
foto:Kebaya OMA
NASIONALTERKINI.COM. YOGYAKARTA. Di tengah berkembangnya industri fesyen berbasis budaya di Yogyakarta, kehadiran Kebaya Oma dan Kemayu Handmade Jewellery menjadi contoh bagaimana kreativitas lokal dapat tumbuh berdampingan sekaligus saling menguatkan. Berlokasi di kawasan Jalan Cokrodipuran, kedua brand ini menghadirkan karya yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga membawa misi pelestarian budaya dan pemberdayaan perajin lokal.
Gloria Ivana dari Kebaya Oma mengatakan lahir dari kepedulian terhadap para perempuan senior yang memiliki keterampilan menjahit kebaya dan busana tradisional Jawa. Berawal dari komunitas kecil para penjahit berpengalaman, brand ini kemudian berkembang menjadi wadah yang memperkenalkan hasil karya mereka kepada masyarakat yang lebih luas.Ujarnya:Kamis18/06/2026

foto:Gloria Ivana dari Kebaya Oma
“Awalnya kami hanya ingin membantu para Oma-Oma yang memiliki keterampilan menjahit kebaya dan busana tradisional Jawa. Kemudian kami mengumpulkan hasil karya mereka dalam satu wadah, lalu memperkenalkannya kepada masyarakat luas,” ujar Gloria.

Keistimewaan Kebaya Oma terletak pada proses produksinya yang sangat eksklusif. Seluruh kebaya dikerjakan secara handmade oleh para perajin berusia antara 60 hingga 84 tahun. Dengan pengalaman puluhan tahun, mereka menghasilkan karya yang sarat ketelitian, karakter, dan sentuhan personal yang sulit ditemukan pada produk massal.
Bagi Gloria, Kebaya Oma bukan sekadar usaha fesyen. Lebih dari itu, brand ini menjadi ruang untuk menjaga warisan budaya sekaligus membangun kebanggaan generasi muda terhadap kebaya sebagai identitas perempuan Indonesia.
“Kami berharap generasi sekarang dan yang akan datang tetap bangga mengenakan kebaya. Bagi saya, kebaya memiliki keanggunan dan karakter yang tidak dapat digantikan oleh tren fesyen apa pun. Saat mengenakannya, seorang perempuan akan terlihat lebih elegan, berwibawa, dan percaya diri,” katanya.
Komitmen tersebut mendapat sambutan positif, tidak hanya dari pasar domestik tetapi juga mancanegara. Kebaya Oma kerap menerima kunjungan dan pesanan dari pelanggan asal Malaysia dan Singapura yang tertarik pada keunikan kebaya tradisional Indonesia yang dibuat secara eksklusif oleh para perajin senior.

foto=Sementara itu, Selly Sagita owner Borobudur Silver
Sementara itu, Selly Sagita, pelaku industri kreatif Yogyakarta sekaligus owner Borobudur Silver yang bertetangga dengan Kebaya Oma dan Kemayu Handmade Jewellery milik putrinya, Lupita, melihat kedua brand tersebut memiliki potensi besar dalam memperkuat ekosistem fesyen kreatif Yogyakarta.
Menurut Selly, Kebaya Oma berhasil menggabungkan keahlian para perajin senior dengan strategi pemasaran modern melalui media sosial dan marketplace yang telah aktif sejak 2021. Di sisi lain, Kemayu Handmade Jewellery hadir sebagai brand perhiasan handmade yang menggandeng banyak perajin lokal Yogyakarta dalam proses produksinya.

foto=Kemayu Handmade Jewellery
Kebaya Oma dan Kemayu memiliki kekuatan masing-masing. Kebaya Oma menjaga warisan budaya melalui karya para oma, sementara Kemayu mengangkat perhiasan handmade hasil kreasi perajin lokal. Keduanya dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas Yogyakarta sebagai kota kreatif yang memiliki daya saing global,” ujar Selly.
Ia menilai kolaborasi dan sinergi antarpelaku industri kreatif menjadi kunci untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap produk-produk lokal berkualitas. Kehadiran Kebaya Oma dan Kemayu Handmade Jewellery menunjukkan bahwa nilai tradisi dapat berjalan seiring dengan inovasi dan perkembangan zaman.
Selly berharap mulai 2026 kedua brand tersebut dapat tumbuh bersama, menjangkau pasar yang lebih luas, serta semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, pengembangan industri fesyen lokal tidak semata-mata berorientasi pada bisnis, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Yogyakarta.
“Semua yang kami lakukan berangkat dari kecintaan kepada Yogyakarta. Harapannya, produk-produk kreatif lokal seperti Kebaya Oma dan Kemayu Handmade Jewellery dapat terus berkembang serta membawa nama Yogyakarta semakin dikenal di tingkat dunia,” tutup:Selly Sagita(Tyo)
Redaksi=
terkininasional@gmail.com
