
foto=Kegiayan Pemkab Sleman menggelar Pra Musyawarah Tematik Stunting,
NASIONALTERKINI.COM. Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat langkah kolektif dalam menekan angka stunting. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Pemkab Sleman menggelar Pra Musyawarah Tematik Stunting, Rabu (11/3), di Aula Lantai 3 Kantor Setda Sleman.
Forum ini menjadi ruang koordinasi penting bagi berbagai pihak untuk menyusun langkah bersama dalam percepatan penurunan stunting. Melalui pertemuan ini, pemerintah daerah berupaya menyatukan rencana aksi konvergensi yang terintegrasi agar penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala DP3AP2KB Sleman, Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa Pra Musrenbang Tematik Stunting merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Agenda ini sekaligus menjadi momentum untuk mengidentifikasi berbagai kendala serta mengevaluasi pelaksanaan program yang selama ini dijalankan.
Menurut Novita, percepatan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sleman karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Melalui pra musyawarah ini, kami menghimpun berbagai usulan dari lintas sektor sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menyusun rencana aksi konvergensi yang terintegrasi,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 135 peserta yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), para Panewu, pemerintah kalurahan, organisasi kemasyarakatan, perwakilan swasta, hingga tokoh masyarakat.
Upaya kolaboratif tersebut menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Data terbaru mencatat prevalensi stunting di Kabupaten Sleman terus mengalami penurunan, dari 4,41 persen pada tahun 2024 menjadi 4,29 persen pada tahun 2025.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengapresiasi capaian tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mempertahankan tren penurunan stunting membutuhkan kerja keras dan konsistensi dari seluruh pihak.
Danang mengingatkan agar setiap program intervensi yang dijalankan benar-benar berbasis data yang akurat serta didukung analisis yang mendalam terhadap kondisi di lapangan.
“Jangan terjebak pada formalitas administrasi. Fokuslah pada efektivitas program. Gunakan data yang valid untuk menentukan prioritas intervensi agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Danang.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menangani persoalan stunting. Menurutnya, isu ini tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja, melainkan memerlukan kolaborasi kuat antar Organisasi Perangkat Daerah serta dukungan berbagai pemangku kepentingan.
“Stunting bukan urusan satu dinas saja. Kita harus bekerja bersama tanpa ego sektoral. Jika ada keterbatasan anggaran, cari solusi melalui kolaborasi antar leading sector agar program tetap berjalan optimal,” katanya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan pembacaan deklarasi serta penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting. Komitmen ini diharapkan dapat memastikan berbagai program pencegahan berjalan selaras hingga ke tingkat masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.Pungkas:Danang(Aan)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
