Skip to content
Nasional Terkini

Nasional Terkini

Sajian Berita Terkini Dan Terpercaya

  • Uncategorized
    • Uncategorized
  • Daerah
  • Bisnis
  • Pariwisata
    • Umum
      • Checkout
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Seni Budaya
  • Liifestyle
  • Fashion
  • Kuliner
  • Uncategorized
  • Toggle search form
  • HUT ke-2 Loman Park Hotel Momentum Kolaborasi Pariwisata dan UMKM Sleman Daerah
  • Ramada by Wyndham Sambut Ramadan dengan Kuliner Istimewa dan Wisata Takjil Nusantara Bisnis
  • Labuhan Merapi Warnai Peringatan 38 Tahun Tingalan Jumenengan Sri Sultan HB X Nasional
  • Bupati Sleman Apresiasi Sinergi CSR BPD DIY untuk Layanan Kesehatan Bisnis
  • Launching Jogja Fashion Week 2026 Usung Tema “Roots To Resonance, Beyond Fashion
  • Doni Tata Lama Gak Kelihatan,Kini Berikan Workshop di DTSP Bangun Ekosistem Balap Profesional Otomotif
  • Taman Budaya Embung Giwangan: Simfoni Budaya dan Alam di Jantung Yogyakarta Selatan Bisnis
  • Wabup Sleman Tanam Kelapa Hibrida Menanam Harapan dan Kesejahteraan Petani Daerah

Mindful Tourism di Daerah Istimewa: Menapaki Jalan Pariwisata yang Berakar, Berdaya, dan Berkelanjutan

Posted on Juni 12, 2025Juni 12, 2025 By adminterkini Tak ada komentar pada Mindful Tourism di Daerah Istimewa: Menapaki Jalan Pariwisata yang Berakar, Berdaya, dan Berkelanjutan

NASIONALTERKINI— Di tengah geliat industri pariwisata yang kian massif, muncul satu pertanyaan mendasar: ke mana sebenarnya arah perjalanan ini membawa kita? Apakah hanya sekadar menikmati destinasi, atau justru menjauhkan kita dari nilai-nilai yang esensialAgus Budi Rachman, Sekjen DPD PUTRI DIY, dalam acara gathering bertajuk “Mindful Tourism” Kamis:12/06/2025 di De Mangol View, Gunungkidul Yogyakarta

Agus menyampaikan bahwa konsep pariwisata perlu didekati dengan kesadaran yang lebih mendalam.Yogyakarta bukan sekadar destinasi, tapi ruang batin yang penuh nilai. Kita tidak hanya membangun pariwisata, melainkan menghidupi kesadaran dalam setiap langkah perjalanan,” ujar Agus.

Menurutnya, mindful tourism bukan sekadar tren, tapi laku hidup. Yogyakarta sebagai Daerah Istimewa memiliki akar filosofi kuat seperti hamemayu hayuning bawana (memelihara keindahan dunia) dan eling lan waspada (sadar dan waspada)—nilai-nilai lokal yang senafas dengan mindfulness.

Pariwisata yang berakar adalah pariwisata yang tidak tercerabut dari jati diri budaya dan lingkungan. Ia hadir bukan untuk mengeksploitasi, tapi untuk merawat dan menyembuhkan,” tambahnya.

Dari Kesadaran Menjadi Pengalaman: De Mangol View Hadirkan Edu-Wisata Ramah Anak. Konsep pariwisata sadar juga mulai diterapkan secara konkret oleh pelaku wisata. Salah satunya oleh Redita Aliyah Utama, CEO De Mangol View, sebuah destinasi alam di kawasan Patuk, Gunungkidul.

Dalam kesempatan yang sama, Redita memperkenalkan program Edu-Wisata & Event Experience yang dirancang khusus untuk anak-anak dan keluarga. Dengan konsep “belajar sambil bermain di alam”, De Mangol menggabungkan kegiatan edukatif seperti ecoprint dan Herbal Hero dalam suasana terbuka dan menyenangkan.

Kami ingin anak-anak menyentuh langsung apa yang mereka pelajari. Lewat ecoprint, mereka mengenal jenis daun dan mencetaknya di totebag sebagai karya seni. Ini bukan hanya edukatif, tapi juga membangun hubungan emosional dengan alam,” jelas Redita.

Tak hanya itu, program Herbal Hero mengajak anak menanam dan merawat tanaman herbal sambil belajar manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari. “Inilah bentuk mindfulness versi anak-anak—belajar hidup sehat dan selaras dengan alam sejak dini,” tambahnya.

De Mangol View juga menyediakan fasilitas glamping (glamorous camping), kuliner khas seperti sop buntut rempah organik, dan kopi arang unik dari pohon karet yang memiliki cita rasa karamel. Semua dikemas dalam suasana alami dan kekeluargaan.

Menuju Pariwisata yang Tidak Sekadar Tujuan, Tapi Perjalanan Jiwa

Mindful tourism bukan sekadar menikmati pemandangan, melainkan cara kita hadir sepenuhnya—secara fisik, psikis, dan spiritual—di ruang yang kita singgahi. Baik Agus maupun Redita sepakat bahwa masa depan pariwisata bukan pada skala jumlah, tetapi pada kedalaman makna.

Kalau kita bisa hadir dengan kesadaran, maka perjalanan bukan lagi soal ke mana, tapi bagaimana kita menghayati setiap langkah,” Papar:Agus.

Labirin yang ada di De Mangol menjadi simbol dari perjalanan hidup: berliku, namun selalu menuju pusat. Pariwisata yang sadar bukan tentang mengejar tempat baru, melainkan menemukan kembali jati diri—diri, budaya, dan alam.

Yogyakarta dan Gunungkidul, lewat langkah-langkah kecil namun berdampak ini, sedang menata ulang peta pariwisata: bukan hanya sebagai ruang konsumsi, tapi sebagai ruang kontemplasi dan kolaborasi yang menyembuhkan.Pungkas:Agus(Tyo)

Daerah, Pariwisata

Navigasi pos

Previous Post: UMKM Sleman Makin Cuan Transaksi Capai Rp205 Miliar, Mbizmarket Jadi Andalan
Next Post: ARTJOG 2025: “Motif: Amalan” Digelar Mulai 20 Juni di JNM

Related Posts

  • Berburu Harta Karun Lawas di Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta Bisnis
  • Tradisi Sedekah Bumi Wanujoyo Lakon Baratayudha dan Harapan Dalang Baru Daerah
  • PHRI Magelang Dorong Kolaborasi dan Peningkatan Layanan Wisata Borobudur Nasional
  • Liburan Panjang di Taman Pintar, Anak-Anak Belajar Sambil Bermain Daerah
  • Jiffina 2025: Menjembatani Kreativitas dan Pasar Global dengan Produk Berkelanjutan Bisnis
  • Borobudur dan Perjalanan Menemukan Diri Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recent Posts

  • Selly Sagita: Perhiasan Perak Bukan Sekadar Logam, tetapi Hasil Proses Panjang Bernilai Tinggi
  • Lantik 10 Pejabat, Menaker Tekankan Penguatan K3 dan Tata Kelola yang Akuntabel
  • Bukti Pendidikan dan Inklusi Nyata, SMP Labschool UNY Yogyakarta Raih Akreditasi A
  • Gelaran “Helai Masa: Bala Maharddhika Show”
  • JKP Jadi Instrumen Strategis Pelindungan dan Pengembangan Karier Pekerja

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter mengenai Hello world!

Archives

  • Juni 2026
  • Mei 2026
  • April 2026
  • Maret 2026
  • Februari 2026
  • Januari 2026
  • Desember 2025
  • November 2025
  • Oktober 2025
  • September 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025

Categories

  • Bisnis
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Fashion
  • HOTEL
  • Kuliner
  • Liifestyle
  • Nasional
  • Olah Raga
  • OPINI PEMBACA
  • Otomotif
  • Pariwisata
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wellness
  • Secara filosofis, Grojogan Watu Purbo menawarkan metafora yang mendalam. Wellness
  • Loman Park Hotel Siap Dukung Pariwisata Yogyakarta Lewat Layanan dan Kolaborasi Strategis Ekonomi
  • Launching Kyos Korpri Yogyakarta, Wali Kota Langkah Inovatif untuk Kemandirian Organisasi Daerah
  • “Moody & Creamy”: Komik Karya Anak-Anak Olifant School Nasional
  • Sleman Raih Quattrick, Pertahankan Juara Umum Porda DIY XVII 2025 Daerah
  • Prawirotaman Fashion on the Street 2025 Usung Tema “Batik & Denim” Fashion
  • Potensi Wellness Tourism di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Relevansinya dengan Penyelenggaraan Jogja Cultural Wellness Festival 2025 Nasional
  • Menikmati Sejuknya Wonosobo Bersama Jurnalis IWO Sleman Dari Kledung Pass hingga Telaga Menjer Nasional

Copyright © 2026 Nasional Terkini.

Powered by PressBook News Dark theme