foto=Kirab Budaya Nusantara SMK Negeri 4 untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-50

NASIONALTERKINI.COM. Ribuan siswa SMK Negeri 4 Yogyakarta turun ke jalan dalam Kirab Budaya Nusantara untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 sekolah tersebut, Kirab budaya ini menjadi puncak perayaan bertajuk Skafourta Warsa Swarnaning Asa–50, sekaligus penanda perjalanan panjang sekolah kejuruan itu dalam merawat kreativitas dan keberagaman.

Berbalut busana adat dari berbagai penjuru Indonesia, para siswa menampilkan karnaval budaya yang merepresentasikan semangat kebhinekaan. Tidak hanya budaya Jawa, kirab menghadirkan ragam busana adat Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga kawasan timur Indonesia. Setiap kelas menampilkan konsep berbeda sesuai pilihan dan kreativitas masing-masing.

“Kami sengaja tidak menentukan tema. Anak-anak kami beri kebebasan penuh untuk berkreasi. Mau mengangkat budaya daerah mana pun dipersilakan, karena konsepnya memang Nusantara,” ujar Kepala SMKN 4 Yogyakarta, Dra. Nurlatifah Hidayati, M.Hum, di sela kegiatan.Senin:02/02/2026

foto=Kepala SMKN 4 Yogyakarta, Dra. Nurlatifah Hidayati, M.Hum

iKirab budaya ini diikuti sekitar 36 kelas dari berbagai tingkat. Peserta memulai perjalanan dari halaman SMKN 4 Yogyakarta, kemudian bergerak menyusuri Jalan Sidikan, Jalan Tegalturi, Jalan Pramuka, Jalan Menteri Supeno, dan kembali ke sekolah. Sepanjang rute, iring-iringan dikawal pasukan Bregodo Adisara, menciptakan suasana kirab yang khidmat sekaligus atraktif.

Antusiasme siswa terlihat sejak persiapan. Menurut Nurlatifah, proses kreatif telah berlangsung hampir satu bulan. Bahkan, menjelang pelaksanaan, sebagian siswa rela bermalam di sekolah demi mematangkan kostum, properti, dan penampilan kelas masing-masing.

“Ini peringatan ke-50 tahun, jadi mereka ingin tampil maksimal. Semua disiapkan secara mandiri, mulai dari konsep, kostum, hingga iuran kelas. Karena kirab ini juga dilombakan, anak-anak benar-benar all out,” katanya.

Setiap kelas menghadirkan interpretasi budaya yang beragam. Ada yang menonjolkan keanggunan busana adat Minangkabau, kekayaan motif etnik Kalimantan, hingga eksplorasi visual dari daerah-daerah yang jarang ditampilkan dalam karnaval sekolah. Tidak sedikit pula siswa lintas jurusan yang memadukan unsur busana, rias, dan pertunjukan secara kreatif.

Kirab budaya ini tak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran kontekstual bagi siswa. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih bekerja sama, mengelola waktu, berkomunikasi, serta mengeksekusi ide secara kolektif—keterampilan yang dinilai penting dalam dunia kerja dan kewirausahaan.

“Yang kami kejar bukan hanya meriahnya acara, tetapi prosesnya. Anak-anak belajar bertanggung jawab, mandiri, dan percaya diri menampilkan karyanya di ruang publik,” ujar Nurlatifah.

Kirab budaya SMKN 4 Yogyakarta juga menjadi magnet bagi masyarakat sekitar. Warga tampak memadati sejumlah titik jalan untuk menyaksikan iring-iringan karnaval. Kehadiran masyarakat memperkuat makna perayaan sebagai agenda budaya yang tidak hanya milik sekolah, tetapi juga ruang interaksi dengan lingkungan sekitar.

Mengusung tema besar Padhang Sinawang, Lestarine Budaya, kirab budaya ini merefleksikan gagasan bahwa kemajuan pendidikan dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai-nilai budaya. Pada usia setengah abad, SMKN 4 Yogyakarta menegaskan komitmennya menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas pendidikan kejuruan.

“Harapannya, anak-anak tidak hanya lulus dengan keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kepekaan budaya dan karakter. Mereka siap bersaing di dunia global tanpa kehilangan jati diri,” kata Nurlatifah.

Kirab Budaya Nusantara ini perayaan HUT ke-50 SMKN 4 Yogyakarta dengan pesan kuat: pendidikan vokasi bukan hanya soal keahlian, tetapi juga tentang membangun manusia yang berakar pada budaya dan siap menghadapi masa depan.Pungkas:Nurlatifah(Tyo)

Redaksi=terkininasional@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *