
NASIONALTERKINI.COM Di tengah beragam pilihan kuliner Yogyakarta yang terus berkembang, Warung Soekonandi hadir dengan konsep sederhana namun menyimpan cita rasa kuat yang membekas di lidah. Berlokasi di Jalan Sukonandi No.21, Semaki, Umbulharjo, warung makan ini mulai dikenal sebagai destinasi kuliner rumahan dengan menu andalan brongkos koyor yang disebut pelanggan sebagai salah satu yang paling nikmat di Jogja.

Dari luar, Warung Soekonandi tampak sederhana. Namun suasana sejuk dan asri langsung terasa saat memasuki area warung. Tanaman hijau tertata di berbagai sudut, menciptakan nuansa nyaman seperti makan di halaman rumah sendiri.


Warung ini dikelola pasangan suami istri, Prasetyo dan Elviana Andri Astuti. Keduanya memulai usaha dari keterbatasan sekitar tahun 2010. Saat itu, Prasetyo bekerja di kawasan Kridosono. Ketika usaha tempatnya bekerja berhenti beroperasi, ia memutuskan membuka usaha kecil-kecilan di rumah dengan mengandalkan kemampuan memasak sang istri.

Awalnya, menu yang disajikan masih sederhana. Namun kemudian muncul ide menghadirkan brongkos dengan racikan sendiri. Menu tersebut ternyata mendapat respons positif dari pelanggan.
“Awalnya kami jualan kecil-kecilan di kampung, lalu sempat di Kridosono. Saya coba racikan brongkos sendiri, ternyata banyak yang suka. Dari situ kami lanjutkan sampai sekarang,” ujar Prasetyo.Sabtu:04/04/2026
Sejak itu, Warung Soekonandi mulai dikenal karena brongkosnya yang bercita rasa kuat dan berbeda. Kuahnya kental berwarna gelap dengan aroma rempah yang tajam. Isiannya melimpah, mulai dari koyor empuk, telur, tahu, hingga potongan daging yang gurih.
Menurut Prasetyo, rahasia kelezatan brongkos terletak pada komposisi rempah yang lebih banyak serta proses memasak yang dilakukan secara perlahan agar bumbu meresap sempurna.
“Rempahnya lebih banyak, kuahnya lebih kental, koyornya empuk. Banyak pelanggan bilang rasanya lebih mantap,” katanya.
Selain brongkos koyor, Warung Soekonandi juga menyajikan berbagai menu rumahan lain seperti asem-asem dengan perpaduan rasa segar pedas dan asam, serta rawon dengan kuah hitam pekat dan daging empuk.
Beragam gorengan juga tersedia sebagai pelengkap, mulai dari mendoan hangat, pisang goreng renyah, hingga tahu susu buatan sendiri. Tahu susu tersebut dibuat langsung oleh Prasetyo dan disajikan dalam kondisi panas. Sementara untuk minuman, tersedia pilihan segar seperti es teler yang cocok dinikmati di siang hari.
Tak hanya soal rasa, Warung Soekonandi juga memiliki daya tarik dari konsep tempatnya. Prasetyo memanfaatkan berbagai barang bekas sebagai dekorasi. Parabola lama disulap menjadi ornamen, sementara pot tanaman bekas digunakan sebagai meja makan.
Sentuhan kreatif ini menghadirkan suasana santai dan unik. Ditambah dengan area yang teduh dan banyak tanaman, warung ini terasa sejuk dan nyaman bagi pengunjung.
Warung Soekonandi buka setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Meski tampil sederhana, cita rasa masakan rumahan yang kuat serta suasana yang asri membuat warung ini semakin dikenal dari mulut ke mulut.
Di tengah menjamurnya tempat makan modern, Warung Soekonandi menjadi pengingat bahwa kuliner terbaik sering lahir dari dapur sederhana, ketulusan, dan kecintaan terhadap masakan rumahan. Sebuah pengalaman kuliner Jogja yang tak hanya mengenyangkan, tetapi juga meninggalkan kesan hangat bagi setiap pengunjung.Tutup:Prastyo(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
