
NASIONALTERKINI.COM YOGYAKARTA, Perkembangan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang terus menunjukkan pertumbuhan mendorong pelaku industri untuk tidak hanya mengejar peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga memperkuat kualitas dan keberlanjutan destinasi.
Persoalan tersebut menjadi salah satu bahasan dalam World Tourism Day & Musda DPD PUTRI DIY 2026 yang berlangsung di Taman Pintar Yogyakarta, Minggu:27/09/2026
Ketua DPD PUTRI DIY, GKR Bendara, mengatakan pertumbuhan kunjungan wisata menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
Ia menyebut perjalanan wisata nusantara secara nasional mencapai sekitar 206 juta perjalanan. Sementara itu, pada Juli 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara di DIY mencapai 4,28 juta perjalanan, tumbuh lebih dari 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Semakin banyak yang datang, semakin besar kebutuhan kita untuk menjaga kualitas, kenyamanan, kebersihan, dan keberlanjutan destinasi,” kata GKR Bendara.
Menurutnya, Yogyakarta perlu terus bergerak menjadi destinasi yang cerdas dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Namun, transformasi tersebut tidak boleh menghilangkan karakter budaya dan nilai lokal yang menjadi kekuatan utama pariwisata Yogyakarta.
“Teknologi modern, tetapi nilai dan modal budaya jangan sampai hilang,” ujarnya.
GKR Bendara mengajak pelaku pariwisata melakukan sejumlah langkah untuk menghadapi perubahan industri. Salah satunya mempercepat transformasi digital, mulai dari pembayaran digital, pemasaran, peningkatan pengalaman wisatawan, pemanfaatan data hingga pengelolaan operasional.
Selain itu, pelaku pariwisata dinilai perlu memahami penggunaan artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas, tetapi penerapannya tetap harus memperhatikan etika, keamanan data, hak konsumen, serta keaslian informasi.
“Kalau kita tidak bertanggung jawab menggunakan AI, akan muncul persoalan. Karena itu, etika, keamanan data, hak konsumen dan keaslian informasi harus tetap kita jaga,” katanya.
Langkah berikutnya adalah memperkuat budaya inovasi di sektor pariwisata. Menurut GKR Bendara, industri tidak cukup hanya mengikuti tren, tetapi harus mampu menciptakan atraksi, pengalaman, model bisnis, dan pola kolaborasi baru.
Di sisi lain, prinsip keberlanjutan juga harus ditempatkan sebagai bagian dari pengelolaan destinasi. Penggunaan energi dan air, pengelolaan sampah, kelestarian lingkungan, kapasitas destinasi hingga pelestarian budaya menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian.
“Keberlanjutan bukan sekadar slogan. Kita harus semakin serius dalam pengelolaan energi, air, sampah, lingkungan, kapasitas destinasi dan pelestarian budaya,” ujar GKR Bendara.
Melalui World Tourism Day 2026, DPD PUTRI DIY mendorong agar transformasi pariwisata tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka kunjungan. Penguatan kualitas destinasi, inovasi, pemanfaatan teknologi, keberlanjutan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pariwisata DIY ke depan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Musda DPD PUTRI DIY 2026 sebagai forum organisasi untuk membahas arah dan program kerja organisasi dalam mendukung perkembangan pariwisata di daerah.Kalau ingin lebih terasa seperti berita media pariwisata, judulnya juga bisa dibuat lebih kuat: “Wisatawan Nusantara Tumbuh 21 Persen, PUTRI DIY Dorong Pariwisata Tak Sekadar Kejar Angka”.Tutup:GKR Bendara(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
