
foto=Kamar Hotel
NASIONALTERKINI.COM. Tingkat hunian hotel di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai menunjukkan tren peningkatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Berdasarkan pantauan media pada Kamis:24 /12/2025, okupansi hotel di sejumlah wilayah telah mencapai angka yang cukup menggembirakan.

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo, mengungkapkan bahwa berdasarkan data reservasi sementara untuk periode 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, tingkat pemesanan hotel awalnya masih berkisar di angka 30 hingga 45 persen.
Namun, realisasi di lapangan menunjukkan kondisi yang berbeda. Sejak 21 Desember hingga 24 Desember 2025, okupansi hotel mengalami lonjakan signifikan seiring dengan kedatangan wisatawan yang memilih datang langsung tanpa melakukan reservasi terlebih dahulu.
“Rata-rata okupansi hotel di DIY saat ini sudah mencapai sekitar 60 persen. Khusus wilayah tengah Kota Yogyakarta, terutama kawasan Malioboro dan sekitarnya, tingkat hunian bahkan bisa menembus angka 75 persen,” ujar Deddy.
Meski demikian, ia mengakui bahwa secara umum capaian okupansi tahun 2025 masih belum sebaik tahun 2024. Sejumlah faktor memengaruhi kondisi tersebut, di antaranya kebijakan efisiensi, larangan studi tur, serta penurunan daya beli masyarakat. Untuk periode Nataru 2025 ini, PHRI DIY menargetkan okupansi rata-rata sebesar 80 persen, sementara pada Nataru 2024 lalu okupansi sempat mencapai 90 persen.
Deddy juga menyoroti perubahan tren wisatawan yang kini cenderung tidak melakukan pemesanan jauh hari dan memilih langsung mendatangi hotel tujuan. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau wisatawan agar melakukan reservasi terlebih dahulu guna menghindari kehabisan kamar, sekaligus mengurangi kelelahan akibat harus berkeliling mencari hotel di tengah kondisi lalu lintas yang padat.
Deddy menyapaikan tingkat hunian di mengalami peningkatan signifikan pada H-1 Natal 2025, dengan okupansi mencapai sekitar 80 persen. Wisatawan yang menginap berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, hingga luar Pulau Jawa, yang pada berlibur di Jogja dengan rata-rata lama tinggal selama dua hari.
“Sebagian tamu memang melakukan pemesanan lebih dulu, namun tidak sedikit pula yang datang langsung ke hotel. Biasanya mereka masih melakukan survei hotel yang diinginkan. Pada prinsipnya, kami selalu siap melayani tamu yang datang,” jelasnya.
Untuk menyambut malam pergantian tahun 2025/2026, Hotel di Jogja sudah menyiapkan agenda acara Nataru, dari yang dikemas secara sederhana sampai ada yang pesta musik DJ dan pesta kembang api biar berkesan bagi para tamu yang menginap.
Dampak positif Nataru juga dirasakan oleh sektor UMKM., outlet oleh-oleh khas Jogja menjelang Nataru terjadi peningkatan transaksi pembelian oleh-oleh. Konsumen tidak hanya berasal dari warga lokal dan tamu hotel, tetapi juga wisatawan dari luar daerah
“Banyak wisatawan yang menginap di Hotel maupun pengunjung dari luar kota membeli oleh-oleh kas Jogja
Ia berharap momentum libur Natal dan Tahun Baru ini dapat membawa dampak positif bagi industri perhotelan sekaligus pelaku UMKM di Jogja.Pungkas:Deddy(Tyo)
Redaksi=terkininasional@gmail.com
