Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • FUNKY INDONESIAN STYLE”DENIM & BATIK”DI FOS PRAWIROTAMAN 2025 Fashion
  • Bupati Sleman Kukuhkan Ibu PAUD dan Pokja PAUD 2026–2030, Tekankan Peran Strategis Pendidikan Usia Dini Daerah
  • IWO Indonesia Sleman Gelar Bakti Sosial Peringati Hari Pers Nasional Daerah
  • Smelter Merah Putih Kado Anak Bangsa Untuk Ultah HUT Proklamasi ke-80 Ekonomi
  • Cupu Kyai Panjala Dibuka, Pesan Leluhur Jadi Cermin Kehidupan Daerah
  • Sri Sultan HB X Sambut Bhikkhu Indonesia Walk for Peace 2026,Di Bangsal Kepatihan Yogyakarta Nasional
  • Kajian “Bertahan di Tengah Badai Ketidakpastian” di Loman Park Hotel Menemukan Ketenangan dalam Iman Daerah
  • HUT ke-2 Loman Park Hotel Momentum Kolaborasi Pariwisata dan UMKM Sleman Daerah

Meniti Pusaka Leluhur Pesan Damai dari Para Sultan

Posted on Oktober 3, 2025Oktober 3, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Meniti Pusaka Leluhur Pesan Damai dari Para Sultan

NASIONALTERKINI. Menjelang peringatan boyongan kedaton, Agus Budi Rachmanto, Pengamat Sosial Budaya sekaligus Sekretaris Umum DPD PUTRI DIY, menuturkan pandangannya tentang ziarah ke makam para Sultan Yogyakarta. Menurutnya, ziarah yang dilakukan masyarakat bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan ruang refleksi yang menyuarakan pesan damai dan meneguhkan demokrasi tanpa kekerasan.

Ziarah sebagai Ruang Ingatan Kolektif

Di bawah rindang pepohonan makam para Sultan, masyarakat menundukkan kepala dalam hening. Agus Budi menilai, kehadiran mereka adalah bentuk penghormatan sekaligus kontemplasi. “Kepemimpinan itu bukan hanya urusan politik, melainkan bagaimana merawat keseimbangan hidup,” ujarnya.Jumat:03/10/2025 di Makam Raja Imogiri Bantul Yogyakarta

Dalam perspektif ini, ziarah dapat dipahami sebagai praktik ingatan kolektif. Makam bukan sekadar batas kematian, melainkan jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Sri Sultan Hamengku Buwono I dikenang sebagai pendiri Kesultanan Yogyakarta yang mewariskan nilai ketertiban negara. Hamengku Buwono III dengan kebijakan welas asih, Hamengku Buwono VII yang mendorong modernisasi, hingga Hamengku Buwono IX yang berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan—semuanya menegaskan hal yang sama: kepemimpinan adalah pengabdian, bukan dominasi.

Boyongan Kedaton: Simbol Keterhubungan

Tradisi boyongan kedaton, yang digelar untuk memperingati perpindahan pusat pemerintahan ke Keraton Yogyakarta, sarat makna simbolis. Agus Budi menjelaskan bahwa tradisi ini bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan simbol keterhubungan antara raja dan rakyat, antara leluhur dan generasi penerus.

Dalam pandangan kosmologi Jawa, manusia, alam, dan Sang Pencipta adalah satu kesatuan kosmos yang harmonis. Karena itu, ziarah yang mengiringi boyongan kedaton menjadi momen untuk menghidupkan kembali nilai damai, welas asih, dan nguwongke uwong—memanusiakan manusia—yang diwariskan para Sultan.

Pesan Damai yang Melampaui Waktu

Dalam suasana hening ziarah, Agus Budi menegaskan bahwa pesan damai para Sultan melintasi sekat waktu. Sultan Agung mengajarkan kedaulatan yang berakar pada budaya, Hamengku Buwono I menata kearifan tata negara, dan Hamengku Buwono IX menunjukkan teladan kepemimpinan egaliter yang tak segan hidup bersahaja bersama rakyat.

“Semua itu memberi pesan bahwa kekuasaan tanpa welas asih hanyalah kekosongan,” ungkap Agus Budi.

Warisan para Sultan, lanjutnya, bukan untuk diulang secara literal, melainkan untuk dipahami esensinya: membangun perdamaian tanpa kekerasan dan menegakkan demokrasi yang berakar pada martabat manusia.

Merawat Demokrasi, Menjaga Kedamaian

Bagi Agus Budi, peringatan boyongan kedaton tahun ini memberikan pesan kuat: demokrasi sejati tidak lahir dari perebutan kuasa, melainkan dari kesadaran untuk saling menghormati dan merawat kehidupan bersama.

“Dengan meniti pusaka leluhur, kita diajak untuk kembali menghidupkan nilai damai dalam kehidupan sehari-hari. Karena pada akhirnya, pusaka sejati bukanlah keris atau mahkota, melainkan kesadaran welas asih dan kebijaksanaan yang diwariskan lintas generasi,” pungkas:Agus(Tyo)

Daerah, Seni Budaya

Navigasi pos

Previous Post: Sarong Fashion Hack Chic & Stylish Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda di JIBB 2025
Next Post: Sarong Fashion Hack” Chic & Stylish” Jadi Wadah Kreativitas Generasi Muda di JIBB 2025

Related Posts

  • Menyatu Dalam Hening Menemukan Diri di Kaki Gunung Slamet Daerah
  • Wabup Sleman Tekankan Peran Relawan PMI dalam Penutupan Jumbara dan Temu Karya Daerah
  • Ribuan Warga Padati Imogiri, Iringi Pemakaman Pakubuwono XIII Daerah
  • Taman Pintar Jogja Bukan Sekadar Wisata Edukasi, Kuliner UMKM Angkringan Juga Tersedia Daerah
  • Lelana Jiwa Persembahan Puitis Sogan Batik di Panggung JIBB 2025 Daerah
  • Sri Sultan Hamengku Buwono X Pengelolaan Sampah Harus Jadi Gerakan Bersama Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Launching Kyos Korpri Yogyakarta, Wali Kota Langkah Inovatif untuk Kemandirian Organisasi Daerah
  • Bupati Sleman Dampingi Ketua DK LPS Salurkan Layanan Kesehatan dan Sembako Gratis di Gayamharjo Daerah
  • Loman Park Hotel Jogja Tawarkan Staycation Keluarga Nyaman di Malam Tahun Baru Kuliner
  • Pemkab Sleman Teken MoU Untuk Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu Daerah
  • Anak Agung Sagung Saraswathi Dharmaputri Cucu Raja Pemecutan yang Menyebarkan Semangat Bali Lewat Tari Pecut Fashion
  • WMIE Hadir di Yogyakarta: Sajikan Menu Bergizi Berkualitas Hotel Bintang Lima dengan Harga Kaki Lima Bisnis
  • Wayang Kulit “Wahyu Widayat” Cahaya Kebijaksanaan di Langit Pakualaman Nasional
  • Royal Darmo Malioboro Peringati HUT RI ke-80 dengan Semangat Nasionalisme dan Kebersamaan Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme