Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • Fun Run2025 Lari Bareng Bersama Marcel Chandrawinata Daerah
  • Sleman City Hall Semarakkan Tahun Kuda Api lewat Tema “Season of Prosperity” Daerah
  • Kunjungan Kenegaraan Presiden Macron Hasilkan 21 Kesepakatan Strategis Indonesia–Prancis Ekonomi
  • Semarak Malam Takbiran di Titik Nol Malioboro, Jogja Dipenuhi Cahaya dan Kebersamaan Umum
  • Melangkah dalam Jejak Budaya Jeron Beteng: Merenda Ingatan, Menyulam Masa Depan Seni Budaya
  • Kopi Pak Jo, Sejak 2009 Hadirkan Cita Rasa Tradisi dan Rempah Nusantara di Coffee Week 2025 Ekonomi
  • Kolaborasi Hijau di Lereng Merapi Tanam Ratusan Pohon Produktif Daerah
  • Ketua Umum AWMI Sekaligus Dewan Pembina Pemuda Batak Bersatu: Mari Jaga Toleransi Dan Kerukunan Mayoritas Minoritas Di Yogyakarta Nasional

Zulfa Faiz, Ibu Rumah Tangga yang Mewakili Suara Seni di ARTJOG 2025

Posted on Juni 21, 2025Juni 21, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Zulfa Faiz, Ibu Rumah Tangga yang Mewakili Suara Seni di ARTJOG 2025

Foto: Zulfa Faiz “Dengan Karyanya di P.ameran ARTJOG 2025

ASIONALTERKINI. Yogyakarta – Di ruang-ruang kontemplatif Jogja National Museum, ARTJOG 2025 resmi dibuka—pameran seni tahunan yang menyentuh batin lewat karya visual. Tahun ini, ARTJOG mengangkat tema “Amalan”. Dalam dunia seni, amalan bisa berupa sikap, pilihan, atau cara seniman berhubungan dengan sekitarnya. Karya-karya di ARTJOG dipandang sebagai bentuk sumbangan bagi kehidupan bersama—bukan soal untung rugi, tapi soal memberi makna.

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Zulfa Faiz, seorang ibu rumah tangga yang karyanya lolos kurasi dan tampil dalam pameran prestisius ini. Siapa sangka, karya yang ditampilkan berawal dari sesuatu yang sangat personal dan bahkan “tak sengaja.”
“Lukisan ini lahir 25 tahun lalu—polos, spontan. Tapi justru di sanalah awal perjalanan karya-karya saya dimulai.
— Zulfa Faiz, Jumat, 20 Juni 2025, di Pameran ARTJOG 2025 di Jogja National Museum

Zulfa Faiz

Dari lukisan inilah, Zulfa mulai merangkai sebuah narasi yang melingkar. Ia menyebut proses kreatifnya sebagai sebuah lingkaran penuh—kembali ke titik awal, namun dengan cara pandang yang telah ditempa oleh waktu dan pengalaman. Meski ia mengaku baru “beberapa bulan aktif” berkarya, seperti halnya hidup, kedalaman proses seringkali lebih bermakna dibanding panjangnya perjalanan.
Zulfa adalah salah satu murid Klinik Rupa Dokter Rudolfo, sebuah ruang belajar seni non-formal yang membuka jalan bagi mereka yang mencintai seni tanpa harus melalui jalur akademik. Di klinik ini, seni tidak dituntut menjadi profesi, melainkan dijalani sebagai panggilan batin.

“Yang paling nikmat justru ketika seni menjadi hobi yang hidup,“Banyak dari mereka datang dengan kecintaan pada gambar, tapi terbentur batas sosial atau ekonomi. Kami hanya menyediakan ruang untuk mereka tumbuh.”di klinik Dokter Rudolfo
ARTJOG kali ini menjadi panggung bagi karya-karya seni hasil proses panjang ujar Zulfa, Zulfa dulu pernah ikut pameran di Sarinah pada tahun 2022.ujar Hartanto, salah satu mentor di Klinik Rupa, menyebut proses pendampingan berlangsung lebih dari enam bulan dan melibatkan pembinaan teknis sekaligus spiritual.
“Kami tak hanya mengajarkan teknik menggambar, tapi juga mendampingi mereka dalam perjalanan menemukan diri lewat karya,” tuturnya.


Zulfa mulai belajar secara serius sejak 2019 di bawah bimbingan Pak Tanto. “Awalnya saya menggambar hanya karena senang. Tapi setelah masuk kelas, saya belajar teknik dasar, kesabaran, dan keberanian untuk menatap diri sendiri. Hasilnya ya ini—sebuah potret diri, sekaligus potret perjalanan,” katanya lirih.


Tema besar karya Zulfa tahun ini adalah self-portrait—bukan hanya lukisan wajah, melainkan cermin batin. Baginya, karya itu adalah pembuktian diam-diam: bahwa dirinya masih ada, masih berkarya, dan masih mencintai proses menjadi pelukis.

ARTJOG 2025 kembali menegaskan bahwa seni bukan milik segelintir elite, tetapi milik siapa saja yang jujur menyuarakan isi hati dan berani belajar dari luka. Ia tumbuh di banyak ruang—dalam dapur, di ruang tamu, di studio kecil yang sunyi—dan berbicara dengan bahasa yang pelan tapi menggugah.
Karena, seperti yang pernah dikatakan Nietzsche, “Kita punya seni agar kita tidak mati karena kebenaran.” Dan di Jogja, seni terus menemukan rumahnya—tahun demi tahun, karya demi karya, jiwa demi jiwa.Pungkas:Yulfa(Tyo)

Nasional, Seni Budaya, Umum

Navigasi pos

Previous Post: Pelukan Hangat untuk Lansia, Ditlantas Polda DIY Bawa Kebahagiaan ke Panti Wreda HANNA
Next Post: Zulfa Faiz, Ibu Rumah Tangga yang Mewakili Suara Seni di ARTJOG 2025

Related Posts

  • Perum BULOG Yogyakarta Salurkan 12,8 Ton Beras Bantuan Pangan di Kapanewon Minggir Sleman Ekonomi
  • Pemuda Pancasila DIY Matangkan Agenda Jelang Mubes XI di Jakarta Daerah
  • Kolaborasi Indonesia-Prancis Gala Dinner di Hotel Tentrem Yogyakarta Bisnis
  • Menyelaraskan Jiwa di Pagi Hari: Wedaran Wellness Ki Sutikno tentang Harmoni Cipta, Rasa, dan Karsa Umum
  • Wabup Sleman Tanam Kelapa Hibrida Menanam Harapan dan Kesejahteraan Petani Daerah
  • Kapolri Hadiri Safari Ramadan di Yogyakarta Santuni Anak Yatim dan Perkuat Sinergi Sosial Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Stok Sembako Sleman Terkendali,Belanja Secukupnya, Tak Perlu Panik Daerah
  • ENERGI 3–6–9 DALAM POROS MERAPI–BOROBUDUR–LAWU Nasional
  • Sensasi Bukber Wagyu 3 Ton di Artotel Suites Bianti – Yogyakarta Kuliner
  • Joko Paromo, General Manager Royal Darmo MalioboroWellness Tourism adalah Potensi Besar yang Perlu Pemahaman Merata Pariwisata
  • Menparekraf Widiyanti Putri Wardhana Buka JCWF 2025 di Solo, GKR Bendara Resmikan Gelaran Perdana di Yogyakarta Nasional
  • Agenda Seru Ramadan di Jogja City Mall, dari Festival Anak Shaleh hingga Late Night Sale Daerah
  • Sadranan Agung Wotgaleh, Laku Budaya Menyambut Ramadan dan Menghormati Leluhur Daerah
  • Pasar Bela Negara Edisi ke-15 Semarak: Ratusan Pelajar Pamer Inovasi di Digdaya Fest Tunas Wirausaha Muda 2025 Daerah

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme