
NASIONALTERKINI.COM Acara even,Ruang Masyarakat Ketemu (RUMAKET) 2026 “Hageganti” memasuki hari kedua di Taman Pintar Yogyakarta, Senin, 5 Oktober 2026. Sejumlah agenda budaya dan edukasi digelar untuk mempertemukan warisan budaya Yogyakarta dengan kehidupan masyarakat masa kini.

Agenda hari kedua dibuka dengan pameran “Hageganti: Transformasi Wayang Jogja” dan bazar kuliner yang berlangsung pukul 10.00-20.00 WIB di halaman Taman Pintar dan Pythagoras Hall. Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan Tari Kuda-Kuda dan Wira Pertiwi, yang merupakan Warisan Budaya Takbenda Kota Yogyakarta.
Salah satu agenda utama adalah talkshow “Bahu Dhanyang: Detail Arsitektur yang Menjadi Identitas Rumah Khas Yogyakarta” di Pythagoras Hall. Diskusi tersebut membahas filosofi serta detail arsitektur rumah tradisional Yogyakarta sebagai bagian dari identitas budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan dan pertukaran gagasan mengenai kebudayaan.
Melalui Talkshow Bahu Dhanyang, kita berharap dapat memperkuat ruang perjumpaan, pertukaran gagasan, sekaligus membuka kesempatan bagi lahirnya kreativitas dan inovasi baru yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya Yogyakarta,” kata Yetti, Senin:05/10/ 2026.
Diskusi menghadirkan pakar arsitektur Dr. Ir. Revianto Budi Santosa, M.Arch. dan Ar. Dwi Siswi Hariyani, S.T., M.Ars., IAI. Diskusi dipandu Bagas Pratyaksa Nuraga, M.A.
Pembahasan menempatkan arsitektur rumah tradisional Yogyakarta tidak sekadar sebagai bentuk fisik bangunan. Detail dan bentuknya dipandang sebagai representasi identitas, filosofi, serta pengetahuan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui RUMAKET 2026 “Hageganti”, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mengajak masyarakat untuk terus merawat dan memaknai warisan budaya sekaligus membuka ruang bagi kreativitas yang tetap berpijak pada nilai budaya lokal.Pungkas:Yetti(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com
