
foto=Pelatihan pemandu wisata yang diselenggarakan DPD Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY
NASIONALTERKINI.COM. Pelatihan pemandu wisata yang diselenggarakan DPD Perkumpulan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY mendapat apresiasi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DIY. Kegiatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata sekaligus memperkuat kolaborasi antardestinasi wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Pramuwisata DPD HPI DIY, Fajri,saat ditemui di sela-sela pelatihan di Jambuluwuk Malioboro Hotel Yogyakarta,Rabu:08/07/2026


Mengatakan pelatihan tersebut sejalan dengan peran HPI DIY dalam meningkatkan kompetensi para pemandu wisata melalui penguatan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sebagai tiga pilar utama kompetensi profesi.
“Sebagai organisasi profesi, kami memiliki tanggung jawab untuk terus memberikan tambahan wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan membangun sikap kerja yang profesional. Melalui pelatihan seperti ini, kualitas para pemandu wisata akan semakin meningkat,” ujarnya.

Menurut Fajri, saat ini HPI DIY memiliki sekitar 500 pramuwisata umum yang telah bernaung di bawah organisasi. Namun, masih banyak pemandu wisata lokal yang bertugas di taman rekreasi, museum, maupun destinasi wisata anggota PUTRI DIY yang belum tergabung dalam asosiasi profesi.
Karena itu, pelatihan ini menjadi momentum penting sebagai langkah awal sebelum mereka mengikuti uji sertifikasi kompetensi. Setelah memenuhi persyaratan, para peserta diharapkan memperoleh kartu identitas resmi sebagai pemandu wisata lokal di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Fajri menegaskan, Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia yang memiliki karakter kuat sebagai kota tujuan wisata berbasis budaya dan edukasi.
“Keistimewaan Yogyakarta bukan hanya pada destinasinya, tetapi juga pada kualitas pemandunya. Oleh karena itu, penguatan wawasan budaya menjadi bekal utama agar setiap pemandu mampu menyampaikan informasi yang benar, menarik, dan bernilai edukatif kepada wisatawan,” katanya.
Menurutnya, seorang pemandu wisata tidak cukup hanya memahami objek wisata tempatnya bertugas. Mereka juga perlu memiliki pengetahuan mengenai sejarah, budaya, museum, serta berbagai destinasi wisata lain di Yogyakarta sehingga mampu memberikan informasi yang komprehensif kepada wisatawan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Pariwisata DIY yang telah memfasilitasi pelatihan tersebut melalui inisiasi pokok-pokok pikiran anggota DPRD DIY.
“Program ini sangat baik karena tidak hanya meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan membangun jejaring antarpengelola destinasi wisata. Harapannya, kolaborasi yang terjalin akan mendorong wisatawan mengunjungi lebih banyak destinasi sehingga lama tinggal (length of stay) wisatawan di Yogyakarta dapat terus meningkat,” jelasnya.
Pelatihan berlangsung selama empat hari dengan menghadirkan sekitar 12 narasumber dan instruktur berpengalaman. Setiap harinya peserta mendapatkan materi dari tiga mentor yang membahas kompetensi kepemanduan wisata, pelayanan prima, komunikasi, wawasan budaya, hingga penguatan profesionalisme sebagai pemandu wisata.Tutup:Fajri(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
