menjadi diri sendiri, dan tidak takut menunjukkan karakter yang unik.Ujar:Tulin:Sabtu:24/08/2025

Dengan memadukan unsur denim yang kuat dan kasual dengan batik yang sarat makna budaya, Tulin tidak sekadar merancang busana, melainkan menciptakan jembatan emosional antara masa kini dan akar tradisi. Potongan seperti outer, rok, kebaya modern, hingga celana harem style yang dirancang dalam siluet bebas dan nyaman mempertegas bahwa busana bisa—dan seharusnya—memberi ruang gerak bagi tubuh dan pikiran

Edgy ethnic Style: Ketika Modernitas Bertemu Spirit Lokal

Konsep yang diangkat Tulin, yaitu Edgy ethnic Style, bukan sekadar gaya visual. Ia merupakan filosofi berpakaian yang merayakan keberanian dan keautentikan, berpijak pada akar budaya lokal namun menjangkau langit global. Dengan sentuhan boots, topi, dan riasan berani ala tren 2025, koleksi ini membawa semangat revolusi personal dalam berbusana: bahwa menjadi berbeda adalah bentuk perawatan diri (self-care) yang mendalam.

Di era ketika tekanan untuk mengikuti tren global begitu kuat, pendekatan Tulin mengingatkan bahwa mengenakan busana yang berakar dan bermakna bisa menjadi bentuk self-empowerment. Ini adalah bagian dari gaya hidup wellness yang mengajak kita mengenal lebih dalam siapa diri kita, apa yang kita cintai, dan bagaimana mengekspresikannya tanpa takut dihakimi.

“My Dream” sebagai Ruang Mimpi yang Nyata

Dalam wawancaranya, Tulinprasetyo mengungkapkan,

Bagi saya, fashion adalah mimpi yang bisa diwujudkan. Lewat ‘My Dream’, saya ingin menghadirkan busana yang autentik, edgy, dan tetap berpijak pada akar budaya kita.”

Pernyataan ini bukan sekadar slogan kreatif, melainkan penanda bahwa setiap potongan busana bisa menjadi bagian dari perjalanan mental dan spiritual seseorang. Ia bisa menjadi simbol kekuatan, pengingat identitas, atau bahkan terapi visual yang membantu seseorang merasa lebih utuh.

Busana, Diri, dan Generasi Baru

Dengan gaya yang ekspresif namun tetap fungsional, koleksi “My Dream” mendorong generasi muda untuk lebih percaya diri dalam mengekspresikan siapa dirinya. Dalam konteks wellness, ini menjadi penting—karena kesejahteraan bukan hanya soal tubuh yang sehat, tetapi juga pikiran dan jiwa yang bebas

Melalui koleksi ini, Tulinprasetyo mengajak kita semua untuk memandang busana bukan sekadar lapisan luar, melainkan sebagai lapisan jiwa yang bisa menguatkan, menyembuhkan, dan membebaskan.

Temukan Koleksi “My Dream” di Lokasi Berikut:

Butik LMar Galleria Mall, Jogjakarta

Butik Lanny Amborowati, Sleman City Hall, Jogja

Amaryllis Gallery UMKM CENTER JATENG, Jl. Setiabudi No. 192, Semarang

Galeri Industri Kreatif, Semarang Kota Lama

WhatsApp: 0877 8322 03958,Instagram:@Tulinprasetyo

Jika kamu percaya bahwa mode bisa menjadi bagian dari perjalanan batin, “My Dream” bukan hanya koleksi yang bisa kamu kenakan—tetapi juga bisa kamu rasakan.Pungkas:Tulin(Tyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *