BMPS DIY Resmi Dilantik, Sekolah Swasta Ditegaskan sebagai Mitra Strategis Pendidikan

Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi melantik kepengurusan baru di Sekolah Al Azhar, Jalan Padjajaran, Yogyakarta

NASIONALTERKINI.COM YOGYAKARTA Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi melantik kepengurusan baru di Sekolah Al Azhar, Jalan Padjajaran, Yogyakarta, Kamis (10/9/2026).

Momentum tersebut menegaskan kembali posisi sekolah swasta sebagai bagian strategis dalam memperkuat sistem pendidikan nasional.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung Ketua Umum BMPS Nasional, Ki Dr. Saur Panjaitan XIII. Kepengurusan BMPS DIY yang baru dipimpin Drs. H.A. Hafidh Asrom, M.M. sebagai Ketua Umum dan Nyi Hermin Tri Prasetyowati, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Umum.

Dalam sambutannya, Hafidh Asrom menyampaikan komitmen untuk mendorong sekolah swasta di DIY semakin berkualitas, mandiri, memiliki daya saing, serta semakin dipercaya masyarakat.

“Kami ingin sekolah swasta di DIY tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh, berkembang, memiliki value yang kuat, dan semakin dipercaya serta dilirik oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurut Hafidh, penguatan pendidikan swasta membutuhkan sinergi yang erat dengan pemerintah daerah. Ia berharap sekolah swasta tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai mitra strategis dalam membangun kualitas pendidikan di Yogyakarta.

“Kami berharap Pemerintah Daerah melihat sekolah swasta bukan sebagai pelengkap, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun pendidikan di Yogyakarta,” katanya.

Sementara itu, Ki Saur Panjaitan menegaskan BMPS merupakan rumah besar bagi seluruh yayasan dan badan penyelenggara pendidikan swasta, mulai dari jenjang PAUD hingga SMK. Karena itu, BMPS harus mampu menjadi ruang bersama untuk bertukar gagasan sekaligus membangun kemitraan dengan pemerintah.

Ia menyebut hubungan BMPS dan pemerintah perlu berjalan dengan prinsip “Tri Ko”, yakni kooperatif, konsultatif, dan korektif. Sekolah swasta, kata dia, harus mampu bekerja sama dengan pemerintah, memberikan masukan berdasarkan pengalaman di lapangan, sekaligus berani menyampaikan koreksi jika terdapat kebijakan yang perlu diperbaiki.

“Kita harus kooperatif karena pemerintah adalah mitra kita. Kita harus konsultatif karena pengalaman sekolah swasta penting untuk menjadi pertimbangan dalam kebijakan pendidikan. Tetapi kita juga harus korektif. Kalau ada yang perlu diperbaiki, kita harus berani menyampaikan,” tegas Ki Saur.

Ia juga meminta sekolah swasta tidak hanya menjadi penerima kebijakan. Keterlibatan aktif dalam proses penyusunan kebijakan pendidikan dinilai penting agar kebijakan yang lahir mampu menjawab kebutuhan di lapangan.

“Sekolah swasta jangan hanya menjadi objek kebijakan. Kita harus menjadi bagian dari proses lahirnya kebijakan pendidikan,” ujarnya.

Menghadapi tantangan mutu pendidikan nasional, termasuk hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, Ki Saur mendorong sekolah swasta melakukan transformasi secara nyata. Penguatan tata kelola, kualitas guru, inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan hasil belajar peserta didik menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

“BMPS harus datang membawa gagasan, membawa solusi, dan membawa kekuatan sekolah-sekolah swasta untuk ikut menyelesaikan persoalan pendidikan nasional,” katanya.

Ki Saur juga mengingatkan agar sekolah swasta tidak saling menjatuhkan di tengah adanya disparitas kualitas dan kemampuan antarsekolah. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem pendidikan swasta.

“Tidak harus bersaing untuk saling menjatuhkan. Mari bersanding untuk saling menguatkan. Tidak berhadap-hadapan, tetapi bersebelahan dan bergandengan tangan,” paparnya

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DIY Drs. R. Suci Rohmadi, M.I.P., yang mewakili Wakil Gubernur DIY, menyambut baik kehadiran BMPS sebagai mitra strategis pemerintah. Ia menekankan pentingnya kerja sama, kesetaraan mutu, serta keadilan dalam kebijakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Yogyakarta.

Pelantikan BMPS DIY juga dirangkaikan dengan persiapan strategis menuju Musyawarah Nasional (Munas) BMPS 2030. Yogyakarta telah ditetapkan sebagai tuan rumah agenda nasional tersebut.

Momentum ini sekaligus menjadi dorongan bagi sekolah swasta di DIY untuk terus “naik kelas”, baik dalam tata kelola kelembagaan, profesionalisme guru, inovasi pembelajaran maupun capaian peserta didik, sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi kemajuan pendidikan nasional. Pungkas. Ki Saur:(Tyo)
Redaksi =
terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *