
NASIONALTERKINI. Banyak orang di luar sana merasa hidupnya terasa sempit karena terjerat utang.
Setiap kali menerima gaji, uang langsung habis bahkan kadang minus. Cicilan menumpuk tak kunjung lunas, tidur pun menjadi tidak nyenyak.
Sebagian orang bahkan merasa malu bertemu teman atau tetangga karena belum mampu membayar utang mereka. Padahal bukan karena tidak mau membayar, melainkan karena keadaan yang belum memungkinkan.
Kalau kamu pernah melihat orang dengan kondisi seperti itu — atau mungkin kamu sendiri sedang berada di posisi tersebut — ada kabar gembira dari Rasulullah SAW.
Rasulullah mengajarkan sebuah doa yang sangat indah, yang dapat menjadi wasilah bagi siapa pun yang tengah berjuang melunasi utang, bahkan sebesar Gunung Uhud.
🌿 Doa Pelunas Hutang
اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Latin:
Allāhumma akfinī bi ḥalālika ‘an ḥarāmika wa aghninī bifaḍlika ‘amman siwāk.
Artinya:
“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, serta cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung kepada selain-Mu.”
(HR. Tirmidzi No. 3563, dinilai hasan oleh At-Tirmidzi dan Syaikh Al-Albani)
Doa singkat ini mengandung makna yang dalam. Rasulullah SAW mengajarkan agar umatnya memohon kecukupan dari rezeki yang halal dan tidak bergantung pada manusia, melainkan hanya kepada Allah SWT.
Selain doa tersebut, Al-Qur’an juga menegaskan bahwa Allah akan selalu memberikan jalan keluar bagi orang yang bertakwa dan berserah diri kepada-Nya.
🌾 Ayat Penenang Hati
📖 Surah Ath-Thalaq Ayat 2–3
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Latin:
Wa man yattaqillāha yaj‘al lahu makhrajan.
Wa yarzuq-hu min ḥaytsu lā yaḥtasib, wa man yatawakkal ‘alallāhi fa huwa ḥasbuh.
Inna Allāha bālighu amrih, qad ja‘ala Allāhu likulli syai’in qadrā.
Artinya:
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya,
dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya.
Sungguh, Allah telah menetapkan ukuran bagi setiap sesuatu.”
(QS. Ath-Thalaq: 2–3)
Ayat dan doa tersebut menjadi pengingat bahwa setiap kesulitan pasti disertai jalan keluar.
Selama manusia berusaha, bertakwa, dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, maka pertolongan dan rezeki akan datang dari arah yang tidak disangka-sangka.
