Foto=satu Panggung, Seribu Cerita Hadirkan Ragam Talenta dan Inovasi Pelajar

NASIONALTERKINI.COM. SLEMAN, SD Negeri Model Sleman sukses menggelar Pentas Karya Tahun Ajaran 2025/2026 bertajuk “Lentera Aksa: Satu Panggung Seribu Cerita” di Aula Grha Garuda, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi sekaligus ruang ekspresi bagi para siswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan hasil pembelajaran yang telah mereka capai selama satu tahun ajaran.

Suasana Aula Grha Garuda tampak semarak dan penuh warna saat sekolah unggulan di Kabupaten Sleman tersebut menggelar perhelatan tahunan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juni 2026. Mengusung tema “Lentera Aksa, Satu Panggung Seribu Cerita”, acara ini menghadirkan beragam karya dan penampilan siswa kelas 1 hingga kelas 5 sebagai wujud nyata proses belajar yang kreatif dan inovatif.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Mustadi, yang hadir meninjau langsung jalannya acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas para siswa. Menurutnya, bimbingan dan pendampingan yang tepat dari sekolah mampu melahirkan berbagai karya luar biasa sejak usia dini.

“Sejak memasuki area kegiatan, kita langsung disambut karya-karya anak yang luar biasa. Kreativitas mereka menunjukkan bahwa pola pikir siswa dibentuk tidak hanya menjadi anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan karya,” ujarnya di sela acara.

Mustadi menilai SD Negeri Model Sleman telah berhasil membangun jenjang pengembangan kreativitas yang berkelanjutan, mulai dari aktivitas sederhana seperti melukis di kelas rendah hingga kegiatan ekstrakurikuler tingkat lanjut, termasuk robotika.

“Harapannya, sekolah ini terus menjadi institusi pendidikan yang unggul dan mampu menjadi percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya di Kabupaten Sleman,” katanya.

Kepala SD Negeri Model Sleman sekaligus penanggung jawab kegiatan, Nurudin, menjelaskan bahwa Pentas Karya tahun ini diikuti sekitar 420 siswa dari kelas 1 hingga kelas 5. Penampilan yang ditampilkan terbagi dalam tiga kategori utama, yakni kegiatan kokurikuler lintas mata pelajaran, hasil pembelajaran harian di kelas, serta hasil kegiatan ekstrakurikuler.

“Anak-anak menampilkan berbagai potensi, mulai dari pertunjukan tari, pameran maket hasil kegiatan kokurikuler, hingga karya dari ekstrakurikuler seperti melukis, robotik, sempoa, dan Model English Conversation Club (MICC) yang menghasilkan karya dalam bentuk buku,” jelasnya.

Menurut Nurudin, Pentas Karya tidak hanya menjadi wadah kreativitas siswa, tetapi juga sarana untuk menunjukkan secara langsung kepada orang tua mengenai capaian pembelajaran anak selama satu tahun penuh.

Tema “Lentera Aksa” sendiri diharapkan menjadi simbol penerang yang mendorong anak-anak untuk terus mengembangkan kreativitas sekaligus menggali ilmu pengetahuan seluas-luasnya. Melalui satu panggung, beragam cerita, ide, dan potensi siswa dapat ditampilkan kepada publik.

Menariknya, kegiatan penutup tahun ajaran ini sebagian besar digerakkan oleh para orang tua atau wali murid. Keterlibatan mereka tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga menjadi motor utama penyelenggaraan acara.

“Dukungan orang tua di sini luar biasa. Sebanyak 99 persen kepanitiaan berasal dari wali murid. Mulai dari panitia inti hingga pencarian sponsorship seluruhnya digalang oleh para orang tua,” ujar Nurudin.

Salah satu sponsor kegiatan, Direktur Utama D1 Senopati, Dewanto P. Siregar, turut mengapresiasi terselenggaranya Pentas Karya tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda yang kreatif, berprestasi, dan berbudi pekerti luhur.

“Pemerintah Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan juga memberikan apresiasi dan berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut setiap tahun,” katanya.

Para orang tua dan wali murid berharap Pentas Karya dapat terus diselenggarakan secara berkesinambungan dengan skala yang semakin besar dan meriah. Selain menjadi sarana pengembangan potensi siswa, kegiatan ini juga dinilai mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku UMKM yang terlibat dalam acara.

“Luar biasa. SD Model memang istimewa. Penampilan tariannya sangat menarik, ditambah kehadiran banyak UMKM yang turut meramaikan acara. Ini sebuah kegiatan yang sangat baik,” ungkap Dewanto.

Ia juga berharap fasilitas pendukung di lingkungan sekolah dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mendukung lebih banyak kegiatan kreatif dan edukatif di masa mendatang.

Berlangsung hingga 24 Juni 2026, Pentas Karya “Lentera Aksa” menampilkan beragam bakat dan karya terbaik siswa. Kemeriahan, kolaborasi, dan semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan dapat terus menjadi agenda berkelanjutan yang menginspirasi serta mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.Tutup:Dewanto(Tyo)

Redaksi=

terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *