
NASIONALTERKINI.COM.YOGYAKARTA, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperkuat komitmen pelestarian warisan budaya melalui generasi penerus bangsa. Berkolaborasi dengan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (InJourney Destination Management), InJourney menyelenggarakan program InJourney Community Care dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026.

Mengusung tema “Mewujudkan Mimpi, Melestarikan Indonesia”, kegiatan ini dirancang untuk membangun karakter, kreativitas, kepemimpinan, serta kepedulian anak terhadap budaya dan lingkungan.Kamis:23/07/2026
Lebih dari 500 pelajar dari wilayah Prambanan, Kalasan, dan Berbah, serta Forum Anak Kabupaten Sleman, diajak belajar dan berkreasi melalui berbagai aktivitas edukatif di kawasan Candi Prambanan. Program tersebut meliputi Leaders’ Inspiration & Heritage Commitment, Interactive Forum, Creative Workshop, dan Sustainability Challenge.
Melalui kegiatan yang bersifat partisipatif tersebut, anak-anak mendapatkan pengalaman langsung untuk mengenal lebih dekat warisan budaya Indonesia sekaligus memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pendidikan dan pelestarian seni budaya lokal, InJourney juga menyalurkan bantuan kepada sejumlah sekolah dan komunitas seni di sekitar kawasan Prambanan. Bantuan diberikan kepada SMP Negeri 2 Prambanan, SMP Negeri 3 Berbah, SMP Negeri 2 Kalasan, Sanggar Tari Ganesa Kebondalem Kidul, serta Sanggar Seni Sekar Ngrayung Bokoharjo.
Bantuan tersebut difokuskan pada penyediaan sarana pendukung kegiatan ekstrakurikuler seni budaya, mulai dari seni tari, karawitan, tembang macapat, hingga kelompok wiyaga. Dukungan ini diharapkan memperkuat ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal, mempraktikkan, dan melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan pelestarian budaya merupakan bagian penting dari upaya membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang berkelanjutan.
“Sebagai strategic holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney percaya bahwa budaya merupakan keunggulan kompetitif Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga situs warisan seperti Candi Prambanan, tetapi juga memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus hidup melalui generasi penerus,” ujar Herdy.
Menurutnya, momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk menghadirkan ruang belajar sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi bagi generasi masa depan.
Pemilihan kawasan Candi Prambanan sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna strategis. Sebagai salah satu mahakarya warisan budaya dunia UNESCO yang telah berdiri selama lebih dari seribu tahun, Candi Prambanan merepresentasikan kejayaan peradaban Nusantara.
Lebih dari sekadar kompleks candi, Prambanan menjadi simbol harmoni antara budaya, alam, dan masyarakat yang terus terjaga lintas generasi. Bagi InJourney, nilai tersebut menjadikan Prambanan sebagai living heritage atau warisan budaya yang tetap hidup dan relevan bagi masyarakat.
Di kawasan ini, anak-anak dapat mengenal sejarah, memahami akar budaya, menghargai keberagaman, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas Indonesia melalui pengalaman belajar yang menyenangkan dan kontekstual.
Melalui semangat “Mewujudkan Mimpi, Melestarikan Indonesia”, InJourney meyakini bahwa pelestarian budaya bukan hanya tentang menjaga bangunan bersejarah agar tetap berdiri, tetapi juga menumbuhkan generasi yang memahami, mencintai, dan meneruskan nilai-nilai luhur bangsa.
Melalui InJourney Destination Management sebagai pengelola destinasi heritage, InJourney berkomitmen menjadikan destinasi tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management, Joel Siahaan, mengatakan Candi Prambanan merupakan sebuah ekosistem yang harus memberikan manfaat sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan bagi masyarakat di sekitarnya.
“Karena itu, pendekatan yang kami lakukan adalah pengelolaan yang inklusif dan berbasis kolaborasi. Kami melibatkan masyarakat dalam berbagai aspek pengembangan destinasi, mulai dari pemberdayaan UMKM dan komunitas lokal melalui program InJourney Hospitality House hingga pelibatan seniman dan pelaku budaya lokal dalam berbagai kegiatan di destinasi,” jelas Joel.
Menurut dia, Candi Prambanan merupakan ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat. Berbagai program edukasi seperti outing class, Junior Wanderer, Sanggar Lestari Cagar Budaya, kegiatan Pramuka, serta pelatihan mitigasi bencana bagi anak terus dikembangkan untuk memperkuat kedekatan masyarakat dengan warisan budaya tersebut.
“Bagi kami, living heritage berarti warisan budaya yang tetap hidup, relevan, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat masa kini tanpa mengurangi nilai autentisitas dan kelestariannya. Karena itu, pengelolaan kami selalu berupaya menyeimbangkan tiga aspek utama, yaitu pelestarian cagar budaya, pemanfaatan yang bertanggung jawab, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya harus berjalan beriringan,” ujar Joel.
Dilaksanakan di Seluruh Lini Bisnis
Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, program InJourney Community Care juga dilaksanakan di seluruh lini bisnis InJourney dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing perusahaan.
InJourney Airports menyelenggarakan kegiatan di 31 bandara melalui bantuan perlengkapan pendidikan bagi siswa di sekitar bandara, edukasi keselamatan penerbangan dan keamanan bandara, program School Goes to Airport, serta pengenalan berbagai profesi di sektor aviasi dan kebandarudaraan.
Sementara itu, InJourney Hospitality melalui Hotel Indonesia Natour (HIN) menggelar lebih dari 20 rangkaian kegiatan di berbagai hotel di Indonesia. Program tersebut meliputi Hotel Discovery, Career Exploration, Cooking Class, Local Culture Experience, pelepasan tukik, serta kegiatan inklusif bagi anak penyandang disabilitas dan anak-anak panti asuhan.
Sarinah melaksanakan program “Belajar dan Bermain Bersama Sarinah: Membaca untuk Bumi, Bertumbuh untuk Negeri” di SD Negeri Kauman 1 Kota Malang. Kegiatan yang diikuti 100 siswa tersebut diisi dengan pemberian perlengkapan sekolah, storytelling, permainan edukatif, serta pembagian bibit tanaman sebagai bagian dari edukasi lingkungan.
InJourney Tourism Destination Corporation (ITDC) menyelenggarakan National Children’s Day & School Holiday Celebration di The Nusa Dua, Bali, dengan memberikan paket sarana sekolah, perlengkapan ibadah, serta fasilitas edukasi dan terapi kepada 50 anak dari YPAC Bali dan yayasan yatim.
Sementara itu, InJourney Aviation Services (IAS) berpartisipasi melalui pengenalan profesi di sektor aviation services, sesi storytelling, pembagian 120 buku cerita IAS Anak Indonesia, serta 1.500 paket tas dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak yatim dalam kegiatan kick-off InJourney Community Care di Bogor.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut memperkuat semangat kolaborasi InJourney Group dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas melalui pendidikan, pengembangan karakter, pelestarian budaya, serta pengenalan profesi kepada generasi penerus bangsa.Pungkas:Joel:(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
