
NASIONALTERKINI.COM. Kemegahan kawasan Borobudur menjadi panggung yang tepat bagi Astuti Arindra, fashion designer dari FC Chapter Jogja sekaligus perancang di balik brand ChantiQ Indonesia, untuk menerjemahkan kecantikan Putri Manohara ke dalam bahasa mode.Sabtu :12/09/2026 di Manohara Borobudur

Terinspirasi sosok Putri Manohara yang terukir dalam relief Candi Borobudur, Astuti menghadirkan koleksi yang memadukan karakter perempuan bangsawan yang cantik dan anggun dengan kekayaan wastra Nusantara. Fashion show yang berlangsung di Manohara Borobudur itu pun terasa semakin istimewa karena busana ChantiQ Indonesia hadir dalam atmosfer heritage yang kuat.

Dalam koleksinya, Astuti tetap mempertahankan identitas lokal melalui penggunaan batik, lurik, kebaya, serta berbagai wastra Nusantara. Unsur tradisional tersebut tidak sekadar ditempatkan sebagai ornamen, tetapi diolah menjadi bagian dari desain yang lebih modern dan mudah dikenakan.
Siluet feminin, detail yang elegan, serta permainan material membuat koleksi Manohara memiliki karakter yang anggun tanpa terlihat kaku. Busana tradisional pun terasa lebih dekat dengan gaya perempuan masa kini.
Astuti juga kembali membawa konsep padu padan yang menjadi salah satu kekuatan ChantiQ Indonesia. Setiap busana dirancang agar tidak berhenti pada satu tampilan. Satu bagian busana dapat dikombinasikan dengan elemen lain sehingga menghasilkan look dan gaya berbeda.
Konsep tersebut sekaligus menjadi cara ChantiQ Indonesia menerapkan semangat sustainable fashion. Pakaian diharapkan memiliki usia pakai yang lebih panjang dan dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan melalui kreativitas dalam styling.
Kemegahan penampilan di Manohara Borobudur semakin lengkap dengan kehadiran Kemayu Jewellery. Aksesori perhiasan tersebut memberikan aksen yang memperkuat kesan mewah dan feminin, sekaligus menghidupkan kembali karakter seorang putri bangsawan dalam interpretasi fashion masa kini.
Perpaduan ChantiQ Indonesia dan Kemayu Jewellery membuat panggung terasa lebih dramatis. Busana, perhiasan dan latar Borobudur seperti menyatukan tiga elemen dalam satu cerita: sejarah, kecantikan dan mode.
Bagi Astuti Arindra, sosok Manohara tidak berhenti sebagai figur yang hadir dalam relief masa lalu. Manohara menjadi inspirasi untuk menghadirkan kecantikan yang tetap relevan lintas zaman.
Melalui ChantiQ Indonesia, Astuti mencoba menunjukkan bahwa kekayaan tradisi tidak harus ditempatkan dalam ruang yang kaku. Batik, lurik, kebaya dan wastra Nusantara dapat terus bergerak, dipadupadankan dan menemukan bentuk baru di tengah perkembangan fashion.
Di Borobudur, koleksi itu akhirnya menemukan ruang yang selaras dengan inspirasinya—sebuah pertemuan antara warisan budaya dan kreativitas mode.Pungkas:Astuti(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
