
NASIONALTERKINI.COM Munas di Loman Park Hotel Yogyakarta membahas AD/ART, mempertemukan pelaku usaha lewat business matching, dan mengintegrasikan wisata kebugaran ke dalam pengembangan taman rekreasi.
Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Pimpinan Pusat Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (DPP PUTRI) 2026 yang berlangsung pada 5–7 November 2026 di Loman Park Hotel, Yogyakarta, menetapkan Hans Manangsang kembali terpilih sebagai Ketua Umum DPP PUTRI periode 2026–2031. Keputusan tersebut diambil pada Jumat, 6 November 2026.
Pada hari yang sama, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa membuka secara resmi Munas DPP PUTRI 2026 di Loman Park Hotel, Yogyakarta. Munas diselenggarakan dengan DPD PUTRI DIY sebagai tuan rumah dan mengusung tema “Sinergi Wellness dan Pariwisata untuk Kebangkitan Ekonomi Nasional”.
Pembukaan Resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata
Dalam pembukaan Munas, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengingatkan pelaku industri agar tidak hanya berorientasi mengundang wisatawan, tetapi menciptakan pengalaman yang membuat mereka ingin datang kembali. Menurutnya, semakin lama wisatawan bertahan dan semakin sering kembali, semakin besar peluang usaha lokal memperoleh manfaat ekonomi.
Ni Luh juga menekankan bahwa industri pariwisata tidak boleh stagnan dan pelaku usaha dituntut inovatif serta kreatif dalam membaca perubahan perilaku wisatawan di tengah masifnya teknologi digital. Ia mencontohkan fenomena fear of missing out (FOMO), yakni destinasi yang bisa cepat populer di ruang digital tetapi juga cepat ditinggalkan saat muncul tren baru. Karena itu, pelaku usaha diminta adaptif dan mengembangkan produk wisata yang memiliki daya tarik berkelanjutan, bukan sekadar mengikuti tren.
Arahan soal Wellness Tourism
Wamenpar menilai wisata berbasis wellness memiliki peluang besar bagi industri, termasuk anggota PUTRI. Ia menyebut nilai ekonomi wellness tourism global pada 2024 mencapai US$894 miliar dan berharap PUTRI mulai mengintegrasikan konsep wellness ke dalam pengembangan taman rekreasi dan berbagai produk wisata, dengan penerapan yang disesuaikan pada karakter serta keunggulan masing-masing destinasi.
Menurutnya, wellness tourism Indonesia memiliki kekhasan karena tumbuh dari akar budaya Nusantara, sehingga tidak harus selalu mengadopsi konsep dari luar negeri. Tradisi, kearifan lokal, dan kekayaan alam menjadi modal untuk menghadirkan produk wisata bernilai tambah dan berdaya saing.
Pemilihan Ketua Umum DPP PUTRI 2026–2031
Pemilihan Ketua Umum menjadi agenda utama Munas. Peserta dari DPP dan DPD memutuskan Hans Manangsang kembali memimpin PUTRI untuk lima tahun ke depan, 2026–2031. Terpilihnya kembali Ketua Umum diharapkan menjaga kesinambungan program organisasi di tengah upaya memperkuat peran taman rekreasi dalam pariwisata nasional.
“Kepercayaan ini adalah amanah. Kami akan memperkuat PUTRI sebagai rumah bersama bagi pelaku usaha taman rekreasi di seluruh Indonesia,” ujar Hans Manangsang.
Lima Agenda Utama Munas
- Pemilihan Ketua Umum DPP PUTRI 2026–2031. Menetapkan kepemimpinan organisasi untuk satu periode lima tahun.
- Pembahasan dan pembaruan AD/ART. Menyesuaikan aturan organisasi dengan perkembangan industri taman rekreasi dan pariwisata.
- Evaluasi organisasi dan penyerapan aspirasi anggota. Meninjau kinerja kepengurusan sebelumnya dan menampung masukan dari DPD serta anggota di berbagai daerah.
- Business matching dan networking. Mempertemukan pelaku usaha taman rekreasi dan pariwisata untuk membuka peluang kerja sama dan pasar baru.
- Integrasi wellness tourism berbasis budaya Nusantara. Mengembangkan wisata kebugaran yang berakar pada tradisi lokal, sejalan dengan arahan pemerintah, sebagai nilai tambah destinasi.
*Sambutan Ketua OC: Semangat Reconnect
Ketua Panitia Pelaksana (OC) Munas PUTRI, GKR Bendara, dalam sambutannya menyebut Yogyakarta sebagai ruang bertemu bagi gagasan, seni, tradisi, dan manusia. Menurutnya, orang berwisata bukan hanya untuk melihat, tetapi juga untuk pulih dan merasa utuh kembali.
“Ketika wellness berpadu dengan pariwisata, nilai yang kita tawarkan menjadi lebih dalam. Pengunjung membawa pulang pengalaman yang menyehatkan, pelaku usaha mendapat peluang baru, dan masyarakat ikut merasakan manfaat ekonominya,” ujar GKR Bendara.
GKR Bendara, yang juga dikenal sebagai Ketua BPPD DIY sekaligus Founder Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF), mengaitkan Munas dengan tema JCWF 2026, “Reconnect – Reconnecting People, Culture & Wellbeing”. Ia menguraikan tiga kata kunci:
- People: menyambung kembali hubungan dengan sesama, termasuk keluarga, pelanggan, dan sahabat seperjuangan.
- Culture: menjaga akar budaya sebagai kekuatan dan identitas pariwisata.
- Wellbeing: menjadikan kesejahteraan lahir dan batin sebagai tujuan bersama.
Wellness Berbasis Budaya dalam Praktik: JCWF 2026
Arahan Wamenpar menemukan contoh nyata di JCWF. JCWF 2026 digelar pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel, Yogyakarta, hotel yang sama dengan Munas, sehingga peserta berpeluang melihat langsung praktiknya.
JCWF kembali digelar untuk keempat kalinya pada 2026. Menurut paparan di Jakarta pada 30 Oktober 2026, festival diikuti 97 komunitas dan mitra terkurasi (65 praktisi kebugaran dan 32 artisan) dengan 85 program, 14 di antaranya gratis untuk publik. Pengalaman yang ditawarkan antara lain lokakarya jamu, senam SKJ 88, meditasi laku mulih, tarot Jawa, hingga konsultasi keris.
Peran Tuan Rumah DPD PUTRI DIY
Sebagai tuan rumah, DPD PUTRI DIY menghubungkan Munas dengan ekosistem wisata Yogyakarta. Sekretaris Umum DPD PUTRI DIY sekaligus Koordinator Marketing dan Komunikasi JCWF 2026, Agus Budi Rachmanto, melihat kedekatan dua agenda ini sebagai peluang promosi bersama.
“Munas PUTRI dan JCWF 2026 bertemu pada waktu dan tempat yang sama. Ini kesempatan bagi anggota PUTRI untuk melihat langsung bagaimana wellness dan budaya dikemas menjadi pengalaman wisata yang bernilai ekonomi, lalu menerapkannya di destinasi masing-masing,” kata Agus Budi Rachmanto.
Potensi Ekonomi dan Dukungan Pemerintah
Edisi sebelumnya menunjukkan dampak nyata. JCWF 2025 mencatat estimasi perputaran ekonomi Rp6,1 miliar, menarik 3.368 pengunjung, melibatkan 73 mitra dan 96 UMKM, serta menyerap 1.335 tenaga kerja. Kementerian Pariwisata mendukung pengembangan wisata wellness berbasis budaya lokal melalui JCWF 2026, dan festival ini membidik wisatawan pada masa low season.
Dari sisi keberlanjutan, penyelenggara JCWF bekerja sama dengan Kelurahan Guwosari, Bantul, untuk pengelolaan sampah nol limbah, serta dengan Atourin untuk menghitung jejak karbon.
Harapan dan Penutup
GKR Bendara berharap hasil Munas berupa kepengurusan yang solid, program kerja yang nyata, dan langkah strategis yang memperkuat peran PUTRI bagi pariwisata dan ekonomi nasional. Atas nama panitia, ia menyampaikan terima kasih kepada DPP PUTRI, panitia, mitra dan sponsor, serta pemerintah.
Tentang PUTRI
Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) adalah organisasi yang menaungi pelaku usaha taman rekreasi di Indonesia.
Tentang JCWF
Jogja Cultural Wellness Festival diselenggarakan oleh BPPD DIY. Edisi 2026 bertema Reconnect – Reconnecting People, Culture & Wellbeing dan berlangsung pada 6–8 November 2026 di Loman Park Hotel, Yogyakarta.(Adira)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
