
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA Prawirotaman Fashion on the Street 2026, Akan digelar 21-23 Agustus 2026 di kawasan Prawirotaman I dan Prawirotaman II, Yogyakarta.Memasuki penyelenggaraan ke-11, ajang ini bukan sekadar pergelaran busana di ruang publik, melainkan telah menjadi panggung fashion yang membuka ruang bagi para desainer muda untuk berkarya, berinovasi, sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif di Yogyakarta.Rabu:29/07/2026

Peluncuran resmi Prawirotaman Fashion on the Street 2026 berlangsung pada 29 Juli 2026 diGrand Diamond Hotel Yogyakarta dengan dukungan Dinaspariwisata DIY dan Dekranasda DIY.
Dalam sambutannya, Tazbir Abdullah secara resmi membuka rangkaian Prawirotaman Fashion on the Street 2026. Ia menegaskan bahwa fashion merupakan salah satu industri kreatif yang harus terus digerakkan melalui berbagai kegiatan dan ruang kreatif agar mampu melahirkan desainer-desainer baru yang kompetitif.

Menurutnya, semakin banyak penyelenggaraan fashion show, maka semakin besar pula peluang bagi para pelaku industri kreatif, UMKM, perajin batik, hingga generasi muda untuk menunjukkan karya terbaiknya. Hal tersebut menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Yogyakarta sebagai salah satu tujuan Kota Fashion Dunia sekaligus mempertahankan predikat Kota Batik Dunia.
Sejumlah desainer menampilkan koleksi terbaik mereka dengan karakter yang berbeda-beda, sekaligus memperlihatkan kekayaan kreativitas fashion Yogyakarta yang terus berkembang mengikuti tren tanpa meninggalkan identitas lokal.
Salah satu desainer yang tampil, MAGA by Ayu Mertiana Dewi, menghadirkan koleksi yang memadukan wastra Nusantara dengan material modern seperti denim dan katun. Menurut Ayu, koleksi tersebut dirancang agar dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga busana kerja yang tetap elegan.
Kami menggabungkan lurik, batik, denim, dan katun menjadi satu kesatuan. Tujuannya agar wastra Nusantara bisa tampil lebih modern, nyaman dipakai, dan sesuai dengan gaya hidup masa kini,” ujarnya.»
Ia menambahkan, keikutsertaan dalam Prawirotaman Fashion on the Street menjadi bagian dari strategi branding untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat yang lebih luas tampil di ajang ini,ujarnya
Sementara itu, Lia Mustafa, Owner House LMAR, menjelaskan bahwa penyelenggaraan fashion show di kawasan Prawirotaman tidak dipindahkan, melainkan diperluas agar kawasan Prawirotaman I maupun II sama-sama memperoleh dampak ekonomi, promosi, dan kunjungan wisata.
Menurutnya, selama ini Prawirotaman telah berkembang menjadi kawasan wisata kreatif yang hidup. Kehadiran fashion show memberikan manfaat tidak hanya bagi hotel dan restoran, tetapi juga UMKM, perajin, hingga masyarakat sekitar.
Jalan Prawirotaman kini benar-benar menjadi street fashion yang hidup. Anak-anak muda berkumpul, berkreasi, menghadirkan karya, dan menciptakan suasana kreatif yang dinikmati wisatawan,” katanya.
Lia juga menyoroti pentingnya regenerasi pembatik sebagai salah satu syarat utama mempertahankan predikat Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia. Bersama Dekranasda DIY dan Bank Indonesia, selama tiga tahun terakhir telah dilakukan pembinaan terhadap puluhan desainer muda dan pembatik muda.
Tahun ini program difokuskan kepada 25 pembatik muda yang mendapatkan pelatihan teknik membatik, inovasi desain, manajemen usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi pewarna alami.
Menurut Lia, anak-anak muda membutuhkan ruang untuk berekspresi agar mampu melahirkan karya-karya batik yang lebih kontemporer tanpa meninggalkan akar tradisi.
Kita tidak boleh membatasi kreativitas mereka. Batik harus berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai budayanya tetap dijaga. Mereka harus diberi ruang untuk bereksperimen sehingga lahir inovasi-inovasi baru,” jelasnya.»
Selain pelatihan, para peserta juga diajak mengunjungi museum, mengenal sejarah batik, serta mempelajari perkembangan teknologi pewarna alami hasil penelitian akademisi. Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi baru pembatik yang siap menghadapi tantangan industri fashion dan ekonomi kreatif.
Lia mengungkapkan, keterlibatannya membina desainer muda telah dilakukan secara mandiri selama bertahun-tahun. Berawal dari enam peserta, kini jumlahnya terus bertambah dan telah melahirkan banyak desainer yang dikenal di tingkat nasional.
Dari proses pembinaan itulah lahir Prawirotaman Fashion on the Street yang kini telah menjadi salah satu agenda wisata kreatif Kota Yogyakarta dan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata.
Menurut Lia, yang dibangun bukan sekadar sebuah fashion show, melainkan sebuah ekosistem yang mampu menggerakkan industri fashion dari hulu hingga hilir.
Yang kami bangun bukan hanya fashion show, tetapi ekosistem. Dampaknya dirasakan oleh pariwisata, hotel, restoran, UMKM, perajin, hingga citra Kota Yogyakarta sebagai kota kreatif,” ujarnya.»
Ia juga berharap suatu saat Prawirotaman memiliki pusat butik atau galeri yang menjadi rumah bagi berbagai brand lokal Yogyakarta sehingga wisatawan dapat menikmati sekaligus membeli karya-karya desainer daerah dalam satu kawasan.

Seperti halnya desainer muda Ronny Billiardo yang aktif mengikuti penyelenggaraan event Prawirotaman Fashion On The Street, pengalaman ini bahkan membawanya memperoleh kesempatan tampil di Amerika Serikat melalui kerjasama dengan sebuah universitas. Di sana ia memperkenalkan konsep Silent Runway, yakni pergelaran busana di dalam perpustakaan dengan penonton menggunakan headphone sehingga tidak mengganggu aktivitas membaca.
Konsep tersebut menjadi bukti bahwa fashion mampu beradaptasi dengan berbagai ruang publik sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi masyarakat.
Desainer yang tampil dalam Launching Prawirotaman Fashion on the Street 2026 antara lain Nixly.id
Ayyalana, Molek.id, Lanny Amborowati, MAGA by Ayu Mertiana Dewi, dan Denayu.id by Galang Prita.Billiardo.
Melalui Prawirotaman Fashion on the Street 2026, Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menggerakkan industri fashion melalui kolaborasi, kreativitas, dan regenerasi. Semakin banyak ruang bagi para desainer muda untuk berkarya, semakin kuat pula posisi Yogyakarta sebagai kota yang tidak hanya dikenal sebagai Kota Batik Dunia, tetapi juga sebagai salah satu destinasi fashion yang terus melahirkan talenta dan karya-karya kreatif bagi para Fashion Designer.Tutup:Lia(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com