
foto=UGM menyerahkan bantuan peralatan pengolahan serai wangi dan empon-empon kepada Kelompok Tani Hutan
NASIONALTERKINI.COM.GUNUNGKIDUL Komitmen Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan melalui program pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, UGM menyerahkan bantuan peralatan pengolahan serai wangi dan empon-empon kepada Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Sedyo Lestari di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Sabtu:27/06/2026

Program bertajuk “Pengelolaan Lahan Bawah Tegakan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” dipimpin oleh Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si, dosen Program Studi Pengelolaan Hutan Sekolah Vokasi UGM, yang berkolaborasi dengan Dr. Russell Warman dari University of Tasmania, Australia.
Kegiatan ini didanai oleh Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Republik Indonesia, serta dikelola melalui Program Equity World Class University (WCU) yang dikoordinasikan Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat UGM.
Dr. Silvi Nur Oktalina menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa alat destilasi minyak atsiri serai wangi, tetapi juga mesin pencacah dan mesin penepung empon-empon. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat melalui produk olahan yang lebih awet, berkualitas, dan memiliki daya saing di pasar.
“Kami berharap petani tidak lagi hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga pendapatan masyarakat sekitar hutan dapat meningkat,” ujar Dr. Silvi.
Pendampingan UGM tidak berhenti pada penyerahan peralatan. Tim pengabdian juga melakukan pelatihan pengelolaan lahan bawah tegakan dengan sistem agroforestri, membangun demplot budidaya serai wangi dan empon-empon, serta meningkatkan kapasitas petani dalam proses budidaya hingga pengolahan hasil.
Ketua KTHKm Sedyo Lestari, Sardi, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan UGM. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi dorongan besar bagi kelompok tani untuk mengembangkan usaha berbasis hasil hutan bukan kayu.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UGM atas pendampingan dan bantuan alat yang telah diberikan. Sebagai bentuk komitmen menyukseskan program ini, kami juga menyiapkan dana pendamping sebesar Rp5 juta untuk membangun rumah destilasi serai wangi. Selain itu, seluruh anggota kelompok bergotong royong menyumbangkan tenaga dalam proses pembangunannya,” kata Sardi.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dukungan pemerintah, program ini diharapkan mampu memperkuat Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) berbasis agroforestri dan empon-empon. Ke depan, pengelolaan lahan di bawah tegakan hutan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi sumber ekonomi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.Pungkas=Sardi(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
