
NASIONALTERKINI.COM YOGYAKARTA, Balai Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder mengembangkan model konservasi rusa berbasis masyarakat di Kalurahan Gading, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul. Program ini menggunakan demplot penangkaran di tanah kas desa sebagai ruang belajar sekaligus uji operasional pengelolaan rusa.Jumat:18/09/2026
Kepala Balai Tahura Bunder Alex Zubaedi mengatakan, pendekatan tersebut dirancang untuk membangun pengetahuan dan pengalaman masyarakat sebelum pengelolaan dikembangkan lebih jauh.
“Yang ingin kita bangun bukan hanya sarana, tetapi juga pengetahuan dan kelembagaan masyarakat. Demplot ini menjadi tempat untuk belajar sekaligus melihat apa saja yang perlu dipersiapkan dalam pengelolaan rusa,” ujar Alex.
Masyarakat Gading dilibatkan sebagai pengelola di tingkat tapak dengan pendampingan dari Tahura Bunder. Setyo Yulianto, petani sekaligus pengelola BUMKal Gading, mengatakan keterlibatan dalam penangkaran rusa menjadi pengalaman baru bagi masyarakat.
“Kepercayaan untuk melakukan penangkaran rusa di Kalurahan Gading menjadi pengalaman baru bagi kami. Kami berharap demplot ini dapat berkembang, memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi sarana edukasi,” kata Setyo.
Dari pihak desa, Lurah Gading Rugiyanto menyebut demplot tersebut memanfaatkan tanah kas desa yang sebelumnya telah digunakan untuk kegiatan peternakan dan perikanan.
Pengembangan demplot mendapat dukungan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada melalui kajian kelayakan, serta Relung Indonesia melalui pendanaan RBP (Result-Based Payment).
Uji operasional dimulai pada 15 September 2026 untuk melihat kesiapan sarana dan pengelola sekaligus mengumpulkan pengalaman pengelolaan di lapangan. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk pengembangan model konservasi secara bertahap.
“Setelah berjalan, kita bisa melihat apa yang sudah baik, apa yang masih menjadi kendala, dan apa yang perlu diperbaiki,” ujar Alex:(Aan)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
