
NASIONALTERKINI.COM. JAKARTA. Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di SMK Negeri 26 Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Forum yang diikuti para Ketua MKKS SMK dari 38 provinsi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi nasional dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Rakornas diselenggarakan oleh MKKS SMK Indonesia dengan dukungan Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta sebagai tuan rumah. Kegiatan berlangsung secara hibrida, diikuti peserta yang hadir langsung di SMKN 26 Jakarta maupun melalui Zoom Meeting, sehingga seluruh provinsi dapat berpartisipasi dalam forum koordinasi nasional tersebut.
Kepala SMKN 26 Jakarta, Darminto, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai tuan rumah penyelenggaraan Rakornas MKKS SMK Indonesia.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Emi Mawarni, M.Pd., menegaskan bahwa MKKS memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan kejuruan.
Menurutnya, MKKS bukan sekadar wadah silaturahmi para kepala sekolah, tetapi juga ruang kolaborasi untuk menyelaraskan kebijakan, merumuskan solusi atas berbagai tantangan pendidikan, merespons perkembangan teknologi, serta memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Kualitas SMK tidak hanya ditentukan oleh beberapa sekolah unggulan, tetapi oleh kekuatan kolaborasi seluruh SMK, baik negeri maupun swasta,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Emi Mawarni menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh peserta Rakornas, yakni memperkuat kemitraan dengan industri agar semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja, mengembangkan inovasi pembelajaran melalui Teaching Factory (TEFA), serta membangun budaya berbagi praktik baik antarsekolah guna meningkatkan mutu pendidikan vokasi secara merata di seluruh Indonesia.
Rakornas secara resmi dibuka oleh Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Ari Wibowo Kurniawan, S.T., M.Ak., yang memaparkan arah kebijakan pengembangan SMK nasional melalui tema “Transformasi Kepemimpinan SMK sebagai CEO: Dari Pengelola Sekolah Menjadi Pemimpin Strategis Pendidikan Vokasi.”
Dalam paparannya, Ari Wibowo Kurniawan menekankan bahwa kepala SMK saat ini dituntut bertransformasi dari sekadar administrator menjadi pemimpin strategis yang mampu membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan dunia kerja.
Ia juga menegaskan bahwa MKKS merupakan forum profesional yang memiliki peran penting dalam memperkuat koordinasi antarsekolah, menyelaraskan implementasi kebijakan pemerintah, meningkatkan mutu tata kelola sekolah, serta memperluas jejaring dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, keberadaan MKKS mampu mengubah berbagai persoalan yang sebelumnya dihadapi secara individual menjadi agenda bersama yang dapat diselesaikan melalui kolaborasi. Selain itu, organisasi ini menjadi media berbagi informasi, praktik baik, serta penguatan budaya saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi nasional.
Rapat koordinasi dipimpin Ketua MKKS SMK Indonesia, Widada, S.Pd., M.Pd. dari Daerah Istimewa Yogyakarta, didampingi Sekretaris MKKS SMK Indonesia Dr. Paidi, S.Pd., M.T.Pd.
Widada menegaskan pentingnya transformasi organisasi MKKS menjadi organisasi pembelajar yang adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan nasional. Menurutnya, MKKS harus mampu menjadi penghubung yang efektif antara Direktorat SMK, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Penguatan jejaring antardaerah, peningkatan kompetensi kepala sekolah, pengembangan Teaching Factory, kemitraan dengan industri, serta peningkatan mutu layanan pendidikan menjadi fokus utama agenda organisasi ke depan.
Selain membahas strategi penguatan pendidikan vokasi, Rakornas juga menjadi forum konsolidasi nasional untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja, menyelaraskan implementasi kebijakan Direktorat SMK, serta merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan vokasi di masa depan.
Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dunia usaha, dunia industri, dan masyarakat guna menciptakan pendidikan vokasi yang semakin berkualitas, relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, dan berdaya saing.
Regenerasi Kepengurusan
Rakornas juga menghasilkan kesepakatan penting berupa revitalisasi kepengurusan MKKS SMK Indonesia sebagai bagian dari regenerasi organisasi agar semakin profesional, adaptif, dan kolaboratif.
Melalui musyawarah yang berlangsung demokratis di Aula SMKN 26 Jakarta, peserta menyepakati susunan kepengurusan baru dengan Dr. Paidi, S.Pd., M.T.Pd. sebagai Ketua MKKS SMK Indonesia.
Sementara Widada, S.Pd., M.Pd. dipercaya sebagai Dewan Pembina bersama sejumlah tokoh pendidikan dari berbagai provinsi. Kepengurusan baru juga diperkuat oleh perwakilan dari DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Papua Barat, serta seluruh Ketua MKKS SMK Provinsi se-Indonesia sebagai anggota.
Untuk meningkatkan efektivitas organisasi, kepengurusan akan membentuk sejumlah bidang strategis yang meliputi kelembagaan dan kemitraan DUDI, pengembangan peserta didik, serta bidang akademik.
Ketua MKKS SMK Indonesia periode sebelumnya, Widada, S.Pd., M.Pd., mengatakan regenerasi kepemimpinan merupakan bagian dari proses pendewasaan organisasi.
“Pergantian kepengurusan bukan sekadar estafet jabatan, tetapi menghadirkan energi baru, gagasan baru, dan semangat kolaborasi yang lebih kuat dalam menjawab tantangan pendidikan vokasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMK Indonesia yang baru, Dr. Paidi, S.Pd., M.T.Pd., menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program strategis yang telah dirintis sebelumnya, sekaligus memperkuat sinergi antar-MKKS provinsi, memperluas kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri, serta mendukung implementasi kebijakan transformasi pendidikan vokasi yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dengan semangat kolaborasi nasional, Rakornas MKKS SMK Indonesia 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat peran kepala sekolah sebagai pemimpin perubahan (change leader) yang mampu mengakselerasi transformasi pendidikan vokasi Indonesia menuju sistem yang semakin berkualitas, relevan, inovatif, dan menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Tutup :Widada(Tyo)
“Redaksi=
terkininasional@gmail.com
