
NASIONALTERKINI.COM YOGYAKARTA Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 diharapkan menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata berbasis wellness di Yogyakarta. Tidak sekadar menjadi ajang promosi, festival ini juga diharapkan mampu mempertemukan komunitas, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun ekosistem wellness tourism yang berkelanjutan.
Loman Park Hotel dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan JCWF 2026 yang berlangsung pada 6–8 November 2026. Kepercayaan tersebut disambut positif oleh Founder & Managing Director Loman Park Hotel, Handono S. Putro, yang menyatakan kesiapan pihaknya mendukung penyelenggaraan festival tersebut.
Handono mengatakan, penentuan lokasi festival melalui proses pertimbangan dan survei yang dilakukan panitia. Setelah melalui berbagai tahapan, Loman Park Hotel dinilai memiliki potensi untuk menjadi ruang penyelenggaraan festival wellness yang mengangkat kekayaan budaya dan pengalaman pariwisata Yogyakarta.
“Kami mengapresiasi kepercayaan ini dan menyambut gembira penyelenggaraan JCWF di Loman Park Hotel. Bersama tim, kami menyiapkan segala hal secara optimal. Harapannya, acara ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi momentum penting untuk mempromosikan Yogyakarta, khususnya Indonesia, sebagai destinasi wellness tourism,” ujar Handono.
Menurutnya, Yogyakarta memiliki daya tarik yang tidak hanya bertumpu pada atraksi budaya, tetapi juga menawarkan pengalaman wellness yang semakin dibutuhkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara.
Melalui festival ini, wisatawan diharapkan dapat memperoleh pengalaman yang lebih menyeluruh selama berada di Yogyakarta. Perpaduan budaya, tradisi, komunitas, dan aktivitas wellness menjadi kekuatan yang dapat memperkaya pengalaman berwisata.
Handono berharap, pengembangan wellness tourism dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Harapan kami, festival ini dapat memberikan multiplier effect, mulai dari UMKM, para pemangku kepentingan pariwisata, hingga para pengusaha. Semua bisa mendapatkan manfaat dan keberkahan dari penyelenggaraan festival ini,” katanya.
Antusiasme Peserta dari 13 Kota
Handono juga mengungkapkan bahwa penyelenggaraan festival wellness sebelumnya telah memberikan dampak positif terhadap sektor perhotelan. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan berbasis wellness memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Pada JCWF 2026, peserta berasal dari 13 kota. Bahkan, festival ini turut dihadiri peserta dari luar negeri, termasuk Panama.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak bagi Loman Park Hotel, tetapi juga mendorong peningkatan aktivitas yg ekonomi di hotel-hotel sekitar serta sektor pariwisata lainnya.
“Antusiasme peserta sangat positif. Kegiatan ini tidak hanya berdampak bagi kami, tetapi juga berpotensi merambah hotel-hotel di sekitar Loman Park Hotel,” ungkapnya.
Membangun Platform Baru Pariwisata Yogyakarta
Lebih jauh, Handono menegaskan bahwa JCWF seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan promosi wellness semata. Festival ini perlu dikembangkan menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku wellness, komunitas, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap pengembangan pariwisata berbasis kesejahteraan.
Yogyakarta, menurutnya, memiliki banyak komunitas wellness dengan potensi luar biasa. Dukungan dari berbagai daerah, termasuk Bali, juga menjadi kekuatan untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.
Ia berharap JCWF dapat menjadi program berkelanjutan yang membentuk ekosistem wellness tourism sekaligus membuka platform baru bagi industri pariwisata Yogyakarta.
“Harapan saya, festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi wellness, tetapi juga menjadi pertemuan para pelaku dan komunitas wellness yang luar biasa banyak di Yogyakarta. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Bali, kegiatan ini dapat menjadi program berkelanjutan dan membangun platform baru dalam bisnis pariwisata Yogyakarta,” tutur Handono.
Melalui JCWF 2026, Yogyakarta diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata lebih dari sekadar kunjungan budaya. Perpaduan tradisi, seni, komunitas, dan wellness menjadi peluang untuk memperkuat daya saing pariwisata sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.Tutup:Handono(Tyo) Redaksi=
terkininasional@gmail.com
